Manisnya Cinta Sahabat

Manisnya Cinta Sahabat
Kesalahan Lucas


__ADS_3

Jam istirahat pun tiba. Sejak tadi, Athi sama sekali tidak berbicara dan hanya mendengarkan guru berbicara saja.


Lucas memandangnya dari sisi belakang Athi, ‘Dia masih marah gak ya? Apa bokongnya baik-baik saja? Tadi sepertinya, bunyinya kencang banget sampai aku kaget dengarnya,’ batin Lucas yang mengkhawatirkan keadaan Athi, setelah jatuh tadi.


Karena Lucas terkejut dengan Athi yang tiba-tiba saja terjatuh tepat di pelukannya, ia pun menjadi refleks sehinga tak sengaja membuat Athi terjatuh.


-Flashback on-


“Lucas!” teriak Athi yang kesal dengan Lucas, yang tiba-tiba saja melepaskan tangannya dari Athi.


Lucas yang terkejut, segera membantu Athi untuk bangkit, “Ayo aku bantu--”


“Gak usah!” ketus Athi, yang langsung menepis tangan Lucas, yang ingin membantu dirinya untuk bangkit dari lantai.


Karena merasa sangat terkejut, Lucas hanya bisa memandangi Athi saja.


“Selamat pagi anak-anak,” sapa seseorang yang tiba-tiba saja datang dari balik pintu.


Dengan segera, Athi pun bangkit dari tempatnya, dan segera duduk pada kursi yang tersedia di sana. Lucas pun seperti itu, ia duduk pada tempat yang sebelumnya sudah ia tempati.


Guru itu pun duduk pada kursinya.


“Hari ini adalah hari pertama kalian masuk. Bapak ingin--”


Lucas tak mendengarkan ucapan guru itu, dan malah berfokus pada Athi, yang selalu memegangi punggungnya, yang terlihat sangat sakit.


‘Dia gak apa-apa?’ batin Lucas yang khawatir dengan keadaan Athi.


-Flashback off-


Lucas masih saja memandanginya. Ia yang masih penasaran dengan keadaan Athi, segera menghampirinya yang duduknya berada di kursi barisan paling depan.


Lucas memandang Athi dengan tatapan yang dalam, “Hey serangga,” panggil Lucas, tetapi Athi sama sekali tidak meresponnya.


Wajahnya terlihat masih sangat marah. Ia hanya diam, sembari memandang sinis ke segala arah.

__ADS_1


Lucas memandang heran ke arah Athi, yang sedang merapikan barang-barangnya yang sudah berserakan, karena jam pelajaran sebelumnya.


Lucas memandang dingin ke arah Athi, “Gimana keadaan bokongmu, apa baik-baik saja?” tanya Lucas yang membuat Athi mendelik kaget mendengarnya.


Athi melihat ke arahnya, “Lucas!” teriak Athi yang sangat malu mendengar pertanyaan Lucas yang seperti itu padanya.


Wajahnya kinin sudah berubah merona, membuat Lucas menjadi keheranan sendiri karenanya.


Lucas memandangnya dengan heran, “Ada apa?” tanya Lucas dengan polosnya, membuat Athi semakin kesal karenanya.


“Masih tanya kenapa!” bentak Athi kesal, yang lalu menoleh ke sekelilingnya.


Tidak ada siapa pun di kelas ini. Athi bisa bernapas dengan lega, karena tidak ada siapa pun yang mendengar pertanyaan Lucas yang bodoh seperti tadi.


“Untung aja gak ada orang!” bentak Athi kembali, membuat Lucas menjadi bingung dengannya.


“Memangnya kenapa kalau ada orang di ruangan ini?” tanya Lucas lagi, Athi menepuk kasar keningnya karena tak habis pikir dengan Lucas.


“Ya aku malu, lah!” bentak Athi yang masih saja tetap tidak dimengerti Lucas.


Athi memandangnya dengan geram, “Jangan bicara sembarangan!” ujar Athi mengingatkan Lucas, tetapi memang dasar Lucas, ia sama sekali tidak menghiraukan ucapan Athi.


“Sembarangan apanya? Aku kan cuma nanya, apa bokongmu baik-baik saja? Kamu beneran lagi PMS, ya?” tanya Lucas lagi, mengulang pertanyaan yang tadi, membuat Athi semakin jengkel padanya.


Sikap dan perkataan Lucas, kedua hal itu membuat Athi semakin malu mendengarnya. Ia menjadi sangat malu berhadapan dengan Lucas yang sepertinya tidak mengerti dengan apa yang ia maksudkan.


Athi mendelik, “Disuruh diam ya diam. Udah deh, aku males banget tahu gak sama kamu! Aku gak mau ngomong sama kamu lagi!” bentak Athi yang saking terlalu kesal dengan yang Lucas lakukan.


Karena sudah merasa kesal, Athi pun meninggalkannya di sana, untuk menuju ke arah kantin. Lucas yang bingung, hanya bisa memandang Athi dari belakang.


Lucas mengerenyitkan dahinya, “Si serangga kenapa? Aku kan cuma nanya!” gumam Lucas yang masih belum merasa bersalah juga akan pertanyaan yang sudah ia lontarkan pada Athi.


Dengan perasaan kesal, Athi pun melangkahkan kakinya menuju ke arah kantin, karena dirinya yang sudah geram dengan Lucas, ditambah lagi dengan rasa laparnya, mengalahkan semua yang ada.


“Duh ... gara-gara si Lucas, jadi makin lapar kan aku!” gumam Athi sembari memegangi perutnya yang sakit, akibat terlambat makan.

__ADS_1


Karena mendengar ucapan aneh Lucas, Athi menjadi terus terpikir dengan yang sudah Lucas pikirkan.


Athi mendelik, ‘Apa jangan-jangan, dia sengaja ngelepasin tangannya tadi, biar aku jatuh dan dia bisa tanya-tanya tentang bokong aku?’ batin Athi yang selalu netting dengan orang lain.


Lucas bergegas untuk mengejar Athi, karena ia harus meminta penjelasan tentang pertanyaan yang sudah ia tanyakan pada Athi.


“Athi!” panggil Lucas, yang segera menarik tangan Athi, sehingga Athi pun berhenti dan berdiri di hadapannya kali ini.


Athi mendelik, “Ada apa lagi, sih?” tanya Athi sinis, sembari melepaskan cengkeraman tangan Lucas padanya.


Lucas menghela napasnya dengan panjang, “Kamu kenapa gak mau bicara sama aku lagi sih? Aku kenapa memangnya?” tanya Lucas yang mulai gusar dengan yang Athi lakukan padanya.


Athi menyedekapkan tangannya, “Kamu masih tanya lagi? Sudah dibilang jangan ditanya, ya berarti gak usah ditanya!” bentak Athi membuat Lucas menjadi bingung setengah mati.


“Ya kalau aku gak tanya, gimana caranya aku tahu kalau aku salah? Memangnya aku cenayang, yang tahu segalanya tentang wanita?” tanya sinis Lucas, yang malah membuat situasi bertambah rumit.


“Ah udah ah, bicara sama kamu mah gak jelas!” bentak Athi, yang langsung pergi meninggalkan Lucas di sana.


“Athi!”


Lagi-lagi Lucas menahan tangan Athi, membuat Athi memberontak karenanya.


“Ish, lepasin!” bentak Athi.


Karena merasa diawasi oleh orang-orang yang sedang berlalu-lalang, Lucas mau tidak mau melepaskan Athi dari cengkeramannya. Athi sangat kesal dengan Lucas, yang justru membuat Athi menjadi bahan tontonan gratis untuk mereka.


Athi memandang sinis Lucas, “Kamu berbuat begitu, malah bikin aku jadi tontonan tau gak! Risih jadinya bicara sama kamu!” bentak Athi, yang langsung pergi meninggalkan Athi di sana.


Lucas mendelik bingung dengan segala hal yang ia lakukan. Lucas hanya bisa memandang kepergian Athi menuju kantin, tanpa tahu harus berbuat apa.


‘Kenapa Athi begitu, ya?’ batin Lucas yang masih bingung dengan perlakuannya pada Athi.


Lucas, benar-benar polos. Saking polosnya, ia sampai terlihat bodoh di hadapan Athi yang memang sudah bodoh.


“Harus belajar ilmu tentang wanita nih!” gumam Lucas yang sangat tidak kuat menghadapi para wanita yang sedang PMS.

__ADS_1


“Apa beneran lagi PMS kali ya dia?” gumam Lucas lagi, yang masih menerka-nerka keadaan Athi yang baginya sangat aneh itu.


__ADS_2