
"Ma ... Kakak pasti akan kaget kita tiba-tiba muncul."
Joon bersama Ibunya tiba di Seoul.
Ibu dan anak itu langsung saja menuju apartemen Arsen, ada atau tidaknya pria itu. Anggap saja ... sebagai kejutan.
Di kantor, Arsen sedang menatap layar ponselnya, sambil sesekali menyunggingkan senyum tampannya.
"Gadis ini benar-benar serius dalam bekerja. Lihat saja, dia bahkan tidak melakukan satupun hal yang menyimpang dari tugasnya membersihkan seluruh ruangan dan memasak."
Hanya dari smart phone miliknya Arsen memantau aktivitas Jisoo setiap hari. Pria itu sengaja memasang Camera tersembunyi di semua ruangan yang ada, hanya agar bisa melihat Jisoo dari kejauhan.
"Ini cukup menghibur." -gumamnya.
Saat ini Jisoo terlihat akan memasak menu special, yaitu udang Lobster kesukaan pria tampan itu.
Di apartemen.
Nit nit nit nit
Pintu terbuka.
Joon dan mama melangkah masuk dengan langkah pelan ingin memberi kejutan.
"Mah, siapa itu?"
"Mungkin pacar kakakmu."
Joon dan mama Gina yang baru saja masuk, disuguhi pemandangan seorang perempuan yang sedang memasak, namun tidak menyadari ada yang datang.
"Kang Ma Ri,"
Jisoo lantas memutar tubuhnya setelah mendengar seseorang menyebut nama Kang Ma Ri.
Sama-sama terkejut, ketiga orang itu sama-sama mengerutkan dahi.
"Kau ... siapa?"
"Kalian, siapa?"
__ADS_1
Masih dikantornya, Arsen kembali melirik asal layar ponselnya disela kesibukan.
Wait. Kenapa terlihat ada tiga manusia disana?
"Mama? Joon? Mereka datang?"
Panik.
Pria itu auto kehilangan fokus pada pekerjaannya.
Tunggu. Joon sepertinya pernah melihat wajah ini. Wajah malaikat cantik yang pernah menolong hidupnya saat ingin berakhir di laut pantai beberapa tahun silam.
Ia pun mengambil langkah bergegas mendekati Jisoo.
"Hei! Ini kamu?"
Jisoo semakin mengerutkan dahi, bingung.
"Ini aku! Joon! Pantai! Apa kau lupa? Joon."
Jisoo ternganga. "Ow... kamu!"
Grreeepp...
Ada apa dengan putraku?
"Aku sangat merindukanmu." jujur Joon.
Sementara dari tempat lain, Arsen yang menyaksikan aksi tiba-tiba adiknya itu seketika membuat ia berdiri tegang di tempatnya.
Joon! apa yang aku lakukan? Jangan sentuh!
"Jem, tolong antar aku pulang."
Tentu saja permintaan itu diiyakan oleh sang Assisten andalan.
Ada apa dengannya? Tadi senyum-senyum sendiri kayak ODGJ, sekarang berganti kesal?
"Jadi ... kalian sudah bertemu sebelumnya?" tanya mama setelah berkenalan dengan Jisoo.
__ADS_1
"Iya Mah, dia adalah malaikat cantik yang pernah aku ceritakan." jelas Joon dengan antusias.
"Jadi, kau ... dan putraku, maksudku, apa yang kau lakukan disini?" -dengan rasa penasaran yang tinggi, mama terus bertanya walau pun pikirannya menebak hal lainnya.
"em... kebetulan, sa-saya em ..."
Ting Nong...
Bel berbunyi menandakan ada tamu yang datang, membuat Jisoo menghentikan perkataannya.
"Kang Ma Ri ...!"
Menyambut kedatangan calon menantu dengan wajah gembira. "Mama sangat merindukanmu, Ma Ri. Apa kau sehat? Hmmm?"
"Sangat sangat sehat Mah! Trima kasih mengundangku datang kesini." -bersikap malu-malu menggemaskan. Tak lupa, wanita itu membawa hadiah untuk ulang tahun Arsen.
Joon tak henti berbincang dengan Jisoo, menikmati moment menyenangkan setelah bertahun-tahun hanya bisa berangan-angan akan bertemu dengan gadis ini lagi.
"Ma, siapa dia?" tanya Kang Ma Ri.
"Oh, dia Ji Soo. Jisoo, ini Kang Mari, pacar Arsen. Kamu pasti belum tahu kan? Mereka merahasiakan hubungan mereka." - ujar mama setengah berbisik.
Oh, jadi ini si Kang Mari kecintaannya itu?
nit nit nit nit.
Pintu kembali terbuka dan masuklah si pemilik kediaman itu.
"Taraaaaa. Kejutan sayang! Mama dan adikmu datang sebagai kejutan. Nih, hadiah ulang tahun buat kamu," menyodorkan Kang Mari ke sisi putranya.
Arsen hanya menyunggingkan senyum sinis laku berkata. "Apa Ma Ri tidak bilang ke mama? Dia sudah punya kekasih baru. Jadi kami sudah berakhir."
"Tidak! Sayang, aku menyesal. Aku masih mencintai kamu. Maafkan aku." -Kang Ma Ri berlutut seraya mengatupkan kedua tangannya, berusaha meyakinkan Arsen.
.
.
Oke, kita lanjut besok.
__ADS_1
Please, please bgt like dan dukungan untuk karya ini ya guysss.
makasiiiii.