
Athi memikirkan tentang kejadian pertengkaran antara Lucas dengan Keil. Entah kenapa, Athi selalu memikirkan semua permasalahan orang lain. Semua tanpa sadar selalu ia pikirkan, dan tidak pernah bisa tenang dengan hidupnya sendiri. Saking merasa sangat peduli dengan orang-orang di sekelilingnya, Athi sampai terlalu memikirkan perasaan teman-temannya itu.
‘Duh ... sebenarnya apa sih permasalah mereka, sampai mereka hampir ribut tadi?’ batin Athi yang sangat bingung dengan keadaan mereka yang sebenarnya.
Athi memandang ke arah papan tulis, ‘Untuk bertanya langsung sama Keil, gak akan mungkin! Keil kan tertutup banget, jadi pertanyaan aku gak akan dia jawab!’ batin Athi yang merasa kesal sendiri, karena sudah mengetahui tabiat temannya itu.
Sua memandang heran ke arah Athi, yang nampaknya sedang memikirkan sesuatu. Ia menyolek Imel yang sedang merapikan bukunya, membuat Imel sontak terkejut dan menoleh spontan ke arah Sua.
Setelah Imel menoleh dan memperhatikan Sua, ia menunjuk ke arah Athi yang nampaknya sedang banyak sekali beban dalam hidupnya.
Imel dan Sua menggelengkan kecil kepalanya, setelah melihat Athi yang sepertinya sedang memiliki masalah itu.
“Nah ... pasti mikirin cowok, kan?” tegur Sua dengan nada yang sangat tajam, membuat Athi seketika tersadar dari lamunannya.
“Eh ... siapa juga yang mikirin cowok?” bantah Athi, membuat Sua bertolak pinggang.
"Alah Thi, jangan bohong deh! Kenapa kamu sama si Agha?" tanya Sua dengan sinis, membuat Athi mendelik kaget mendengarnya.
Yang sedang Athi pikirkan saat ini bukanlah Agha, tetapi Lucas dan juga Keil. Karena terlalu keras memikirkan mereka, Athi sampai lupa dengan rasa sakit hatinya dengan Agha.
"Aku gak mikirin Agha, kok! Aku cuma lagi mikirin Keil yang tadi ribut sama preman itu," bantah Athi, membuat Imel menggeleng kecil.
"Preman? Maksudnya Lucas? Dia itu ... saingannya Keil di sekolah ini," ucap Imel dengan asal, membuat Sua memandangnya dengan datar.
"Bukan saingan, mereka itu sahabatan dari SMP. Kan bareng sama aku sekolahnya waktu itu," bantah Sua, membuat Imel menyeringai tak enak padanya.
Athi menganga kaget, "Lucas ... sahabatan sama Keil?" tanya Athi yang agak meragukan ucapan Sua.
Karena kenyataan tidak sesuai dengan yang Sua ucapkan, Athi jadi ragu dengan persahabatan mereka.
"Ya. Mereka selalu bareng, sampai sekolah aja bareng terus," ucap Sua, membuat Athi terdiam sejenak.
Athi terdiam, sembari memikirkan perkataan mereka tentang Lucas dan Keil.
"Udah ah, daripada mikirin mereka, mending kita siap-siap pulang!" ujar Sua, yang membuyarkan suasana.
__ADS_1
"Sebelum pulang, kita cobain main ke karaoke koin yang baru buka, yuk!" ujar Imel dengan sangat bersemangat, membuat Athi menyeringai ke arahnya.
"Aku gak bisa nyanyi," gumam Athi dengan lirih, saking malunya ia.
Imel dan Sua menggelengkan kecil kepalanya, mendengar pengakuan Athi.
"Jadi, kamu gak mau ikut, nih?" tanya Imel dengan nada malas, membuat Athi kebingungan dengan keadaan.
"Weh, kapan lagi kita ngumpul? Aku sama Imel kan ... sibuk. Memangnya, kamu gak mau refreshing sebelum ujian akhir semester ini?" tanya Sua, membuat Athi mendelik memikirkan ucapan Sua.
'Benar juga! Senin depan sudah mulai ujian, masa sih ... aku gak refresh sebelum ujian?' batin Athi yang kebingungan dengan tawaran mereka.
Sua merengkuh bahu Imel dan segera melangkah menuju ke pintu ruang kelas, "Ya sudah, kalau gak mau ikut mah. Biar aku sama Imel aja yang senang-senang," ujar Sua, membuat Athi terkejut mendengarnya.
"Aku mau ikut!" pekik Athi, membuat Sua dan Imel tersenyum mendengarnya.
Sua dan Imel menoleh ke arah Athi, sembari tersenyum penuh hasrat padanya.
"Nah ... gitu dong! Itu baru namanya seru!" gumam Imel, membuat Sua menyeringai.
"Foto dulu, yuk!" ajak Sua, kemudian menjulurkan handphone-nya ke arah hadapannya, lalu ber-selfie-ria bersama-sama.
Mereka tertawa bersama, dan melangkah menuju tempat utama yang ingin mereka tuju.
Sesampainya di sana, mereka melihat daftar harga untuk beberapa lagu. Mereka pun menganga melihatnya.
"Hah? Gila, mahal banget!" gumam Imel lirih, sembari tetap menjaga sikapnya.
"Kita beneran mau karaoke di sini?" tanya Sua yang berpikir dua kali untuk menggunakan uang 100.000 untuk 4 kali bernyanyi lagu.
"Emm ... mending kita pulang aja," ajak Athi, yang juga kebingungan dengan uang sebanyak itu.
"Eh, kita udah sampai sini. Masa mau balik, sih?" tanya Imel, yang agak kesal dengan teman-temannya.
"Habis gimana? Uang jajan aku selama seminggu, masa harus habis di tempat ini, sih? Ini baru hari Senin, lho!" ujar Sua, membuat Athi menggigit jarinya.
__ADS_1
"Aku gak ikut-ikutan," ujar Athi sembari mengangkat kedua tangannya, membuat Sua dan Imel memandangnya sinis.
"Kalian mau bikin aku malu?" tanya sinis Imel, membuat Sua dan Athi menyeringai mendengarnya.
"Hayo ... tanggung jawab," ledek Sua, membuat Imel mendelik kaget mendengarnya.
"Kenapa? Bareng-bareng dong!" ujar Imel tak mau mengalah dari mereka.
Melihat ekspresi mereka yang membuat malu Athi, Athi pun menghela napasnya panjang, berusaha untuk membuat situasinya terkendali.
"Ayo kita patungan!" usul Athi, membuat Sua dan Imel menganga mendengarnya.
Mereka mengangguk, lalu mengeluarkan uang mereka masing-masing, untuk membayar sebanyak 4 lagu yang akan mereka nyanyikan.
"Sini," gumam Athi, yang mengumpulkan uang receh dari mereka.
Setelah merapikan uang yang ada, Athi pun menghitung keseluruhannya, dan akhirnya mereka bisa membeli koin, untuk lagu yang akan mereka bawakan.
Athi memberikan uang receh itu pada sang kasir, dan sang kasir pun memberikan beberapa koin pada mereka. Setiap satu koin, mewakili satu lagu untuk bisa mereka putar.
Athi memberikan koin-koin itu pada Imel, "Nih koinnya kamu yang pegang!" ujar Athi, membuat Imel menadahkan tangannya ke arahnya.
Mereka pun masuk ke dalam ruangan yang sudah mereka pesan. Ruangannya sangat luas, membuat mereka celingukan di sekitar ruangan.
"Wah ... pantesan aja mahal! Orang ruangannya sebesar ini!" gumam Sua yang tercengang dengan ruangan yang ia lihat.
"Iya! Gak salah aku pilih tempat ini!" ucap Imel, membuat Athi memandangnya dengan datar.
"Uang jajanku ludes seketika!" gumam Athi, membuat Imel menyeringai ke arahnya, "lain kali, aku gak akan mau diajak begini sama kalian," tambah Athi, membuat Sua juga ikut menyeringai.
"Baiklah, yuk kita nyanyi!" ajak Imel dengan sangat senang.
Sua dan Imel pun bernyanyi bersama, hingga melakukan gerakan yang sama dengan yang ada di layar. Mereka sangat mahir dalam bernyanyi dan menari, membuat Athi menganga kaget mengetahuinya.
Lagu pun selesai dimainkan.
__ADS_1
"Aduh ... haus nih!" gumam Imel, membuat suasana buyar seketika.