
Saat ini, Lucas dan Athi sudah pulang dari acara kelulusan mereka. Athi sangat senang bisa lulus dengan nilai yang cukup baik. Akan tetapi, Athi juga sedih karena kelulusan ini ia tidak bersama dengan Keil.
'Keil lagi apa di sana? Kenapa dia gak pernah kasih kabar sama aku atau Lucas, sih?' batin Athi yang merindukan sosok Keil.
Mereka berjalan gontai, karena malam yang sudah semakin larut, tetapi mereka tidak ingin segera pulang.
Athi menunduk sendu, karena angin malam yang dingin, membuat hawa itu sampai masuk ke dalam tulang Athi.
Lucas melihat Athi yang sedang mengelus lengannya, yang terasa sangat dingin. Lucas memandangnya dengan kaku, karena ia sangat ragu untuk mengambil sikap.
‘Duh ... dia kedinginan?’ batin Lucas, yang bingung dengan keadaan.
Karena terlalu kaku, Lucas pun akhirnya melepaskan jaket yang ia kenakan, dan segera memakaikannya pada Athi dengan perasaan canggung.
Athi mendelik, karena kaget dengan Lucas yang bersikap canggung seperti itu padanya.
‘Hah, dia kasih aku jaket?’ batin Athi yang terkejut melihat reaksi Lucas yang tiba-tiba sangat romantis.
Lucas sadar kalau Athi sedang memandang ke arahnya. Ia pun memandang Athi dengan tatapan heran.
“Ada apa?” tanya Lucas heran dengan Athi.
“Kamu kasih aku jaket?” tanya balik Athi, Lucas menafikan pandangannya.
“Gak tuh! Aku gerah, tolong pegangin jaketku!” bantah Lucas, membuat Athi mendelik bingung dengan tingkahnya yang absurd itu.
“Hey Lucas, seenaknya saja kamu kalau bicara! Malas aku sama kamu!” bentak Athi yang agak kesal dengan ucapan Lucas yang menurutnya seenaknya saja.
Lucas terkejut dan menghela napasnya panjang, “Bukan seperti itu kok maksudku!” bantah Lucas, yang mulai khawatir jika Athi kembali marah padanya, seperti saat itu.
Athi menghentikan langkahnya, membuat Lucas ikut menghentikan langkahnya.
“Ada apa?” tanya Lucas heran.
“Lucas, temani aku minum!” pinta Athi, sontak membuat Lucas sangat terkejut.
“Memangnya kamu pernah minum sebelumnya?” tanya Lucas yang agak khawatir dengan Athi.
Athi mengalihkan pandangannya, “Gak pernah, sih,” jawab Athi dengan ragu.
__ADS_1
Lucas memandangnya dengan tatapan datar, “Dasar maksain!” umpat Lucas, Athi mendelik.
“Apa kamu bilang?” sinis Athi, tetapi Lucas hanya diam, tak menjawab sedikit pun.
Mereka saling memandang satu sama lain, membuat suasana menjadi sangat tegang.
“Kau mau temani aku, atau enggak?” tanya Athi, Lucas membulatkan matanya.
“Iya, aku temani!” ucap Lucas yang akhirnya mengalah dengan Athi.
Athi pun tersenyum, dan kembali berjalan, diikuti dengan Lucas di belakangnya.
Mereka menuju ke suatu bar, untuk sekadar menuangkan emosi dan kegelisahan Athi. Ia juga sekaligus merayakan hari kelulusan mereka saat ini.
Ini adalah kali pertama Athi meminum alkohol. Ia sangat tidak tahu rasa alkohol sebelumnya.
Lucas membantu menuangkan segelas wine pada gelas Athi, membuat Athi memandangnya dengan sangat heran.
“Kenapa dituangnya sedikit banget?” tanya Athi yang bingung dengan porsi alkohol yang diberikan Lucas padanya.
“Kau kan baru pertama minum alkohol, jadi jangan banyak-banyak dulu,” ujar Lucas, Athi pun mengerti dengan maksudnya.
Lucas mengambil segelas alkohol itu, dan menyodorkannya ke arah Athi, “Nih punyamu!” ucap Lucas, Athi dengan sangat ragu, menerimanya.
“Ada apa? Kamu yang mau, kenapa kamu malah ragu?” tanya Lucas yang heran dengan yang Athi lakukan.
Dengan memandang ke arah Lucas dengan sinis, Athi pun segera menenggak habis secara one shoot, segelas wine yang ia pegang. Hal itu sontak membuat Lucas terkejut.
‘Gila, itu sih namanya bukan pemula,’ batin Lucas yang heran dengan sikap Athi yang sudah aneh itu.
Beberapa saat mereka menghabiskan tiga botol wine bersama, membuat Athi yang baru pertama kali mencoba, menjadi sudah diluar kendalinya. Ia menjadi tidak bisa berpikir dengan jernih lagi.
Lucas memandang ke arah Athi yang sudah kacau itu, ‘Dia sudah mabuk ya,’ batin Lucas yang memandang ke arah Athi dengan sangat sendu.
“Keil, kenapa kamu ninggalin aku di sini? Kenapa selalu gak ada kabar setelahnya? Aku gak baik-baik aja di sini,” gumam Athi, yang sudah terlihat sangat kacau.
Hal itu membuat Lucas semakin yakin, kalau dia sudah benar-benar mabuk.
“Payah, baru minum 3 botol, sudah oleng,” umpat Lucas pada Athi yang sudah tidak sadarkan diri lagi.
__ADS_1
Athi pun tumbang, dan menumpukan kepalanya di atas meja bar. Lucas memandangnya dengan sangat sendu.
“Kenapa kamu pergi sih, Keil?” ujar Athi terdengar seperti orang mabuk.
Lucas memandang Athi dengan sangat sendu, karena sedikit banyaknya ia sudah sangat terpukul dengan Athi yang masih saja teringat dengan Keil.
Lucas menghela napasnya dengan panjang, “Apa cuma Keil yang ada di hati kamu?” ucap Lucas, yang merasa sangat iri dengan Keil.
Athi kembali menuang alkohol itu ke dalam gelas, membuat Lucas mendelik kaget karenanya.
Lucas segera menarik tangan Athi, tidak membiarkan Athi sampai lebih mabuk daripada saat ini.
“Sudah, jangan tambah lagi!” ucap Lucas, Athi hanya bisa menunduk sendu.
“Keil itu kenapa sih? Selalu aja bikin aku jadi kesal seperti ini?” ucap Athi yang sudah sangat tidak terkontrol.
Lucas menghela napasnya panjang, “Kau sudah mabuk. Ayo, aku antar pulang!” ucap Lucas, yang dengan segera merangkul Athi dan memapahnya.
Mereka berjalan menyusuri jalanan yang sudah hampir sepi karena waktu yang sudah malam.
Karena merasa lelah, Lucas pun membantu Athi untuk duduk, dan segera duduk di samping Athi.
“Duh ... kamu berat juga,” gumam Lucas yang agak kesal dengan Athi.
Athi memandang Lucas dengan tatapan yang sudah tidak fokus, “Hey Lucas, kenapa kamu ajak aku ke kebun binatang, sih?” tanya Athi sinis, Lucas menghela napasnya dengan panjang.
“Kau itu benar-benar udah mabuk, ya? Aku gak ngajak kamu ke kebun binatang. Kita sedang menuju ke rumah kamu,” ucap Lucas, Athi pun hanya tersenyum tidak menentu ke arah Lucas.
‘Astaga, dia benar-benar sudah mabuk!’ batin Lucas bingung dengan keadaan.
“Hey, kamu suka gak sih sama aku? Kenapa kamu selalu ada di samping aku?” tanya Athi yang terdengar asal, membuat Lucas mendelik mendengarnya.
“Karena kamu lagi mabuk, aku bilang iya deh! Aku suka sama kam--”
“Cupp!”
Lucas mendelik, karena Athi yang tiba-tiba saja mencium bibirnya. Lucas sangat terkejut dengan perlakuan Athi yang seperti itu padanya.
Beberapa saat Lucas hanyut dalam ciuman bersama dengan Athi. Ia sangat senang, karena secara tidak sengaja bisa merasakan ciuman manis bersama dengan Athi.
__ADS_1
‘Oh ... seperti ini rasanya berciuman?’ batin Lucas, yang baru menyadari tentang hal manis ini.
“Huek!”