
Setelah beberapa lama Athi menjalani kehidupan tanpa Lucas dan Keil di sisinya, hari ini, tepat 1 tahun Lucas meninggalkannya karena ia sedang masa karantina demi menjadi idol terkenal.
Sehari tanpa adanya Lucas di sisi Athi, sangat membuat Athi menjadi sedih. Akan tetapi, semua itu haru ia jalani, karena ia yang meminta Lucas untuk fokus pada tujuan hidupnya, ketimbang dirinya.
Namun, seperti yang kita semua tahu, berbicara memang selalu mudah untuk dilakukan, daripada menjalaninya.
Begitu pun yang terjadi pada Athi.
Sudah hampir setahun ini, Athi menunggu kabar dari Lucas. Karena kesibukan Lucas yang terus berlatih menjadi seorang idol, ia sampai tidak punya waktu untuk memberi kabar Athi, bahkan memberi kabar ibu dan adiknya.
Tak dapat dipungkiri, kehidupan menjadi seorang idol, meskipun masih training, sangat membuat Lucas senang. Di samping itu, ia juga bisa membelikan obat untuk ibunya, dan melunasi tagihan ini dan itu, yang terus menghantuinya.
Athi berdiam diri di dalam kamarnya, karena merasa sudah tidak tahu lagi harus berbuat apa.
Satu tahun tanpa kabar dari Lucas, membuat Athi harus mencari hobi baru untuk mengisi kekosongan hidupnya.
Ia sangat suka membuat video tentang tutorial make up yang selalu ia pakai, dan mengunggahnya pada akun Ensta miliknya.
Athi menghela napasnya panjang, “Sudah hampir satu tahun ini, dan Lucas belum juga memberi kabar,” gumam Athi, yang sangat merindukan sosok Lucas di hatinya.
Meskipun tanpa berkomunikasi, Athi masih bisa menyimpan rasa yang utuh dalam hatinya, untuk Lucas. Entah kenapa, Athi polos sekali.
Jika ia bertemu dengan laki-laki seperti Agha kembali, entah bagaimana nasibnya sekarang.
Di sisi sana, Lucas berjalan menyusuri keramaian, dengan mengenakan topi dan juga masker, khawatir mereka mengetahui tentang sosok Lucas, yang kini sudah mulai melejit namanya.
Ia kembali pada toko perhiasan, satu tahun lalu, yang sempat Athi lihat.
Ia membelikan sebuah kalung yang Athi lihat kala itu, dan dengan senyuman yang selalu terukir pada wajahnya, Lucas melangkah jenjang menuju ke arah taman yang tak jauh dari kediaman Athi.
“Hari ini, akan aku tebus semua waktu yang sudah terbuang di antara kita,” gumam Lucas, yang sangat senang bisa kembali dengan nama yang sudah melejit itu.
Saat ini, nama Lucas sudah melejit di mana-mana, meskipun ia belum debut, tetapi ia sudah memiliki fans di mana-mana.
Hal itu yang membuat Lucas agak berhati-hati dengan apa yang ia lakukan.
“Tring ....”
Athi terkejut, karena mendapatkan sebuah pesan singkat, dari nomor yang sama sekali tidak ia kenal.
Ia melihat isi pesan dari nomor itu, dan segera membacanya.
__ADS_1
Mata Athi mendelik, karena ia sudah tidak bisa lagi berbicara, karena melihat pesan singkat yang ternyata dari Lucas.
“Aku harus ke sana!” pekik Athi, yang langsung berlarian menuju ke arah taman dekat rumahnya.
Air mata Athi, seketika menggenang pada pelupuknya, karena ini adalah pertemuan pertamanya dengan Lucas, setelah satu tahun mereka kehilangan kontak.
Ia melihat seseorang di sana, membuatnya ingin sekali berteriak.
“Lucas,” ucap Athi dengan lirih, karena ia tidak ingin membuat kebisingan di tengah malam seperti ini.
Lucas yang sudah menunggu Athi di taman, segera menoleh ke arah Athi, yang baru saja tiba di hadapannya.
“Hug!”
Athi ternyata sudah tidak bisa menahan rasa rindunya dengan Lucas, sehingga membuatnya memeluk Lucas dengan sangat erat.
Tangis Athi seketika pecah, karena melihat Lucas yang sudah sangat berubah penampilannya ini. Lucas terlihat semakin bersinar, dan semakin tampan saja.
“Aku rindu,” ucap Athi, Lucas juga tak kuasa menahan tangisannya.
“Aku juga.”
Athi melepaskan pelukannya dan memandang Lucas dengan tatapan yang penuh dengan derai air mata.
“Bagaimana kabar kamu?” tanya Athi.
“Aku baik, seperti yang kamu lihat. Hanya saja, aku rindu,” ucap Lucas, membuat Athi tersipu mendengarnya.
Athi menghela napasnya panjang, “Kamu terlihat lebih tampan dan bersinar. Aku jadi minder,” ucap Athi, yang sangat minder melihat perubahan penampilan Lucas, yang signifikan.
Lucas menghela napasnya panjang, “Tapi aku gak pernah berubah. Aku tetap pacarmu.”
“Deg!”
Satu ucapan Lucas saja, sudah membuat Athi menjadi sangat senang mendengarnya.
Entah mengapa, Athi merasa kalau keputusan yang ia ambil ini sangatlah tepat. Athi membiarkan Lucas mengambil jalan hidupnya, dan sekarang Lucas sudah terlihat sangat sukses di matanya.
Lucas memberikan sebuah bingkisan pada Athi, “Selamat ulang tahun. Kado tahun lalu, sudah aku ganti dengan yang lebih layak dari sebelumnya,” ucap Lucas, membuat Athi mendadak terenyuh mendengarnya.
Athi menerimanya, dan segera membuka bingkisan yang Lucas berikan padanya.
__ADS_1
Matanya mendelik, karena ini adalah kalung yang sama, yang ia lihat satu tahun lalu di toko perhiasan yang sangat berkilauan itu.
Athi tidak bisa berkata-kata lagi. Ia hanya bisa menutup mulutnya, karena ia tidak percaya kalau Lucas akan menepati janjinya.
Saking senangnya, tangisan Athi menjadi pecah, dan ia segera memeluk Lucas dengan sangat erat, membuat Lucas menjadi sangat senang karena melihat ekspresi Athi yang seperti itu.
“Terima kasih,” ucap Athi, Lucas hanya diam, sembari tersenyum memeluknya.
Lucas melepaskan pelukannya, dan langsung mengecup mesra Athi. Athi yang senang dengan kado pemberian Lucas, bertambah senang karena Lucas yang saat ini mencium bibir manisnya.
Athi merasakan nyaman, saat Lucas mengecup bibirnya.
“Ckrek ....”
Saat mereka masih berciuman seperti itu, seseorang mengambil gambar mereka secara diam-diam, membuat dirinya terkejut dengan apa yang sudah ia dapatkan.
Ia pun pergi dari sana, ketika sudah mendapatkan apa yang ia inginkan.
Lucas masih saja meleburkan perasaan rindunya dengan Athi. Ia sangat senang, karena ia bisa merasakan ciuman hangat Athi lagi.
Karena merasa sudah cukup senang, Lucas pun menyudahi ciumannya pada Athi. Hal itu membuat wajah keduanya seketika berubah menjadi merah.
Suasana seketika menjadi canggung, karena mereka yang sama-sama tidak bisa memandang, satu sama lain.
Lucas memperbaiki sikapnya pada Athi.
“Ekhm ... terima kasih, sudah mau menunggu,” ucap Lucas, yang sangat canggung dengan apa yang Athi lakukan selama ini.
Athi tersenyum hangat padanya, “Karena kamu itu pacarku, kenapa kamu harus berterima kasih sama aku? Sudah seharusnya aku menunggu kamu,” ucap Athi, sontak membuat Lucas terkejut.
‘Jadi, seperti ini sifat Athi?’ batin Lucas, yang selalu pesimis saat dikarantina.
Ia sangat pesimis, kalau Athi akan meninggalkannya sama seperti saat Athi meninggalkan Keil saat itu. Lucas benar-benar sudah salah menilai Athi.
“Aku sangat menyayangi kamu, Athi,” ucap Lucas, seketika membuat jantung Athi berdebar-debar.
“Tring ....”
Terdengar suara notifikasi dari handphone Lucas. Ia pun segera melihatnya.
“Hah?!”
__ADS_1