Manisnya Cinta Sahabat

Manisnya Cinta Sahabat
Liburan Paling Berkesan


__ADS_3

Athi tertawa kecil melihat Lucas dan Keil yang nampaknya sangat kesal. Mendengar Athi yang tertawa seperti itu, membuat Keil seketika menoleh ke arah Athi.


“Kenapa kamu ketawa?” tanya sinis Keil, membuat Athi menghentikan tawanya.


“Habis kalian lucu! Sampai ditahan satpam segala,” ucap Athi yang setengah meledek mereka.


Mendengar Athi berbicara seperti itu, sontak membuat Keil mendelik tajam ke arahnya.


“Ini semua karena kamu, kenapa kamu malah ketawa diperlakukan seperti itu sama laki-laki sinting itu?” tanya sinis Keil, membuat Athi mendelik mendengarnya.


“Bukan ketawa karena itu, tapi karena kalian lucu,” jawab Athi, membuat Keil mendadak geram mendengarnya.


“Lucu apanya? Mukul aja belum, masa udah lucu! Aku masih punya dendam sama dia!” ujar Keil, membuat Athi semakin tertawa dibuatnya.


“Justru itu! Karena kamu gak jadi mukul, makanya kamu jadi lucu,” ucap Athi, membuat Keil tak sengaja malah tertawa kecil mendengar lelucon Athi.


“Dih, gak jelas!” gumam Keil, membuat Athi mengerutkan bibirnya ke arah Keil.


“Apa sih!” bentak Athi, membuat Keil semakin tertawa dibuatnya.


Lagi dan lagi, Lucas hanya bisa memandang mereka bercengkerama. Padahal, Lucas yang sudah menolong Athi, bahkan lagi dan lagi. Lucas hanya bisa memandang mereka yang sedang bercanda seperti itu, membuat sedikit banyaknya perasaan Lucas menjadi sangat aneh melihat Athi.


“Huh! Apaan sih,” bentak Athi, membuat Keil mendelik ke arahnya.


“Apa? Kenapa?” tanya Keil yang mendekatkan wajanya ke arah Athi, membuat Athi menjadi ketakutan sendiri dibuatnya.


“Ih, kamu makan jengkol, ya?” tanya sinis Athi, membuat Keil mengerenyitkan dahinya.


“Sedikit,” jawab Keil, yang sontak membuat Athi mendelik kaget mendengarnya.


“Tuh kan! Keil jorok banget sumpah!” bentak Athi, membuat Keil mengerenyitkan dahinya ke arah Athi.


“Apa sih? Aku gak suka jengkol!” bentak Keil, membuat Athi tertawa mendengarnya, “kamu kali tuh, mulutmu dekat sama hidung!” tambah Keil sontak membuat Athi mendelik kaget mengarnya.


“Keil!” teriak Athi, membuat Keil tertawa kecil ke arahnya.

__ADS_1


Lucas memandang mereka dengan sangat datar, berusaha untuk tetap diam dan membiarkan mereka berada dalam kebahagiaan itu.


Lucas tak sengaja melihat ke arah hadapannya, dan melihat pengamen jalanan yang sepertinya tidak bisa melihat. Ia memetik gitar dengan sangat indah, membuat Lucas sangat ingin memainkan sebuah lagu bersama dengan Keil.


‘Sudah lama ya gak main musik bareng,’ batin Lucas yang ternyata sangat merindukan masa-masa kebersamaan dirinya, Keil dan juga Kia.


Lucas pun menoleh ke arah Keil, “Hey Keil,” panggil Lucas, membuat Keil seketika menoleh ke arahnya, “mau bersenang-senang?” tanya Lucas, membuat Keil tak sengaja melihat seorang pengamen yang tidak bisa melihat, dan dengan segera paham dengan yang Lucas maksudkan.


Keil tersenyum tipis ke arah Lucas, “Boleh,” gumam Keil, membuat Lucas juga tersenyum tipis ke arahnya.


Mereka pun berjalan meninggalkan Athi, membuat Athi bingung dengan apa yang ingin mereka lakukan.


“Lucas, Keil, mau ke mana?” pekik Athi, yang tak dihiraukan oleh mereka.


Athi tak mengejar mereka. Ia hanya berdiri di tempat ia berdiri semula. Keil terlihat sedang berbincang dengan seorang pengamen jalanan, membuat Athi sangat penasaran dengan apa yang akan Keil lakukan setelahnya.


Athi terkejut, karena melihat Keil yang ternyata sedang meminjam gitar yang pengamen itu miliki, dan dengan segera memainkannya dengan sangat merdu. Alunan musik dari gitar yang ia petik, terdengar sangat indah, membuat Athi sangat senang mendengar musik yang Keil mainkan.


Di sebelah Keil, terlihat Lucas yang sedang membenarkan microphone yang ia pegang. Ketika Keil selesai dengan intro lagu awalannya, Lucas pun masuk dengan menyanyikan nada awal yang sangat merdu, membuat semua orang yang melintas pun seketika berhenti sejenak untuk mendengarkan konser dadakan mereka.


Lucas menyanyikan sebuah lagu berjudul ‘Pencinta wanita’ yang sangat booming pada masanya. Suaranya sangat serasi dengan nada gitar yang Keil mainkan.


Mendengar suara merdu Lucas, membuat Athi sangat senang mendengarnya. Apalagi, melihat Keil yang juga memainkan gitarnya dengan sangat seru, membuat Athi sejenak menikmati musik yang sedang mereka mainkan.


Lucas tak sengaja menoleh ke arah drum yang kosong itu, membuat dirinya terkejut, karena ia berhalusinasi Kia yang sedang memainkan drum. Melihat Kia yang sedang tersenyum ke arahnya, membuat Lucas sangat bahagia melihat kehadiran Kia yang hanya ia saja yang bisa melihatnya.


Mereka pun melanjutkan lagu sampai akhir, membuat semua orang yang memadati area itu menjadi bersorak dan bertepuk tangan karena performanya yang sangat bagus.


Mereka secara sukarela, memberikan beberapa lembar uang receh ke arah sang pengamen itu, membuat sang pengamen menjadi senang sekalu mengetahuinya.


“Terima kasih,” gumam sang pengamen, membuat Lucas dan Keil tersenyum ke arahnya.


Mereka pun kembali menghampiri Athi yang masih berada di tempat semula. Athi dengan sangat senang, segera menepuk tangannya karena merasa penampilan mereka sangat keren baginya.


“Bagus!” gumam Athi yang sangat senang dengan yang mereka lakukan.

__ADS_1


Melihat Athi yang seperti itu, membuat Lucas menjadi tinggi, “Pasti dong! Siapa dulu dong yang nyanyi,” ujar Lucas dengan sangat percaya diri, membuat Athi memandangnya dengan datar.


“Sombong,” umpat Athi, membuat Lucas mendelik ke arahnya.


“Heh serangga, aku dengar!” tegur Lucas dengan datar, membuat Athi mendelik karena Lucas yang terus memanggilnya dengan sebutan serangga.


“Terus aja panggil aku serangga!” bentak Athi, membuat Lucas menafikan pandangannya darinya.


“Memang kamu pantas dipanggil serangga!” gumam Lucas, membuat Athi semakin mendelik mendengarnya.


“Lucas!” teriak Athi yang gemas dengan kelakuan Lucas, membuat Lucas hanya bisa terdiam sembari memandangi Athi dengan tatapan yang dingin.


Melihat Lucas yang sedang bercanda dengan Athi, membuat Keil hanya bisa terdiam sembari menghela napasnya dengan panjang.


‘Ternyata ini rasanya jadi Lucas,’ batin Keil, yang sedikit kesal dengan posisi yang Lucas rasakan tadi.


Keil pun menarik tangan Athi untuk menjauhi Lucas, membuat Athi mendadak terkejut mengetahui tentang Keil yang tiba-tiba saja menarik tangannya.


Athi yang terkejut, tak sengaja menarik tangan Lucas, membuat Lucas hanya bisa mengikuti Keil berjalan saja.


Tak sengaja, Athi melihat sebuah booth photo yang sangat menarik perhatiannya, membuat dirinya mendelik sembari tersenyum.


“Keil, Lucas, ayo kita foto bareng!” ajak Athi yang sangat senang jika melihat booth photo, di mana pun ia berada.


Mendengar kata booth photo, Keil pun mendelik karena ia sama sekali tidak ingin mengulang hal yang sama kembali.


“Aku gak mau foto!” bantah Keil, membuat Athi mengerutkan bibirnya.


“Pokoknya, kalian harus foto!” ujar Athi dengan sangat memaksa mereka, membuat mereka terpaksa harus mengikuti semua yang Athi inginkan.


Kini mereka sudah berada di dalam booth photo, membuat Lucas dan Keil menjadi tidak enak dengan keadaan.


Athi tersenyum, “Semuanya, katakan cheers!”


“Ckrek!”

__ADS_1


...***...


__ADS_2