
Kelas pun kini berakhir, dan Athi sudah mulai lega kalau Azekeil sama sekali tidak menyadari akan hal itu.
Athi memandangnya dengan tatapan takut, karena bukan hal yang tidak mungkin kalau Azekeil sudah mengetahui tentangnya.
'Duh ... apa dia jangan-jangan udah tau, ya?' batin Athi yang khawatir dengan perasaannya sendiri.
Athi kembali melihat ke arah teman-temannya, yang sedang merapikan semua barang-barang yang mereka miliki.
"Habis ini kita ke mana?" tanya Athi, membuat mereka mengubah fokusnya ke arah Athi.
"Pulang, ayah udah nyariin," jawab Sua.
"Aku juga mau beresin kamar. Kamar aku udah gak bisa dikondisikan," jawab Imel, dengan nada yang sangat imut menurut Athi.
Athi merenung, 'Padahal, mau aku ajak makan di tempat biasa jajan,' batin Athi yang sedih sendiri, karena teman-temannya yang tidak mempunyai waktu luang untuknya.
"Buru-buru amat, sih?" tanya Athi yang sendu kepada teman-temannya itu.
"Iya nih. Eh, aku duluan, ya?" pamit Sua yang tanpa basa-basi segera pergi meninggalkan Athi dan Imel.
Melihat kepergian Sua, Imel pun bergegas merapikan barang-barangnya yang masih tercecer.
"Sua, tungguin aku!" pekik Imel padanya, "Athi, aku duluan ya, bye," ucap Imel yang segera meninggalkan Athi di sana.
Athi memandang kepergian mereka dengan sangat sedih, karena dirinya yang tidak bisa ikut dengan mereka.
"Yah ... mereka udah pergi deh," gumam Athi, yang sedih melihat teman-temannya pergi meninggalkannya.
"Brukk ...."
Athi kembali tersadar dari lamunannya, karena ia terkejut mendengar ada sesuatu, yang sepertinya terjatuh. Ia pun menoleh ke arah belakangnya.
Tak sengaja, Athi melihat ke arah tempat Azekeil duduk, yang ternyata masih ada di tempatnya.
Athi mendelik, 'Hah! Kok dia masih ada di sini, sih? Kenapa dia belum pulang?' batin Athi yang masih khawatir dengan Keil.
Athi memandangnya dengan tatapan yang sangat takut, karena masih khawatir dengan yang Keil pikirkan terhadapnya.
'Dia beneran gak kenal sama aku, kan? Duh ... jadi kepikiran gini, sih? Pokoknya, aku harus pastiin, kalau dia tuh gak kenal sama aku!' batin Athi dengan segala tekad yang ada padanya.
Keil seketika pergi dari tempatnya, membuat Athi mendelik bingung, karena di ruangan ini hanyalah tinggal mereka berdua saja.
__ADS_1
Suasananya mendadak menjadi mencekam, karena Athi mendadak merasa merinding.
"Duh ... kok merinding, sih?" gumam Athi yang ketakutan dengan keadaan.
Athi yang sudah takut dengan keadaan, segera bergegas untuk menghampiri Keil, yang sudah lebih dulu pergi meninggalkannya.
Athi berusaha mengejar Keil yang sudah sedikit menjauh. Athi pun memandang Keil yang sudah lebih dulu berjalan pergi meninggalkannya.
Dengan sangat cepat, Athi pun berjalan beriringan di sebelah Keil.
"Halo, Keil!" sapa Athi dengan sangat ramah, tetapi tidak membuat Keil memandangnya.
Keil hanya berjalan, tak menghiraukan sikap Athi yang sok akrab seperti itu.
Mengetahui Keil yang acuh, Athi pun tak menyerah, dan ia kembali mengejarnya dengan berjalan sedikit lebih cepat.
"Hai Keil, aku manggil kamu, lho!" pekik Athi, yang lagi-lagi tak dihiraukan olehnya.
'Apa dia gak dengar aku ngomong, ya?' batin Athi yang heran dengan sikap Keil yang tidak bisa diubah.
Athi mengerenyitkan dahinya, "Masa sih kamu gak dengar, padahal aku dari tadi manggil, lho!" bentak Athi dengan sedikit lebih keras daripada sebelumnya, membuat Azekeil seketika menoleh ke arahnya.
"Apa?!" tanya Keil dengan sinis, membuat Athi mendelik takut karena reaksi Keil yang menurutnya terlalu berlebihan.
Mengetahui dirinya yang tak dihiraukan, Athi pun sangat kesal dibuatnya.
"Keil, kok kamu gitu, sih?" tanya Athi dengan sinis, tetapi Keil hanya menatapnya dengan tatapan sinis.
Athi mendelik, 'Apa dia beneran gak tahu ya kalau ini aku?' batin Athi, yang sudah sia-sia dengan apa yang ia lakukan tadi.
Athi melakukan selebrasi, di dalam hatinya.
'Ternyata dia beneran gak tau kalau ini aku. Apa sekalian aja ya aku deketin?' batin Athi yang mendadak bersemangat sekali.
Athi kembali mengejar Keil yang sudah berada di hadapannya.
"Keil, kamu juga masuk ke klub ini ya ternyata? Kamu dapat informasi dari siapa?" tanya Athi sembari menyelaraskan langkahnya dengan langkah Keil.
"Keil, semua orang yang ada di klub, udah aku punya nomor teleponnya. Hanya kamu aja yang belum, apa boleh aku--"
"Apa?" tanya Keil sinis, yang mendadak menghentikan langkahnya, dan memandang Athi dengan tatapan yang dingin.
__ADS_1
Athi tertegun melihat sikap Keil yang menurutnya sangat aneh, "Boleh minta nomor kamu?" tanya Athi sembari menyodorkan handphone-nya ke arah Keil.
Dengan pandangan sinis, Keil pun mengambilnya dengan sangat cepat, dan mengetikkan sesuatu di handphone Athi.
Melihat respon Keil yang seperti itu, membuat Athi mendelik tak percaya.
Keil menyodorkan kembali handphone milik Athi ke arahnya, "Nih, awas ya, jangan nge-chat kalau gak penting," ucap sinis Keil yang mencoba untuk memperingati Athi.
Athi memandangnya dengan heran, "Iya iya!" gumam Athi yang sedikit kesal, sembari merampas handphone miliknya, dari tangan Keil.
Keil pun meninggalkan Athi sendirian di sana, membuat Athi menjadi setengah jengkel terhadapnya.
"Ih, dia kenapa, sih? Sikapnya aneh banget!" geram Athi, sembari menatap kepergiannya.
"Apa dia gak suka sama cewek?" gumam Athi bertanya-tanya dengan dirinya sendiri.
"Brrrr ...."
Athi pun meninggalkan tempat itu, dan segera menuju ke rumahnya.
...***...
Malam hari pun tiba. Rutinitas Athi yang memang sudah terbiasa untuk mengunjungi toko buku itu, memang sudah ia jalani setiap hari.
Tiada hari tanpa mengunjungi toko buku kesayangannya.
Dengan dandanan seadaanya seperti biasa, Athi pergi dengan santainya, dan merasa bahagia sekali, karena dirinya yang ingin membaca komik novel terbaru yang baru saja terbit hari ini.
"Yeay! Komik baru!" gumam Athi yang segera melangkah menuju ke dalam toko.
Ia melihat-lihat sekelilingnya, yang terdapat banyak sekali novel dan komik terbaru, yang tersusun rapi di beberapa rak buku.
Mata Athi mendelik, karena merasa sangat bersemangat melihat pemandangan yang baginya sangat menakjubkan itu.
"Woah! Gila, banyak juga yang terbit!" gumam Athi dengan sangat senangnya.
Ia pun bergegas mencari buku itu, ke segala arah. Ia memandang satu per satu buku yang ia lihat, dengan saksama.
Matanya membulat, "Nah! Ini dia yang aku cari," gumam Athi, yang akhirnya menemukan buku yang ia nantikan.
Athi pun mengambilnya dan segera membayar buku tersebut.
__ADS_1
"Hah!" gumam Athi yang terkejut, karena ketika ia berbalik, Azekeil pun sudah ada di hadapannya, sehingga membuat Athi mati gaya dibuatnya.
Tatapan mata Azekeil sangat sinis, membuat Athi agak takut dengannya.