
Athi memandang Keil dengan tatapan takut, "Ha-halo," sapa Athi, yang agak takut dengan Keil yang tiba-tiba saja berada di hadapannya.
Keil menatapnya dengan pandangan yang seperti biasa, "Nih," gumam Keil, sembari memberikan paksa sebuah buku pada Athi.
Dengan perasaan bingung, Athi pun menerimanya dan melihat buku yang Keil berikan padanya.
"Woah!!"
Mata Athi seketika berbinar, karena ia melihat buku yang sempat mereka perebutkan waktu itu. Ini adalah buku satu-satunya yang Athi lihat waktu itu, dan tidak akan ada lagi untuk beberapa waktu mendatang.
Athi memandang ke ara Keil dengan tatapan seekor kelinci, "Terima kasih," gumam Athi yang terkesima melihat kebaikan Keil yang baginya sangat aneh.
Ternyata di balik sikap anehnya, dia juga baik, pikir Athi, yang terkesima dengan niat baik Keil padanya.
"Kembalikan kalau sudah selesai," gumam Keil dengan nada yang datar, membuat Athi tersenyum sangat bahagia ke arahnya.
"Siap," gumam Athi yang sangat senang mendengarnya.
Melihat respon Athi yang sangat imut, Keil pun menafikan pandangannya darinya, "Di halaman 85 sudah masuk konflik, selebihnya masih permasalahan ringan sebelum muncul konflik," gumam Keil tanpa melihat ke arah Keil, membuat Athi mendelik tak percaya mendengar penjabarannya.
"Wah ... kamu baca ini dalam waktu singkat? Kamu hebat banget!" gumam Athi, membuat Keil mendelik sinis ke arahnya.
Hal itu membuat Athi terkejut karenanya. Athi tak bisa memungkiri, kalau dirinya masih sangat takut kalau saja Keil mengetahui identitas asli dirinya.
"Kenapa?" tanya Athi yang khawatir dengan responnya itu.
"Apa ada rekomendasi novel horor yang seru?" tanya Keil, membuat Athi melongok kaget.
Athi memandang dirinya dengan heran, "Emm ... anu, coba kamu baca novel karya Sarah Jihan, yang judulnya 'Mysterious'. Kamu pasti menyukainya," jawab Athi dengan ragu, membuat Keil memandangnya dengan sinis.
"Di mana novelnya?" tanya Keil, yang minta untuk diambilkan oleh Athi.
__ADS_1
Athi menyeringai ke arahnya, "Sebentar!" pinta Athi, yang segera berlarian untuk mencari novel yang ia maksudkan itu.
Athi mencari pada bagian rak novel bergenre horor, dan satu per satu mencarinya sesuai abjad penulis. Ia mencari pada bagian huruf yang sesuai dengan inisial nama sang penulis.
Dengan ketelitian yang tinggi, Athi pun akhirnya menemukan buku yang ia maksudkan.
"Nah! Ini dia bukunya," gumam Athi, yang langsung mengambilnya dengan cepat, lalu segera berlarian kembali ke tempat Azekeil berada.
Athi pun tiba di sana, dan segera menyodorkan buku itu pada Azekeil, "Ini dia bukunya karya Sarah Jihan," gumam Athi, yang langsung disambar oleh Keil, membuat Athi sangat kaget dibuatnya.
Keil memandangnya dengan tatapan yang sengit, "Awas ya kalau gak bagus," ancam Keil, yang segera pergi meninggalkan Athi sendirian di sana.
Athi pun memandang Keil dengan heran, "Beneran aneh sih itu manusia!" gumam Athi yang tak habis pikir dengan kelakuan Keil.
...***...
Esok malamnya, Athi pun kembali ke toko buku itu. Athi sama sekali tidak bergairah. Ia berjalan gontai menuju ke arah toko buku, dengan kacamatanya yang sudah mulai berembun itu.
"Duh ... kalau bukan karena buku si Keil yang harus aku balikin, gak akan aku ke sini dulu deh. Keil gak masuk sekolah sih tadi," gumam Athi yang sebenarnya sedang malas untuk ke toko buku.
Athi mendelik kaget, "Keil," gumam Athi yang bingung dengan keberadaan Keil.
Keil pun menoleh ke arahnya, "Apa?" tanyanya dengan sinis, membuat Athi kembali sadar dengan sikap Keil yang sangat aneh menurutnya.
Athi memandangnya dengan datar, "Ini, aku mau balikin buku kamu," gumam Athi, yang langsung menyodorkan buku itu ke hadapan Keil.
Keil hanya memandangnya dengan sinis, "Pegang aja," gumam Keil, yang langsung membaca novel itu lagi.
Athi menjadi kesal sendiri dibuatnya, 'Kemarin katanya suruh balikin, sekarang kok malah disuruh pegang aja?' batin Athi yang mendadak kesal padanya.
Keil tiba-tiba saja menatap Athi dengan tatapan berbeda dari biasanya, "Makasih, kamu udah rekomendasiin buku novel yang bagus," gumam Keil, yang membuat Athi mendelik bingung dengan ucapan Keil dengan reaksi yang sangat menggemaskan bagi Athi.
__ADS_1
Athi melongok bingung dengan ucapan Keil yang saat ini sangat bertolak belakang dengan ucapannya saat sedang berbincang dengan Athi versi cantik yang ada di sekolahnya.
'Hah, apa-apaan ini? Kok Keil beda banget sama Keil yang biasanya cuek, dan gak mau ribet? Dia bukan Keil yang biasa bicara sama aku, saat di sekolah,' batin Athi yang kebingungan sendiri dengan Keil yang saat ini sedang dihadapkan dengannya.
"Ah? I-iya sama-sama," gumam Athi ragu, membuat Keil melontarkan senyuman ke arahnya.
Wajah Athi seketika memerah, karena merasa malu melihat senyuman Keil yang sangat manis baginya.
'Kalau gak salah, ini pertama kalinya aku ngeliat Keil senyum. Ternyata, dia manis banget,' batin Athi yang mendadak kesemsem dengan perlakuan manis Keil padanya.
"Oh ya, apa ... ada buku lain yang lebih seru dari yang kamu rekomendasiin kemarin?" tanya Keil tanpa melihat ke arah Athi.
Nampaknya, Keil juga merasa sangat malu berharapan dengan Athi. Entah kenapa, Keil bisa sangat senang bisa berbincang dengan Athi mengenai buku dan komik yang sama-sama mereka gemari.
Mata Athi pun berbinar mendengarnya. Ia segera memberikan buku yang sudah selesai ia baca padanya.
"Ini, aku udah baca yang ini, kok. Kamu bisa baca yang ini dulu. Aku perhatiin seru juga bahasanya mudah dimengerti!" ucap Athi.
Azekeil pun menerimanya dengan senang hati, sembari melontarkan senyuman manisnya ke arah Athi.
Melihat reaksi Keil yang sangat manis, hal itu membuat Athi hampir mimisan karena melihat wajah Keil yang sangat tampan baginya.
'Wah ... dia manis banget ternyata,' batin Athi yang mendadak terkesima dengan perlakuan Keil padanya.
Athi tak menyangka, bahwa laki-laki seaneh Keil, bisa dengan mudahnya melontarkan senyuman ke arah Athi, hanya karena dirinya sudah merekomendasikan sebuah novel yang sudah ia baca sebelumnya.
"Makasih, bukunya aku pinjam dulu ya," gumam Keil yang lagi-lagi memakai ekspresi yang sangat menggemaskan.
Kali ini, Athi masih bisa menahan mimisan di hidungnya, agar tidak keluar. Kalau tidak, ia bisa malu sendiri di hadapan laki-laki yang aneh ini baginya.
'Duh ... kalau gini terus, apa bisa aku nahan auranya yang sekeren ini?' batin Athi yang tidak yakin dengan hatinya.
__ADS_1
'Apa iya, Keil tidak mengenali aku yang dia lihat di toko buku, dengan aku yang ia lihat di sekolah?' batin Athi yang ternyata masih tidak yakin dengan pemikirannya itu.
...***...