Manisnya Cinta Sahabat

Manisnya Cinta Sahabat
Tidak Menyangka


__ADS_3

Mendengar hal yang Lucas jelaskan, seketika membuat Athi menjadi sangat kaget.


Benar-benar sangat kaget.


“A-apa?” teriak Athi, yang saking terkejutnya dengan ucapan Lucas, membuat semua orang yang berlalu-lalang menjadi memandang ke arahnya.


Lucas memandang ke arah sekelilingnya, kemudian memandang ke arah Athi dengan sinis.


“Gak usah teriak juga, kali!” bentak Lucas, Athi tertegun mendengarnya.


“Gimana bisa? Masa aku yang polos ini, bisa-bisanya ngerebut first kiss kamu?” tanya Athi dengan sangat bingung.


Athi sangat tidak menyangka, kalau dirinya bisa melakukan hal demikian dengan Lucas. Alkohol itu membuat Athi menjadi tidak keruan, sampai-sampai ia tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri.


Lucas menafikan pandangannya, karena ia merasa malu dengan Athi.


“Aku juga gak tahu,” jawab Lucas, yang sangat malu dengan pertanyaan semacam itu.


Wajah Lucas kini merona, layaknya bunga sakura yang sedang bermekaran.


Athi menunduk, karena setengah tidak percaya dengan apa yang Lucas katakan padanya.


Lucas menghela napasnya panjang, berusaha untuk mempersiapkan dirinya.


‘Biar bagaimanapun juga, aku harus bisa menguasai keadaan. Aku harus bisa mengungkapkan perasaan yang aku miliki padanya,’ batin Lucas, yang masih berusaha untuk mempersiapkan dirinya untuk mengutarakan perasaannya.


Kiranya dirasa cukup, Lucas segera memandang Athi dengan sangat dalam.


“Athi,” panggil Lucas, Athi segera menoleh ke arahnya.


“Aku suka sama kamu. Pacaran denganku, ya!”


“Deg!”


Mendengar perkataan Lucas yang demikian, membuat jantung Athi menjadi terpacu. Ia mendelik, karena bingung dengan pernyataan cinta yang Lucas utarakan padanya.


‘Lucas nembak aku?’ batin Athi, yang tidak peracaya dengan semua ini.


Athi memandang Lucas dengan lekat. Sepertinya, selama ini Athi sudah melewatkan hari-hari bersama dengan Lucas, tanpa memandangnya sebagai seorang laki-laki, melainkan hanya memandangnya sebagai seorang sahabat saja.


Athi tak menyangka, kalau Lucas akan menyatakan perasaannya padanya.

__ADS_1


Athi mendelik, lalu menunduk karena sudah terlalu bingung dengan yang Lucas katakan. Athi benar-benar sudah melewati waktu bersamanya, dan hanya menganggapnya sebagai seorang sahabat.


Belum lagi, masalah hatinya yang masih saja berujung pada Keil, yang belum tentu akan kembali. Athi sangat menyayangkan perasaannya, karena rasa cintanya tidak bisa berbalas dengan Keil.


Lucas memandang Athi yang nampaknya sedang bimbang dengan keadaan. Lucas menghela napasnya panjang, karena ia merasa sangat lega sudah menyatakan perasaannya terhadap Athi.


‘Apa lagi yang aku tunggu? Keil sepertinya juga tidak akan pernah kembali,’ batin Athi, yang sangat sedih dengan kisah cintanya dengan Keil yang sangat menyiksa hatinya.


Belum sempat merasakan cintanya dengan Keil, ternyata author sudah tega memisahkan antara dirinya dan juga Keil.


Sungguh othor tidak berperikemanusiaan.


‘Aku juga sangat nyaman bersama Lucas, walau kadang dia gak jelas sih, tapi dia yang ada di saat Keil pergi ninggalin aku. Aku gak bisa membantah, kalau aku juga sebenarnya nyaman sama dia,’ batin Athi, yang berada dalam keadaan bimbang.


Lucas memandangnya dengan lekat, sembari meletakkan tangannya di atas punggung tangan Athi. Athi terkejut, dan memandang ke arah Lucas.


“Gak usah dijawab sekarang. Aku tahu, kamu masih bimbang, karena memikirkan Keil,” ucap Lucas, Athi mendelik mendengarnya.


“Aku sama sekali tidak mengingat Keil. Aku hanya sedang berpikir, bagaimana caranya aku mengucapkan, kalau aku nerima kamu,” sanggah Athi, membuat Lucas mendelik kaget mendengarnya.


Lucas tersenyum sangat senang mendengarnya. Dengan segera, Lucas menarik tangan Athi, untuk mencium bibirnya dengan perasaan yang sangat senang.


“Cupp ....”


Athi sangat terkejut, karena Lucas yang tiba-tiba saja menciumnya dengan sangat bahagia. Athi tidak menyangka, kalau merasakan hal ini bersama dengan Lucas, tidak buruk juga pikirnya.


Jantung mereka terus berdebar dengan cepat, membuat Athi menjadi sangat tak keruan.


Karena sudah berhasil menumpahkan rasa bahagianya, Lucas pun mengakhiri kegiatan itu bersama dengan Athi, membuat Athi tersenyum ketika memandang ke arahnya.


Wajahnya mereka kini memerah, bak kepiting yang baru saja selesai direbus. Mereka malu, bahkan untuk saling memandang sekalipun.


Lucas berusaha untuk mengambil sikap, karena ia tidak ingin membuat Athi menjadi tidak bisa bersikap di hadapannya.


“Jadi, sekarang kita pacaran?” tanya Lucas, Athi memandang ke arahnya seketika.


“Aku belum jawab, tuh!” ucap Athi mempermainkan perasaan Lucas.


Lucas memandang Athi dengan datar, “Dasar serangga menjengkelkan!” umpat Lucas, Athi mendelik mendengar Lucas menyebut dirinya serangga kembali, setelah sekian lama tidak menyebut Athi dengan sebutan itu.


“Apa kamu bilang?” tanya Athi dengan sinis, Lucas hanya memandangnya dengan dingin.

__ADS_1


“Serangga.”


“Dasar kulkas!” teriak Athi, Lucas tak terima dengan Athi yang berbicara seperti itu padanya.


“Heh, kau bilang apa tadi?” tanya Lucas, Athi bertolak pinggang di hadapannya.


“Kulkas! Kulkas!” teriak Athi, yang berniat untuk menantang Lucas.


“Mau aku cium lagi?” ancam Lucas, membuat Athi menjadi sangat takut dengan ancamannya.


“Aku pukul kau ya!” ancam balik Athi, Lucas malah menyodorkan wajahnya ke arah Athi.


“Kalau kamu berani, ayo pukul aku!” suruh Lucas, Athi pun terdiam, sembari memandang wajah Lucas dengan sangat dekat.


Hal itu membuat jantung Athi seketika terpacu menjadi sangat kencang.


‘Aku baru sadar, wajah Lucas ternyata ganteng banget. Putih bersih, pori-porinya juga kecil, gak kayak aku yang berbanding terbalik dengan dia. Masa sih, dia mau jadi pacar aku?’ batin Athi yang benar-benar terkejut dengan keadaan fisik Lucas.


Ia selalu membandingkan keadaannya dengan keadaan orang lain. Hal itu yang membuat Athi menjadi kesulitan sendiri dalam menjalani kehidupannya.


Karena sudah menunggu terlalu lama dan tak ada tindakan apa pun dari Athi, Lucas pun membuka matanya, karena heran dengan Athi yang juga tidak memukulnya.


“Mana? Katanya mau pukul?” tantang Lucas, Athi menganga tak terima dengan ucapan Lucas.


Athi menafikan pandangannya karena merasa tidak bisa melakukan hal itu pada Lucas. Entah mengapa, ia tidak tega memukul Lucas, walau Lucas sangat mengesalkan baginya.


Lucas memandang ke arah Athi dengan senyuman. Ia paham, kalau Athi tidak akan melakukan itu.


Lucas pun mengeluarkan handphone-nya, dan terlihat melakukan sesuatu. Athi yang penasaran dengan apa yang dilakukan Lucas, segera melihat ke arah handphone yang sedang ia pegang.


“Kamu ngapain?” tanya Athi yang penasaran dengan apa yang Lucas lakukan.


“Ganti namamu di kontakku, dan juga ganti foto profil,” jawab Lucas.


Athi mendelik kaget mendengarnya, ‘Kok dia so sweet?’ batin Athi yang merasa sangat senang diperlakukan spesial seperti itu.


Lucas mengganti nama Athi menjadi Serangga, membuat Athi menjadi sangat kesal ketika mengetahuinya.


Athi mendelik kaget ke arahnya, “Kamu ganti namaku jadi serangga?” tanya sinis Athi, Lucas hanya menyeringai saja di hadapannya.


Athi mendelik, “Lucas!!” teriak Athi, yang tidak terima dengan kelakuan absurdnya itu.

__ADS_1


...***...


__ADS_2