Manisnya Cinta Sahabat

Manisnya Cinta Sahabat
Kalian Masih Tetap Sama


__ADS_3

Sementara di sana, Lucas sudah sampai di vila tempat Athi meletakkan semua barang-barangnya.


Dengan sangat terpaksa, Lucas menerobos hujan dari mobilnya ke arah pintu masuk vila milik keluarga Keil.


Lucas dengan sangat tergesa, segera membuka pintu vila dengan sangat kasar.


“Brak!”


Semua mata tertuju pada Lucas, yang baru saja datang membuka paksa pintu masuk vila.


Sua memandang dengan sangat sinis, “Apa-apaan kau, Lucas? Kenapa datang gak ketuk pintu, atau tekan bel sih?” tanya Sua yang kesal dengan Lucas yang tiba-tiba saja masuk ke dalam vila, tanpa permisi.


Lucas mendelik, “Di mana Athi?” tanya Lucas, Imel dan Belle memandangnya dengan heran.


“Tadi sih dia katanya mau jalan-jalan,” jawab Belle.


“Ya, sama Keil!” sambar Imel dengan polosnya, membuat Lucas menganga kaget mendengarnya.


“Ke mana mereka jalan-jalan?” tanya Lucas.


“Mana saya tahu,” ucap Imel dengan nada yang seperti anak kecil.


Belle memandang ke arah Imel dengan senyuman, “Imel ternyata imut juga,” ucap Belle, sontak membuat Imel tersipu.


“Belle ...,” ucap Imel yang lalu memeluk Belle dari samping, “jadi sayang,” ucap Imel dengan senyuman.


“Ah ... kamu,” ucap Belle dengan nada yang sangat manja, membuat Sua merasa jijik sendiri melihat kelakuan mereka.


“Ke arah mana?” tanya Lucas lagi.


“Tadi sih ... ke arah bukit,” jawab Sua, sontak membuat Lucas mendelik.


‘Jangan-jangan, Keil mau menyatakan perasaannya sama Athi? Aku harus cepat ke sana!’ batin Lucas yang sudah sangat khawatir tentang hal itu.


Lucas memandang ke arah mereka, “Ada payung yang bisa saya pakai?” tanya Lucas, mereka serentak menunjuk ke arah payung yang ada di sudut ruangan.


“Itu di sana!” ucap mereka serempak.


Lucas segera menyambar payung tersebut, dan langsung menerobos hujan dengan payung yang ia pakai.


‘Aku harus cepat!’ batin Lucas yang sudah tidak bisa lagi menunggu.


Sementara di sana, Keil sedang berusaha untuk membuat api unggun. Ia harus bisa membuatnya, karena cuaca yang sangat dingin, sehingga membuat tubuhnya sudah seperti tidak terasa.


“Srak!”

__ADS_1


Setelah melakukan berbagai macam cara, akhirnya Keil bisa menyalakan api unggun untuk menghangati tubuhnya.


Keil pun duduk di sebelah Athi, yang terlihat sudah sangat kedinginan. Keil memandangnya dengan sangat sendu, karena dia sangat khawatir dengan keadaan Athi.


Karena ia tersadar sedang memakai mantel yang tebal, Keil pun segera melepasnya dan memakaikannya untuk Athi.


Mengetahui sifat manis Keil padanya, Athi hanya bisa menunduk takut, dan tidak bisa berbuat apa-apa lagi.


“Makasih,” ucap Athi tanpa memandang ke arah Keil, tetapi Keil hanya diam saja.


Suasana mendadak agak canggung karenanya. Mereka menjadi bingung, karena sama-sama saling tidak bisa berbicara.


Bagi Keil, ini adalah pengalaman mereka bersama dalam situasi seperti ini. Keil sungguh tidak percaya, akan berdua bersama dengan Athi seperti ini.


‘Apa aku harus menyatakan perasaan saat ini, ya?’ batin Keil yang sangat bingung dengan apa yang akan ia lakukan.


Keil sama sekali tidak ada persiapan untuk mengungkapkan perasaannya. Oleh karenanya, Keil sangat bingung dengan yang harus ia lakukan.


“Glek ....”


Keil tak sengaja menelan salivanya, karena merasa sangat canggung dengan keadaan yang meraka alami saat ini.


Bukan hanya Keil yang merasakannya, tetapi juga Athi juga merasakan rasa canggung yang sama dengan yang Keil rasakan.


Keil memandang ke arah Athi dengan ragu, “Athi, ada yang mau aku bicarakan sama kamu,” ucap Keil, sontak membuat hati Athi menjadi gemetar mendengarnya.


Keil menghela napasnya panjang, “Athi, aku masih suka sama kamu!” ucap Keil sontak membuat Athi mendelik kaget mendengarnya.


Athi tidak bisa berkata-kata lagi, karena ia merasa kalau Keil sudah sangat membuatnya terpojok.


“Brak!”


“Athi!” pekik Lucas, yang tiba-tiba saja datang dari arah luar pintu vila, membuat mereka sontak memandang ke arah Lucas.


Lucas mendelik karena memang benar, ternyata Athi dan Keil yang sedang berada di dalam vila ini.


Athi mendelik kaget, “Lucas!” gumam Athi yang sangat terkejut dengan kehadiran Lucas.


“Hacih!”


Lucas mendadak bersin, karena ia terkena sedikit saja air hujan, saat ia mengemudikan mobilnya ke tempat ini. Hal itu membuat Athi merasa sangat kasihan dengan Lucas.


“Kamu bersin? Tutup pintunya, sini masuk,” ucap Athi, yang sepertinya masih memerhatikan keadaan Lucas.


Melihat Athi yang sepertinya masih memedulikan Lucas, membuat Keil merasa sangat sedih. Ia baru saja ingin mengutarakan perasaannya pada Athi, tetapi Lucas sudah terlanjur ada di hadapannya.

__ADS_1


Mereka pun duduk bersama, dengan Athi yang ada di pertengahan mereka. Hal itu membuat mereka sangat canggung jadinya.


‘Untung saja Lucas datang tepat waktu, kalau tidak, aku bingung menjawab pertanyaan Keil,’ batin Athi yang sangat bersyukur dengan keadaan.


“Kenapa kamu ada di sini?” tanya Athi pada Lucas.


“Kita kan sudah berjanji, kalau aku akan mengosongkan jadwal. Rupanya kamu malah pergi ke acara sendiri, tanpa ajak aku,” gerutu Lucas, membuat Athi menjadi tidak enak hati dengannya.


“Maaf ya, aku gak maksud gitu,” ucap Athi.


“Ya sudahlah, yang penting sekarang kita sudah ketemu,” ucap Lucas, mengalihkan topik pembicaraan.


Mereka sejenak memandang api unggun, membuat Athi merasa sangat rancu jadinya.


‘Bagaimana ini? Aku harus bisa mengalihkan topik!’ batin Athi yang sangat bingung dengan yang terjadi padanya.


Athi menghela napasnya panjang, “Kalau bertiga seperti ini, aku jadi ingat masa lalu kita!” ucap Athi, membuat Keil dan Lucas memandang ke arahnya.


Di pandangan mereka, Athi terlihat sangat ceria kali ini.


Athi memandang ke arah Keil, dan kembali memandang ke arah Lucas.


“Hey, kita foto bertiga, yuk!” ajak Athi, Lucas dengan segera merapatkan jaraknya pada Athi, membuat Keil juga melakukan hal yang sama.


Athi mengambil handphone-nya, dan segera mengarahkan kameranya ke arah mereka.


“Cheers!”


“Ckrek!”


Satu pose berhasil diambil, membuat Athi menjadi sangat senang melihat hasil foto ini.


“Duh ... melihat foto ini, jadi rindu masa SMA,” gumam Athi yang sangat menjiwai ucapannya.


Lucas tersenyum, “Kalau kamu rindu, apa kita bisa seperti dulu lagi?” tanya Lucas, sontak membuat Athi tersenyum lebar.


“Tentu saja, kalian kan ... sahabat aku! Kita bertiga, gak akan pernah terpisahkan!”


“Deg!”


Ucapan Athi sontak membuat Lucas dan Keil menjadi sangat berdebar.


Keil menunduk sendu, sementara wajah Lucas sangat berbinar mendengarnya.


‘Athi benar hanya menganggap aku sebagai temannya?’ batin Keil yang sangat sendu dengan ucapan Athi.

__ADS_1


‘Akhirnya, kita bisa seperti dulu lagi. Tidak ada jarak di antara kita,’ batin Lucas, yang sangat senang, karena setelah hubungan mereka berakhir, mereka masih bisa bersama seperti dulu.


...***...


__ADS_2