
Karena sudah sangat kelelahan pada perjalanan yang ia lakukan, Athi pun seketika menyandarkan kepalanya ke arah kaca bus, dan memejamkan matanya sejenak.
Melihat gadis yang ada di sebelahnya sudah tertidur, pria itu tiba-tiba saja mengeluarkan gelagat yang sangat aneh. Ia memandang ke arah Athi dengan pandangan yang sangat lekat. Mungkin karena kecantikan Athi, membuat ketertarikan tersendiri pada pria itu.
Perlahan namun pasti, ia meraba paha Athi, membuat Athi sontak terkejut dengan apa yang ia lakukan. Athi tak menyangka, kenapa pria itu tiba-tiba saja melakukan itu kepada Athi, karena saat ini, Athi tidak berpakaian yang terbuka dan tidak ketat.
Jantung Athi seketika berdetak dengan sangat cepat, membuat dirinya bingung harus berbuat seperti apa lagi untuk menghadapi kelakuan bejat pria asing yang ada di hadapannya.
‘Kenapa dia berbuat seperti itu sama aku?’ batin Athi yang sangat ketakutan dengan yang pria itu lakukan.
Athi hanya bisa berdiam diri sembari tetap memejamkan matanya, sembari berharap kalau pria itu tidak berbuat yang lebih dari ini.
Akan tetapi, yang namanya laki-laki jika disodorkan wanita yang sangat cantik di hadapannya, ia tidak akan pernah menolaknya. Kelakuan pria itu semakin absurd, bahkan ia sudah sampai berani mengelus dengan sangat jelas, membuat Athi menjerit dalam hatinya.
‘Tolong!’ batin Athi, yang masih saja memejamkan matanya, karena takut dengan keadaan.
Karena sudah terlalu ketakutan dengan keadaan, Athi pun perlahan menyelipkan tangannya ke arah belakang, sehingga tangannya dapat dengan mudah mengenggam tangan Lucas.
Melihat Athi yang dengan tiba-tiba saja mengenggam tangan Lucas dengan sangat kencang, membuat Lucas merasa ada yang tidak beres darinya.
Lucas memandang ke arah pria yang ada di hadapan Keil, membuat dirinya terkejut dengan yang pria itu lakukan. Ingin sekali Lucas menghajar pria itu, tetapi Athi dengan segera menarik tangan Lucas, sehingga Lucas menyadari keinginan Athi yang ternyata tidak ingin adanya keributan di dalam bus.
Lucas menoleh ke arah Keil yang sedang memandang ke arah jendela sebelah kirinya. Lucas pun mencolek Keil, membuat Keil tersadar dan segera menoleh ke arahnya.
Lucas memberikan kode tentang pria yang ada di hadapan Keil, membuat Keil dengan segera melihat ke arah pria tersebut, yang sedang melakukan tindakan pelecehan terhadap Athi.
Keil juga ingin sekali langsung menghajar pria itu, tetapi Lucas dengan segera menarik lengannya, membuat Keil tidak bisa bergerak saat ini.
Melihat sikap dan ekspresi Lucas, Keil pun paham dengan maksudnya.
Tempat pemberhentian pun tiba, membuat Lucas dan Keil segera bangkit dari tempat duduknya. Athi pun tiba-tiba saja bangun dari tidurnya, membuat pria itu dengan segera bersikap seperti biasa.
__ADS_1
Keil segera merangkul pria sinting itu, membuat pria itu mendadak menjadi terkejut.
“Hai, Kak! Udah lama gak ketemu, ya?” sapa Keil dengan sangat senang, karena bisa bertemu dengan pria yang ada di rangkulannya.
Pria itu mengerenyitkan dahinya, “Anu, maaf, kamu sepertinya salah orang,” ujar pria itu, membuat Keil semakin tersenyum mendengarnya.
Keil tak sengaja melihat name tag yang pria itu pakai, membuatnya tahu nama pria sinting itu.
“Kak Bryan, kan? Aku Keil, teman SMP Kakak dulu. Apa Kakak gak ingat?” tanya Keil, yang semakin sok akrab saja dengan laki-laki itu.
Lucas menyambar, “Oh, Kak Bryan! Sudah lama kita gak ketemu!” sapa Lucas, membuat pria bernama Bryan itu menjadi terkejut mendengarnya.
“Kamu siapa?” tanya Bryan dengan heran, membuat Lucas tersenyum mendengarnya.
“Aku Lucas, ingat gak dulu waktu SMP, kita pernah tanding basket bareng?” tanya Lucas, membuat Bryan setengah mati mengingat tentang masa-masa SMP-nya.
Lucas sengaja menoleh ke arah Athi yang terlihat sudah sangat ketakutan, “Wah, Kak! Kamu ke sini sedang berlibur dengan pacarmu? Cantik sekali pacarmu ini!” ujar Lucas, yang dengan segera merangkul Athi ke dalam dekapannya, membuat Bryan bingung dengan kelakuan mereka.
“Ah, Kakak ini suka merendah! Cantik sekali pacarmu, Kak! Ajak kita kenalan dong sama dia!” ucap Keil yang tiba-tiba saja menyambar ucapan Bryan.
“Wah sepertinya seru, tuh!” ujar Lucas yang masih merangkul Athi.
“Yuk, kita turun dulu, soalnya bus sudah mau jalan lagi,” ajak Keil, sembari merangkul Bryan untuk turun dari bus tersebut.
Mereka pun sudah turun dari bus, membuat Keil dan Lucas sudah tidak bisa menahan amarahnya lagi kali ini.
“Tadi aku gak sengaja lihat kamu pegang-pegang paha pacarmu, Kak! Asik sekali sepertinya,” ujar Keil, membuat Bryan mendelik kaget mendengarnya.
“Wah gimana? Coba contohin aku, dong!” sambar Lucas, membuat Keil mencontohkan gerakan yang Bryan lakukan pada Athi tadi.
“Begini, bukan?” tanya Keil, membuat Bryan menjadi geli sekali dibuatnya.
__ADS_1
“Sudah, geli,” ujar Bryan, membuat Keil memandang ke arah Lucas yang juga sedang memandang ke arah Keil.
Tak memedulikan keadaan sekitar yang sangat ramai pengunjung, Keil dan Lucas pun segera menghajar habis-habisan Bryan yang menurut mereka sudah sangat keterlaluan.
Melihat hal itu, Athi pun hanya bisa pasrah dengan apa yang mereka lakukan pada pria yang sudah melecehkannya itu.
Lucas menghajar habis-habisan perut Bryan, dengan Keil yang sedari tadi merangkul Bryan dan mengunci tubuhnya menggunakan kedua tangannya.
“Bruk!”
“Bruk!”
“Bruk!”
Mereka menghajar Bryan tanpa ampun, membuat beberapa pengunjung yang melintas menjadi sangat tertarik untuk memisahkan ketiganya.
“Sialan, beraninya ngelecehin cewek yang lemah!” bentak Lucas dengan sangat tegas, membuat Bryan menjadi takut seketika dengan ucapan Lucas.
Keil melemparkan tubuh Bryan ke arah Lucas, membuat Lucas dengan senang hati menerimanya dan segera mengunci tubuh Bryan dengan sangat kuat.
“Mau macam-macam sama Athi?” tanya sinis Lucas, membuat Bryan hanya bisa pasrah dengan apa yang mereka lakukan terhadapnya.
Keil memandangnya dengan sangat sinis, “Si sialan ini, memang harus diberi pelajaran!” bentak Keil, yang bersiap untuk menghajar Bryan yang terlihat sudah lemas tak berdaya itu.
Keil memasang aba-aba, hendak memukul Bryan. Akan tetapi, beberapa orang berlarian dan segera mencegah Keil untuk tidak melakukan hal yang lebih dari yang sudah mereka lakukan.
Keil memberontak, “Lepasin!” bentak Keil, yang tubuhnya sudah dipegangi dua orang pria dewasa, sehingga kekuatannya sudah sangat kalah dengan mereka.
Satu orang lainnya pun datang untuk melerai, “Ada apa ini?” tanyanya, membuat mereka seketika melihat ke arah pria itu.
...***...
__ADS_1
Athi, Lucas dan Keil sudah selesai keluar dari kantor satpam setempat, untuk dimintai keterangan tentang mereka yang sudah berbuat onar di sekitar tempat wisata. Karena mereka berkata jujur, mereka pun akhirnya dilepaskan, dan Bryan yang sudah meminta maaf kepada Athi pun, juga sudah dilepaskan oleh pihak satuan pengamanan setempat.