Manisnya Cinta Sahabat

Manisnya Cinta Sahabat
Saingan Percintaan


__ADS_3

Sesampainya di kelas Azekeil, Athi pun segera meletakkan semua buku yang diperintahkan Azekeil di atas mejanya.


"Brukk ...."


Athi memandang kesal ke arah tumpukan buku yang ada di hadapannya, "Huh! Awas aja tuh sih Keil, seenaknya nyuruh-nyuruh aku! Pake segala nyuruh dia manggil Yang Mulia Azekeil, pula!" gumam Athi dengan sangat kesal, membuat dirinya jadi gondok sendiri membayangi Azekeil yang sok itu.


"Harusnya tadi aku gak usah ngomong macam-macam! Ini mulut, kadang suka gak bisa dijaga, sih!" bentaknya pada dirinya sendiri, membuatnya bertambah kesal dengan keadaan.


Athi menoleh ke sekelilingnya, "Bener kan ini tempat duduknya Keil?" gumam Athi bertanya-tanya dengan dirinya sendiri, karena merasa kurang yakin dengan tempat duduk Keil.


"Jadi itu, yang namanya Keil?" gumam seseorang pada temannya yang lain, membuat fokus Athi menjadi teralihkan ke arah mereka.


Athi tak sengaja mendengar perbincangan para gadis di kelas Keil itu, yang sedikit banyaknya membuat Athi merasa penasaran dengan apa yang mereka perbincangkan.


Athi tetap berdiri di sana, sembari berusaha mendengarkan perbincangan para gadis, yang sepertinya sedang memperbincangkan Keil.


"Kenapa dia baru pindah ke kelas ini hari ini?" tanya gadis pertama, yang terdengar sangat penasaran dengan kejadian yang sebenarnya.


"Gak tahu, tuh! Katanya sih ... karena ada kesalahan nilai. Harusnya dia ada di kelas ini sejak awal pertama masuk sekolah, tapi, dia malah jadi masuk kelas biasa," jawab gadis lainnya.


Kelas ini adalah kelas pilihan, untuk orang-orang terpilih yang mempunyai prestasi yang bagus, dan termasuk kelas terbaik di sekolah ini. Karena ada kesalahan nilai, membuat Keil salah menempatkan diri. Ia malah menduduki kelas untuk orang-orang biasa seperti Athi. Padahal, kepintaran Keil sudah tidak diragukan lagi.


Keil sangat jenius, untuk anak seusianya.


"Oh gitu. Terus, anak kelas dia yang lama, kayaknya heboh banget tuh si Keil pindah ke kelas ini. Kenapa deh?" tanya gadis ke-3, membuat telinga Athi menjadi agak besar jadinya, saking terlalu penasaran dirinya dengan Keil.

__ADS_1


"Pasti heboh, lah! Keil kan ... junior paling manis di sekolah ini. Cewek-cewek di kelas lamanya, sama senior di satu tingkat, atau dua tingkat di atas kita pun ... banyak lho yang incar dia!" gumamnya, seperti ratu rumpi saja jadinya.


Hal itu membuat Athi kesal, karena mereka yang lebih tahu mengenai Keil.


'Seberapa terkenalnya sih Keil itu? Sampai semua orang tau semua hal yang menyangkut si Keil itu!' batin Athi yang sepertinya tak terima dengan tingkat popularitas Keil yang lebih melejit, dibandingkan dirinya.


"Wah ... saingan aku makin banyak, nih! Gak bisa gini terus! Untungnya ... Keil ada di kelas ini, jadi bisa setiap saat perhatian sama dia deh!" gumam salah seorang gadis di sana, membuat Athi merasa jijik mendengarnya.


'Kok kayaknya senang banget sih, kalau Keil ada di kelas ini? Kok aku jadi kesel dengar Keil melulu?' batin Athi merasa sangat kesal mendengarnya.


"Ah kamu, memangnya Keil mau sama kamu?" ledek gadis lainnya, membuat gadis itu merasa sedikit kesal dengannya.


"Ah, lihat aja nanti. Mana nolak dia kalau sama cewek cakep kayak aku? Aku pasti bisa lah ngambil hatinya," gumam gadis itu dengan sangat percaya diri dengan dirinya.


Tiba-tiba Athi teringat dengan salah satu komentar teman-teman media sosialnya, yang mengatakan kalau sepertinya Keil sangat menyukai Athi yang ia temui di toko buku, membuat wajah Athi seketika memerah karena mengingatnya.


Athi menunduk sendu, memikirkan perasaannya terhadap Keil, yang bagi anak seusia dirinya saat ini, mungkin saja merupakan cinta monyet.


Athi melirik seketika ke arah anak gadis yang sedang membicarakan Keil. Pandangannya terpaku, karena gadis yang ia lihat, sangatlah jauh segala-galanya daripada dirinya.


'Aduh ... kok saingan aku cantik banget kayak gitu, ya? Aku beneran minder sih kalau saingannya begini, mah. Ini aku kenapa sih? Cinta monyet, kah?' batin Athi yang kesal dengan dirinya sendiri.


Walaupun Athi sangat menyukai Azekeil saat pandangan pertamanya di toko buku kala itu, karena melihat para gadis itu yang lebih unggul darinya di segala bidang, Athi pun mendadak down dan tidak percaya diri dengan keadaan dirinya.


'Mereka cantik banget! Pakai foundation merk apa, sih? Kok mate banget di kulit wajah mereka? Terus warna tone-nya juga sesuai banget sama kulit leher. Jadi insecure sendiri ngeliatnya,' batin Athi, menunduk sedih karena memandang ke arah mereka.

__ADS_1


Bahkan sampai saat ini pun, Athi masih saja kebingungan memilih jenis foundation yang sesuai dengan warna tone kulitnya. Selalu saja terlalu putih dari lehernya, membuat wajahnya terlihat belang dengan lehernya, seperti chili-chili-an yang selalu bonceng tiga.


"Gimana kalau kita taruhan?" tawar salah seorang gadis, membuat gadis lainnya mendelik tak percaya dengan apa yang ditawarkan temannya itu.


Athi mendelik tak percaya dengan apa yang mereka bicarakan.


'Hih gila! Sampe pengen taruhan segala buat bisa dapatin Keil?' batin Athi, merasa sikap mereka terlalu berlebihan.


Harus pergi dari sini secepatnya. Udah gak bener ini suasananya rancu! Pikir Athi, yang bergegas menuju ke kelasnya.


"Brukk ...."


"Aww ...."


Saat Athi beranjak pergi dari kelas Azekeil, ia tak sengaja menabrak Azekeil yang baru saja tiba di hadapannya.


"Lho, kamu kenapa, Thi?" tanya Keil, yang bingung melihat Athi yang sepertinya sangat terburu-buru pergi dari sana, padahal Keil baru saja datang.


"Kamu dari mana sih, Keil?" tanya Athi berbisik lirih, khawatir mereka menyadari tentang Athi yang sedari tadi menguntit pembicaraan mereka.


"Aku habis ada urusan dengan pak kepsek, soal perpindahan kelas," jawab Keil, membuat Athi melirik kecil ke arah para gadis itu.


Ternyata, para gadis itu memperhatikan Athi dengan tatapan mengumpat, membuat Athi tegang, dan segera kembali menoleh ke arah Keil.


Keil mengerenyitkan dahinya, "Kamu kenapa, Thi?" tanya Keil, membuat Athi merinding ngeri karena tatapan para gadis itu yang semakin tajam memandangnya.

__ADS_1


"Gak apa-apa, aku ke kelas dulu!" gumam Athi yang tanpa mendengar penjelasan Azekeil, ia pun segera pergi dari sana dan menuju ke kelasnya.


Keil memandangnya dengan heran, "Kenapa sih itu orang?" gumam Keil bertanya-tanya.


__ADS_2