Manisnya Cinta Sahabat

Manisnya Cinta Sahabat
Liburan Bersama 2


__ADS_3

Dengan segala pertimbangan dan kondisi, akhirnya mereka memutuskan untuk pergi ke kebun raya bersama-sama. Di sana, sudah ada Athi, Keil, Lucas, Imel, Sua dan juga Belle.


Seperti personil boy and girl band saja jadinya.


Sepanjang perjalanan menggunakan kereta, mereka selalu takjub melihat pemandangan sekitar rel kereta, yang disuguhkan pohon hijau dan juga gunung yang tinggi menjulang.


“Thi, lihat deh!” ucap Imel yang sangat bersemangat sembari menunjuk ke arah pemandangan yang sangat bagus.


Athi membulatkan matanya, “Wah ... aku baru lihat! Waktu itu aku ke sini, gak kelihatan karena tertutup awan mendung,” ucap Athi yang saking senangnya menjadi lupa dengan keadaan sekitar.


Sua memandang Athi dengan tatapan datar, “Kamu ke sini sama siapa waktu itu?” tanya Sua dengan sedikit senyuman.


“Sama Lucas dan Keil!” jawab Athi yang sangat bersemangat.


“Wah ... ternyata kalian sering jalan bareng, ya?” sambar Belle, membuat Athi tersadar dengan ucapannya.


“Ah, gak sering. Hanya kali itu saja,” tepis Athi yang terlihat sangat malu mendengar pertanyaan Belle.


“Aku juga mau dong, lain kali jalan-jalan seperti ini juga dengan kalian!” ucap Belle dengan senyumannya.


Mendengar hal itu, membuat Lucas dan Keil memandangnya dengan sinis, “Gak!” tolak mereka bersamaan, sembari menafikan pandangan ke arah kiri dan kanan.


Belle sampai bingung dengan sikap mereka yang sangat kompak itu.


Athi mengerenyitkan dahinya, “Hey, kenapa bersikap seperti itu terus dengan Belle? Kalian kenapa jadi gak asik gini, sih?” tanya Athi yang bingung dengan sikap Lucas dan juga Keil.


Sua melipat kedua tangannya, “Jelas aja mereka begitu, orang Belle selalu ikut campur dengan urusan mereka,” ujar Sua dengan lirih, membuat Belle menunduk sendu mendengarnya.


“Itu kan dulu,” gumam Belle dengan wajah yang sangat sendu.


Entah mengapa, Athi malah miris melihat reaksi Belle yang selalu dikucilkan seperti itu. Akan tetapi, Athi tidak bisa berbuat apa-apa tentang itu.


Setelah menempuh waktu kurang lebih 2 jam lamanya, mereka pun sampai pada tempat tujuan. Mereka melangkah keluar kereta, dan segera menuju ke arah terminal untuk menaiki bus.


Tak butuh waktu lama, mereka akhirnya tiba pada tempat tujuan. Athi sangat senang bisa melihat-lihat pemandangan sekitar kebun raya, yang tidak ada di tempatnya.


“Wah ... masih asri banget tempatnya!” ucap Imel dengan sangat riang, lalu mengeluarkan handphone-nya, “kita foto yuk!” ajaknya.


Imel pun langsung menarik tangan Sua dan juga Athi, sehingga mereka hanya bisa mengikuti keinginan Imel.


Imel berdiri di antara Sua dan Athi, kemudian mengarahkan handphone-nya ke arah hadapan mereka.

__ADS_1


“Cheers dong!” ujar Imel, mereka pun tersenyum dan berhasil mengambil foto pertama mereka, selama tiga tahun menjalin hubungan pertemanan.


Athi yang penasaran, segera melihat ke arah hasil jepretan yang Imel ambil.


“Wah ... bagus!” gumam Athi, sembari tersenyum melihat hasil dari foto itu.


Belle memandang ke arah mereka, yang sama sekali tidak mengajaknya berfoto. Hal itu membuat Belle sedikit sedih karenanya.


Meskipun Belle pernah menghina Athi, ia merasa kalau dirinya tidak ingin melakukan hal itu lagi. Ia merasa lelah, dan ingin sekali menjalin hubungan pertemanan dengan siapa pun orangnya, tak hanya Athi saja.


Akan tetapi, perlu waktu untuk mewujudkan semua itu. Ia harus bersusah payah untuk membersihkan namanya, di hadapan teman-teman yang sudah pernah ia kecewakan.


Athi tak sengaja melihat ke arah Belle, yang sepertinya hanya menunduk sendu. Ia merasa benar-benar sedih, melihat Belle yang seperti itu. Dengan inisatif yang tinggi, Athi pun menarik tangan Belle, untuk ikut berfoto bersama dengan mereka.


“Ayo foto!” ajak Athi, yang secara spontan bergaya di hadapan kamera.


Belle pun masuk dalam kelompok mereka. Ia tertawa, sama seperti yang Athi dan teman-temannya lakukan. Tawanya terlihat sangat natural, karena ia sudah lama ingin merasakan hal pertemanan yang seperti ini.


Melihat pemandangan yang bagus seperti ini, Lucas jadi ingin mengambil foto bersama Athi. Dengan malu-malu, Lucas pun mendekati Athi, meninggalkan Keil di sana.


Keil hanya memantau dari kejauhan, hal yang akan Lucas lakukan.


“Athi, foto bareng aku, yuk!” ajak Lucas, membuat semua teman-teman Athi meledek Athi.


Athi memandang ke arah Lucas, “Boleh.”


Mendengar hal itu, Lucas segera memberikan kamera handphone-nya pada Imel, “Tolong bantu aku foto bareng Athi!” pinta Lucas pada Imel.


“Oke!” ujar Imel, lalu segera mengambil ancang-ancang untuk memotret mereka.


“Yuk, lihat kamera! Satu, dua, tiga!”


“Ckrek!”


Belle memandang ke arah Lucas dan Athi yang sedang berfoto bersama. Ia memandang ke arah Keil, yang hanya memandang sinis ke arah Lucas dan Athi, yang sedang berfoto.


‘Aku juga mau foto bareng Keil. Apa dia mau foto sama aku?’ batin Belle, yang menginginkan berfoto bersama dengan Keil.


Imel menunjukkan hasil foto Athi dan Lucas ke arah mereka, “Coba kalian lihat ini!” ucap Imel dengan sangat riangnya.


Mereka pun melihat hasilnya, Sua yang penasaran menjadi ikut melihatnya juga.

__ADS_1


“Bagus,” gumam Lucas dengan senyuman, membuat Athi terkejut melihat responnya.


Athi tidak pernah melihat Lucas tersenyum. Baru kali ini ia tersenyum, dan sontak membuat jantung Athi bergejolak karenanya.


Imel mencolek Sua, dan memberikan kode padanya, untuk melihat ke arah Keil, yang ternyata sedang memperhatikan ke arah Lucas dan Athi. Sua tahu apa yang Imel maksudkan.


“Keil, kau tidak minta foto bareng dengan Athi juga?” ledek Sua.


“Iya, masa gak foto bareng, sih?” tambah Imel yang semakin memperkeruh keadaan.


Mendengar hal itu, Keil pun terkejut, karena ia merasa mereka sudah berpikir kalau dirinya kalah selangkah dengan Lucas.


Keil memandang sinis mereka, “Gak! Memangnya, Athi artis?” ujar Keil dengan sinis, membuat Sua dan Imel terkekeh mendengar lelucon Keil.


Belle memandang Keil dengan saksama, “Keil, boleh aku minta foto bareng kamu?” tanya Belle, membuat Keil mendelik kaget mendengarnya.


Karena tidak ingin mereka berpikir yang macam-macam tentang dirinya dan juga Athi, Keil pun akhirnya memiliki rencananya yang lain.


“Kita foto!” ujar Keil, membuat Belle mendelik kaget mendengarnya.


“Hah, ka-kamu mau foto bareng sama aku, Keil?” tanya Belle yang tak percaya dengan yang Keil katakan.


Keil memandangnya dengan sinis, “Apa kamu mau aku berubah pikiran dulu?” tanya sinis Keil, membuat Belle tersenyum mendengarnya.


Belle pun menghampirinya, dan segera melakukan selfie bersama dengan Keil.


Melihat hal itu, Sua hanya bisa saling melempar pandang dengan Imel.


“Mel, kita foto bareng yuk?” ajak Sua yang tak mau kalah dengan para pasangan itu.


Imel mengerti dengan maksud Sua, “Yuk!”


Melihat hal itu, Athi, Keil, Lucas dan Belle pun tertawa karenanya.


“Eh, kita foto bareng, yuk!” ajak Athi dengan sangat bersemangat.


“Yuk!” sambar Imel yang selalu bersemangat jika berfoto.


Sua membuka tripod yang sudah ia siapkan, dan mengatur timer kamera. Mereka sudah mengambil masing-masing tempat, sehingga Sua hanya tinggal menekan tombolnya saja.


“Siap ya, aku tekan tombolnya!” ucap Sua, lalu menekan tombol itu, dan segera berlari ke arah barisan.

__ADS_1


“Cheers!”


...***...


__ADS_2