Manisnya Cinta Sahabat

Manisnya Cinta Sahabat
Liburan Bersama


__ADS_3

Sabtu pagi, Keil bangun dari tidurnya. Ia merasa sangat tidak bergairah pagi ini. Rasanya, ia ingin sekali me-refresh otaknya.


Keil meremas rambutnya cukup keras, “Duh, rasanya kepalaku mau meledak,” gumam Keil, yang merasa sudah tidak sanggup lagi untuk berpikir.


Keil yang duduk di pinggir ranjang, segera bangkit, dan melangkah ke arah kamar mandinya.


“Srakk ....”


Ia membuka keran, dan membasuh wajahnya yang sudah sangat kacau itu. Keil memandangi setiap sisi wajahnya dari arah cermin, yang sudah tidak terurus.


“Apa perlu refreshing? Terakhir refreshing saat mengunjungi makam Kia. Rasanya kepala sudah ingin meledak, karena terlalu banyak dijejali materi pelajaran,” gumam Keil, yang merasa sangat tersiksa dengan dirinya.


“Mandi dulu aja deh,” gumam Keil, yang segera membilas tubuhnya dengan air yang mengalir dari shower.


Setelah selesai mandi, ia melangkah menuju ke arah kakinya ingin melangkah. Ia sama sekali tidak punya tujuan, karena itu ia hanya mengikuti kakinya saja.


“Hah?”


Keil mendelik, karena kakinya mengajaknya melangkah ke arah rumah Athi. Tanpa ia sadari, hal itu membuat Keil merasa sangat bingung.


“Kenapa aku malah ke sini?” gumam Keil, yang bingung dengan apa yang ia lakukan.


Keil menghela napas panjang. Karena sudah terlanjur seperti ini, ia pun mengeluarkan handphone-nya untuk segera menelepon Athi.


Dari arah sana, muncul Lucas yang juga berniat untuk ke rumah Athi. Ia sangat ingin mengajak Athi untuk pergi bersamanya, karena semalam ia sudah berjanji dengan Athi, ingin mengajaknya jalan-jalan sebagai permintaan maafnya.


Lucas menghentikan langkahnya, dan terdiam sejenak, karena ia tak sengaja melihat Keil yang ada di hadapannya.


Ia memperhatikan Keil dari jauh, merasa kalau Keil hendak menemui Athi.


‘Masa sih, Keil mau menemui Athi?’ batin Lucas, yang masih tidak percaya dengan keadaan.


Karena terlalu bingung, Lucas pun segera menghampiri Keil yang sedang fokus dengan teleponnya.


“Keil,” panggil Lucas, membuat Keil memandang ke arahnya.


Keil sangat bingung, karena melihat Lucas yang ada di sini.


“Dring ....”


Terdengar suara dering handphone, membuat Lucas dan Keil seketika menoleh ke arah sumber suara.


Dari arah hadapan mereka, tiba-tiba saja muncul Athi yang sedang berusaha untuk mencari handphone-nya dari dalam tasnya.


Athi seketika terkejut, karena melihat di hadapannya kini, ada Lucas dan juga Keil yang terlihat sedang menunggunya.

__ADS_1


“Lho, kalian kok bisa bareng? Memangnya kita mau jalan bertiga?” tanya Athi yang terdengar bingung, membuat Keil menjadi ikut bingung.


“Jalan bareng? Memangnya, dia ngajak kamu jalan?” tanya Keil sembari menunjuk ke arah Lucas.


Lucas memandang ke arah Keil dengan sangat datar, “Iya, aku ajak Athi untuk jalan bareng hari ini,” jawab Lucas, “kamu ngapain ada di sini?” tanyanya, membuat Keil mendadak bingung mendengarnya.


“O-oh, kamu sudah ada janji sama Lucas,” gumam Keil yang merasa sangat bingung dengan keadaan.


“Iya, aku sudah ada janji sama Lucas hari ini,” jawab Athi, “memangnya, kamu mau ajak aku ke mana?” tanyanya.


“Gak ada, aku cuma gabut aja.”


Athi memandang datar Keil, “Ya sudah. Ikut kita aja, gimana?” tawar Athi, Keil mendelik bingung mendengarnya.


“Aku, ikut sama kalian?” tanya Keil yang sepertinya tidak terima dengan ajakan Athi.


Lucas memandangnya sinis, “Jadi kamu gak mau ikut sama kita?” tanya sinis Lucas.


“Bukan gitu, aku gak mau bertiga.”


Lucas memandang Keil bertambah sinis, “Jadi maksudmu, kamu gak mau aku ikut bersama kalian?” tanya sinis Lucas yang mendapat anggukan kecil dari Keil.


“Tepat.”


Yang Keil ingin, hanya mengajak Athi saja, tidak mengajak Lucas. Akan tetapi, tak disangka kejadiannya akan seperti ini, membuat Keil tidak bisa menolaknya lagi.


“Hey, jangan seperti itu, dong! Aku juga ingin ikut. Tahu tidak, kepalaku hampir pecah karena belajar setiap hari!” ujar Keil dengan sedikit kesal, membuat Lucas menafikan pandangannya dari Keil.


“Aku gak peduli.”


Keil mendelik, “Sialan, anak ini,” geram Keil, membuat Athi tertawa karenanya.


“Ya udah, kita bareng-bareng aja yuk jalannya?” ajak Athi.


Keil menghela napasnya panjang, “Ya sudahlah. Mau bagaimana lagi?” gumam Keil lirih, yang terpaksa menerima semuanya.


“Ya udah, yuk kita pergi bareng,” ajak Athi, mereka pun melangkahkan kakinya menuju ke arah stasiun terdekat.


“Memangnya kita mau ke mana?” tanya Keil sembari melangkahkan kakinya beriringan bersama dengan Athi dan Lucas.


“Lucas ajak aku ke kebun raya. Waktu itu kan ... kita gak jadi, karena ada insiden tak mengenakkan,” ujar Athi, membuat Lucas memandangnya dengan sinis.


“Pltak!”


“Aww!” gumam Athi lirih, sembari menggosok keningnya dan memandang Lucas dengan sinis.

__ADS_1


“Ngapain sih kamu nyentil aku?” tanya sinis Athi.


“Lain kali kalau kamu diam aja kalau dipegang-pegang dengan pria asing, aku gak akan mau nolong kamu lagi,” ucap Lucas mengingatkan Athi, membuat Athi menyeringai ke arahnya.


“Ada Keil yang akan nolong aku,” sanggah Athi yang sudah sangat percaya diri.


Athi menoleh ke arah Keil, “Ya kan, Keil?” tanya Athi, Keil mengerenyitkan dahinya.


“Gak tuh!” bantah Keil, membuat Athi mendadak kesal dengannya.


“Ih ... Keil!” teriak Athi yang kesal dengan mereka.


“Wah, ada kalian?” sapa seseorang, yang tiba-tiba saja berdiri di hadapan mereka, membuat mereka terkejut melihat gadis sexy itu.


“Belle?” gumam Athi yang heran dengan keadaan Belle, “kamu ngapain di sini?” tanya Athi.


“Aku lagi jalan-jalan aja. Kalian mau pada jalan-jalan, ya?” tanya Belle, Athi pun mengangguk mendengarnya.


“Iya, kita mau ke kebun raya.”


Belle mendelik senang, “Wah, aku mau ikut dong!” teriak Belle, membuat Keil dan Lucas terkejut mendengarnya.


“Gak boleh!” bantah Lucas dan Keil secara bersamaan, membuat Athi dan Belle mendelik kaget mendengarnya.


“Biarin aja sih, kenapa Belle gak boleh ikut?” ujar Athi yang tidak setuju dengan keputusan Keil dan Lucas.


“Pokoknya gak boleh!” bantah Lucas, yang mendapatkan anggukan persetujuan dari Keil.


Athi memandang mereka dengan sinis, “Ya udah kalau Belle gak boleh ikut, biar aku sama Belle aja yang jalan tanpa kalian,” ucap Athi, sembari merangkul Belle.


“Ayo Bell,” ajak Athi sembari meninggalkan mereka di sana.


Lucas dan Keil saling melempar pandangan. Mereka merasa kesal, karena liburan mereka menjadi terganggu karena Belle.


“Kita mau ke mana, Thi?” tanya Belle bingung.


“Kebun raya.”


“Hah, kebun raya? Mau ikut!” teriak seseorang yang datang entah dari arah mana, bersama orang lainnya di sebelahnya.


Athi mendelik karena melihat Sua dan juga Imel, yang entah darimana datangnya, seperti dragon ball.


Melihat keberadaan Imel dan Sua, membuat Lucas dan Keil semakin kesal, dan menepuk wajahnya dengan kasar.


...***...

__ADS_1


__ADS_2