Manisnya Cinta Sahabat

Manisnya Cinta Sahabat
Tidak Menyangka 2


__ADS_3

Athi sudah sampai di rumahnya. Ia melayangkan tubuhnya ke arah ranjangnya, karena ia merasa sangat senang dengan keadaannya saat ini.


Athi menutup wajahnya, “Aku pacaran dengan Lucas?” gumam Athi yang sangat tidak menyangka dengan keadaan yang sedang ia alami.


‘Masa sih aku pacaran sama Lucas sekarang?’ batin Athi yang masih tidak menyangka dengan apa yang ia rasakan.


Teringat percakapan mereka di taman tadi, membuat Athi semakin terkesima dengan yang Lucas katakan.


...-Flashback on-...


“Kamu beneran mau tulis nama aku jadi serangga di handphone kamu?” tanya Athi dengan sinis, Lucas pun tertawa karena baginya nada marah Athi sangat lucu ia dengar.


Lucas memandang Athi dengan lekat, “Beneran,” jawab Lucas, Athi mendengus kesal karenanya.


Lucas menghela napasnya panjang, karena sudah lelah menahan hati dan perasaannya pada Athi.


Lucas segera mengganti kembali nama Athi di handphone-nya menjadi ‘pacar’ dengan tambahan emotikon love setelahnya. Hal itu membuat Athi terdiam, karena baginya yang Lucas lakukan sangatlah romantis.


Athi mendelik, ‘Dia namain aku pakai kata pacar? Romantis banget gak, sih?’ batin Athi yang terkesima dengan apa yang Lucas lakukan.


Lucas juga terlihat sedang mengganti foto display picture yang ia kenakan di aplikasi chat, menjadi foto mereka berdua yang saat itu berkunjung ke kebun raya.


Athi menjadi sangat senang karenanya. Hal ini baru pertama kali ia rasakan, karena saat berpacaran kilat dengan Agha, ia tidak sempat merasakan hal itu.


‘Romantis banget gak, sih?’ batin Athi yang sangat senang dengan perlakuan Lucas padanya.


Lucas memandang ke arah Athi, “Mana sini handphone-mu!” ucap Lucas, Athi terkejut dan memberikan handphone-nya ke arah Lucas.


Lucas menerimanya, dan langsung mengganti display picture Athi, menggunakan foto mereka.


Lucas segera memasangkan gantungan pada handphone Athi, membuat Athi bingung karenanya.


“Kamu pasang apa?” tanya Athi.


Lucas tersenyum, dan memberikan kembali handphone milik Athi kepada Athi.


Lucas pun segera memasangkan gantungan yang sama, dengan yang ia pasangkan pada handphone Athi. Ia menunjukkannya pada Athi, membuat Athi menjadi sangat senang melihatnya.

__ADS_1


“Aku juga punya gantungan yang sama. Mulai sekarang, jangan pernah dicopot, ya?” ucap Lucas, membuat Athi tersenyum mendengarnya.


“Kalau putus, gimana?” tanya Athi yang bingung, karena tak selamanya benda ini akan tetap pada posisinya.


Lucas menunduk sendu, “Aku gak akan jamin hubungan kita ke depannya akan baik atau tidak,” ucap Lucas, membuat Athi sendu mendengarnya.


Athi mendelik, “Kita akan baik-baik aja, kan?” tanya Athi, Lucas mendelik dan seketika memandang ke arah Athi.


Melihat Athi yang sendu, membuat Lucas menjadi sangat tidak tega dengannya, “Ya, kita akan baik-baik saja,” ucap Lucas, berusaha untuk membuat Athi menjadi tenang.


...-Flashback off-...


Athi tersenyum, sembari memandangi gantungan handphone yang terpasang pada handphone-nya itu. Ketika melihat gantungan ini, Athi terus mengingat Lucas, yang saat ini sudah menjadi kekasihnya.


Sementara di sisi sana, Lucas ternyata sedang mengalami hal yang sama. Lucas tidak keruan, karena dirinya yang ternyata sudah mendapatkan cinta Athi saat ini.


Rasa bahagia sedang menyelimuti Lucas saat ini, karena ia sudah bisa mendapatkan hati Athi, dan secara tidak langsung juga tidak akan membuat hati kesepian lagi karena sosok Keil yang meninggalkannya.


Lucas menutupi setengah wajahnya dengan bantal yang ia peluk, “Ini beneran gak, sih? Aku pacaran sama Athi?” gumam Lucas, yang sangat tidak menyangka dengan apa yang akan ia rasakan saat ini.


Akan tetapi di balik itu, Lucas sangat menyayangi Athi, bahkan ia sangat ingin menjaga Athi, dan tidak ingin membuat Athi menjadi kesepian atau sedih.


“Duh ... aku jadi gak bisa tidur mikirin ini,” gumam Lucas, yang sangat kesal dengan keadaan yang menyiksanya ini.


Bahagia, sampai tak bisa tidur.


Lucas akhirnya mengirimkan pesan singkat pada Athi, berharap Athi juga belum tidur.


“Tring ....”


Tiba-tiba saja sebuah pesan singkat pun masuk ke handphone Athi, yang sedang ia pegang. Ia menjadi sangat bingung, dan segera melihat isi dari pesan singkat itu.


“Ternyata dari pacar,” gumam Athi yang senang melihat pesan singkat yang Lucas kirimkan padanya.


“Hari ini aku senang sekali. Bagaimana kalau besok kita kencan? Tadi kita gak sempat jalan karena hujan, besok mudah-mudahan tidak hujan.” Isi pesan singkat dari Lucas.


Athi membacanya dengan sangat senang. Ia jadi senyum sendiri membaca setiap kata yang Lucas kirimkan padanya.

__ADS_1


Athi memandang layar handphone-nya, dan mulai membalas pesan singkat untuk Lucas.


“Tring ....”


Dari sisi sana, ternyata tak butuh waktu lama, Lucas sudah menerima balasan pesan singkat dari Athi. Hal itu membuat Lucas menjadi tersenyum, sangat senang dengan balasan yang ia terima.


“Ya aku juga sangat senang. Aku masih tidak menyangka, kalau aku memiliki pacar setampan kamu. Mudah-mudahan besok tidak hujan. Aku tunggu besok pagi, jangan lupa tunggu aku di depan rumah.” Isi balasan pesan singkat dari Athi.


Wajah Lucas seketika memerah, karena malu membaca pesan dari Athi, yang mengatakan kalau dirinya sangat tampan.


‘Aku tampan katanya?’ batin Lucas, yang sangat tidak menyangka dengan apa yang ia lihat ini.


Ia bergerak di atas ranjang tidurnya, dengan gerakan yang tidak menentu, saking senangnya ia mendapatkan balasan pesan dari Athi yang seperti itu.


Bagaimana tidak? Memang banyak sekali yang mengatakan kalau Lucas itu laki-laki yang sangat tampan, tetapi perasaan dan damage-nya sangat berbeda, jika yang mengatakan hal itu adalah kekasihnya sendiri.


“Damage-nya beda banget. Duh ... jadi malu aku ketemu Athi!” ucap Lucas, yang malah berpikiran aneh dengan kekasihnya.


Lucas berpikir kembali, “Apa sih? Dia kan ... pacarku sekarang! Gak usah mikir aneh, deh! Harusnya bersyukur, karena dapat pujian dari pacar sendiri!” gumam Lucas yang kesal dengan pemikirannya sendiri.


Dari sisi sana pun Athi menunggu balasan pesan dari Lucas, yang tak kunjung ia dapatkan. Ia memandang layar handphone dengan waktu yang cukup lama, sehingga membuatnya sedikit kesal dengan hal itu.


‘Dia kok gak balas pesan aku, ya? Jangan sampai dia seperti Agha,’ batin Athi yang sangat sedih jika mengingat tentang Agha.


“Tring ....”


Athi terkejut, karena tak lama kemudian ia mendapatkan balasan pesan singkatnya dari Lucas. Dengan segera, ia pun membacanya.


“Sampai jumpa besok pagi. Mimpi indah, pacarku.”


“Deg!”


Kata-kata yang Lucas kirimkan pada Athi, membuat Athi merasa sangat senang. Entah kenapa, ia sangat merasakan hal yang di luar dari pemikirannya.


‘Aku senang banget, bisa berpacaran dengan Lucas. Berpacaran dengan Lucas, ternyata tidak buruk juga,’ batin Athi yang mulai bisa menerima keadaannya saat ini.


...***...

__ADS_1


__ADS_2