Manisnya Cinta Sahabat

Manisnya Cinta Sahabat
Banting Tulang


__ADS_3

Hati Lucas mendadak sakit, mendengar ibunya yang harus membeli obat yang biasa ia minum.


Lucas tertunduk di atas lantai kamarnya, karena dirinya sudah tidak tahu lagi harus bagaimana.


“Apa kamu tidak punya uang lebih?” tanya Lucas pada adiknya itu.


“Uangku sudah habis untuk kebutuhan makan sehari-hari, Kak.”


Mendengar ucapan Shilla, sontak membuat Lucas sangat terpukul. Selama ini, ibunya yang sudah menopang semua perekonomian keluarga mereka, dibantu dengan Shilla yang juga berjuang mencari sedikit uang, sebagai kasir paruh waktu.


Namun, semua sudah mencapai batasnya.


Ibunya sudah tidak bisa lagi menopang perekonomian keluarga mereka, karena penyakit lama yang kambuh kembali, membuat semuanya menjadi terhambat.


Ibunya sudah tidak bisa lagi bekerja berat, sementara Lucas sampai detik ini belum kunjung mendapatkan pekerjaan.


“Tes ....”


Tetesan air mata mengalir deras dari pelupuk mata Lucas, membuatnya merasa menjadi anak yang tidak berguna.


Lucas berusaha menahan gejolak perasaannya, “Shilla tenang aja, Kakak pasti akan mendapatkan uang secepatnya,” ucap Lucas, yang tidak ingin membuat adiknya sedih karenanya.


“Aku berharap juga seperti itu, Kak. Terima kasih ya, nanti aku hubungi lagi. Jaga dirimu baik-baik.”


“Tut ....”


Telepon pun terputus, sehingga membuat tangis Lucas menjadi pecah kembali karenanya.


Ia tidak menyangka, kalau ini rasanya menjadi tulang punggung keluarga.


“Selama ini aku ke mana saja, hah?” gumam Lucas yang sangat menyesali perbuatannya itu.


Selama ini, Lucas sama sekali tidak memedulikan tentang pendidikannya, dan malah mengikuti turnamen game yang sangat tidak penting. Hal itu membuat Lucas menjadi sangat menyesal, karena sudah menyia-nyiakan hidupnya.


“Kalau tahu akan seperti ini jadinya, aku gak akan sia-siakan waktu,” gumam Lucas yang sangat kesal dengan keadaan.


Tangisnya kembali pecah, karena dirinya yang sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi.


Ia membaringkan tubuhnya di atas ranjang tidurnya, membuatnya merasa menjadi sangat sedih.


Tangisannya benar-benar tidak bisa berhenti, saking sakitnya hati dan perasaan yang sedang ia rasakan.


Di sisi sana, Athi sedang tersenyum sembari memandangi foto mereka di layar handphone-nya. Ia sangat senang, karena ia sudah bisa bersama dengan Lucas, dan hari ini merupakan kencan pertamanya dengan pacarnya.

__ADS_1


Di sisi ini Athi tersenyum dengan sangat bahagia, dan di sisi lain, Lucas tengah menangis dan merasakan segala bimbang di hatinya.


Ironi.


...***...


“Sambalnya dipisah ya!” Isi pesan singkat dari seseorang, yang saat ini sedang Lucas baca.


Saat ini, Lucas sudah berusaha mencari pekerjaan sampingan, sebelum ia menemukan pekerjaan yang benar-benar bisa diandalkan.


Lucas mengambil makanan dari sebuah resto, dan segera mengantarkannya menuju ke arah rumah customer yang sudah memesan melalui aplikasi.


Dengan sangat terpaksa, Lucas melakukan pekerjaan ini, karena ia sudah tidak bisa lagi melihat keluarganya susah seperti itu.


Lucas mengayuh sepedanya, karena ia sama sekali tidak memiliki kendaraan bermotor. Ia terpaksa harus mengantarkan semua makanan itu, menggunakan sepeda tuanya itu.


“Sudah lama tidak bersepeda, otot jadi tegang semua!” gumam Lucas, yang merasa seluruh ototnya sangat tegang ia rasakan.


Ia mengayuh pedal sepeda dengan sangat cepat, sehingga ia sampai pada tempat yang ia tuju.


“Teng ... nong ....”


Lucas menekan bel rumah tujuan, dan menunggu seseorang membukakan pintu untuknya.


“Cklek ....”


“Permisi, saya tukang antar makanan,” ucapnya, yang segera memberikan makanan yang sudah ia pegang.


“Oh, terima kasih,” ucapnya yang segera mengambil makanan yang Lucas berikan padanya.


Lucas kembali ke arah sepedanya, sembari mengusap keringatnya yang bercucuran dari keningnya.


“Capek juga,” gumam Lucas yang sudah sangat lelah dengan aktivitas di luar lapangan.


Tiba-tiba saja ia teringat dengan Keil, yang kehidupannya sudah sangat mewah dari dulu. Ia menjadi sangat minder, karena Athi yang malah memilihnya, bukan memilih Keil.


‘Harusnya kamu pilih dia aja, aku gak pantas jadi pacar kamu,’ batin Lucas yang sangat sedih dengan keadaan dirinya, yang sangat berbanding terbalik dengan keadaan Keil.


Lucas menghela napasnya dengan panjang, berusaha untuk menguatkan kembali dirinya.


Ia mengayuh pedal sepedanya kembali, berusaha untuk mencari order kembali.


Di sana, Athi hanya bisa menunggu balasan pesan singkat dari Lucas. Sejak pagi hingga siang seperti ini, Lucas sama sekali tidak bisa dihubungi. Teleponnya selalu saja tidak aktif.

__ADS_1


Hal itu yang membuat Athi sangat bingung, dan juga tentu saja sangat sedih karenanya.


‘Lucas di mana, ya?’ batin Athi yang merasa sangat sedih, tanpa adanya kabar dari Lucas.


Di sisi Lucas, ia sudah selesai bekerja sebagai pengantar makanan online. Jam kerjanya yaitu pagi, sampai menjelang malam.


Saat ini, hari sudah menjelang malam. Lucas segera mengganti bajunya dan berlarian menuju ke arah mini market yang cukup jauh dari kediamannya.


Ia segera menuju ke sana, untuk melakukan part time sebagai kasir di sana. Semuanya ia lakukan, hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup dirinya dan juga keluarganya.


Ditambah lagi, sebentar lagi adalah ulang tahun Athi. Lucas ingin sekali membelikan kalung yang Athi lihat kemarin, saat berkencan dengannya.


‘Aku harus semangat!’ batin Lucas, sembari berlarian ke arah tempat yang ia tuju.


Sesampainya di sana, Lucas segera mengganti seragamnya, dan mulai melayani pembeli. Ini adalah hari pertama Lucas bekerja menjadi seorang pelayan toko. Ia masih harus banyak belajar, tentang semua yang harus ia lakukan.


Seseorang datang dan memberikan barang-barang yang ingin ia beli.


“Ini saja, Kak?” tanya Lucas, ia pun hanya mengangguk.


Lucas segera memindai semua barang belanjaan yang sudah dipilih. Ia memasukkan ke dalam kantung plastik, dan memberikannya pada customer.


“Totalnya menjadi 78.800,” ucap Lucas.


Ia mengeluarkan satu lembar uang, dan menyodorkannya ke arah Lucas. Lucas pun menerimanya dengan senang hati, lalu mengembalikan sisa uang yang ada.


“Terima kasih, selamat datang kembali,” ucap Lucas, yang sedang menjalankan SOP toko ini.


Beberapa saat berlalu, dan Lucas pun segera pulang ke rumahnya untuk beristirahat.


Ia melangkahkan kakinya dengan gontai, karena merasa seharian ini ia sangat lelah dengan pekerjaan yang terus memaksanya untuk tetap semangat.


Lucas segera melangkah, dan tiba di apartemennya tepat jam 12 malam.


“Cklek ....”


Lucas sudah berhasil masuk ke dalam apartemennya. Ia segera melayangkan tubuhnya di atas ranjang tidurnya, tanpa mengganti bajunya, saking lelahnya ia.


Ia merasa tubuhnya sangat remuk, karena baru kali ini ia melakukan pekerjaan berat seperti ini, dalam waktu yang bersamaan.


Hal itu membuat Lucas menjadi sangat tertekan secara fisik dan mental.


Fisiknya dipaksa kuat dalam menjalani pekerjaannya, mentalnya juga dipaksa kuat untuk menerima segala macam tuntutan kehidupan.

__ADS_1


Tak butuh waktu lama, Lucas pun memejamkan matanya, saking sudah lelahnya ia. Di sisi sana, Athi masih saja menunggu kabar dari Lucas, membuatnya sedih harus berbuat apa.


...***...


__ADS_2