Manisnya Cinta Sahabat

Manisnya Cinta Sahabat
Masih Tersisa


__ADS_3

Athi menoleh ke segala arah, untuk mencari keberadaan Keil.


Mereka sudah membuat janji, untuk menghadiri konser debut Lucas. Athi sudah sampai lebih dulu di tempat konser tersebut, dan menunggu Keil datang.


Mata Athi membulat, karena melihat Keil yang baru saja datang. Athi melambaikan tangannya, karena ia merasa sangat senang bisa bertemu dengan Keil di sana.


“Keil!” pekik Athi, membuat Keil menatapnya dengan penuh kegembiraan di wajanya.


Keil menghampiri Athi di sana. Ia melihat Athi yang sepertinya sangat berkilauan.


“Sudah lama menunggu?” tanya Keil.


“Baru 5 menit, kok!”


Keil tersenyum, “Ya sudah, kita masuk yuk!” ajak Keil, Athi tersenyum ke arahnya.


“Ayo!”


Mereka pun akhirnya masuk ke dalam studio khusus untuk konser Lucas. Mereka sangat senang, karena melihat temannya yang saat ini sudah bersinar.


Suara Lucas yang sangat merdu, membuat Athi dan Keil menjadi sangat senang mendengarnya.


Lagu pun berakhir, dan Lucas kini sudah duduk di sebuah kursi seperti kursi di bar yang sangat tinggi.


Lucas memandang ke arah mereka, yang sedang memberikan perhatiannya padanya.


“Terima kasih yang sudah menghadiri konser aku. Satu lagu berikutnya, untuk seseorang yang sangat berarti bagi aku. Semoga dia dengar lagu ini,” ucap Lucas membuat hati Athi tersentuh mendengarnya.


Lucas mulai menyanyikan lagu tersebut. Liriknya seakan ditujukan untuk Athi, sehingga membuat Athi terdiam memandangnya.


Setiap lirik yang Lucas nyanyikan, seakan membuat Athi menjadi sangat hampa.


Ruangan sepadat ini, ternyata sangat luas baginya. Athi seakan melihat jarak yang cukup jauh antara dirinya dengan Lucas yang saat ini sedang berada di hadapannya.


Di hadapannya saat ini, hanya ada Lucas, dengan semua orang yang seakan kosong di ruangan ini. Tak bisa dipungkiri, Athi masih sangat menyayangi Lucas.


Rasa sayangnya harus ia musnahkan, karena ia tidak ingin sampai menghambat jalan Lucas untuk bersinar.


“Tes ....”


Tetesan air mata, seketika keluar dari pelupuk mata Athi. Ia sangat sedih, karena terlalu meresapi setiap bait yang Lucas nyanyikan itu.

__ADS_1


Keil yang sedang terpukau melihat penampilan Lucas, tak sengaja menoleh ke arah Athi. Wajah Keil mendadak berubah gimik, karena melihat Athi yang saat ini sedang menangis.


‘Aku tahu, ini pasti berat banget buat mereka,’ batin Keil yang sudah sangat mengerti dengan apa yang Athi katakan.


...***...


Mereka berjalan menyusuri jembatan, dengan Athi yang saat ini sangat murung. Ternyata, Athi tidak bisa menyembunyikan perasaan sedih yang sedang ia rasakan, di hadapan Keil.


Keil memandangnya dengan sangat sendu, “Ada apa?” tanya Keil, Athi tidak bisa menjawab pertanyaan Keil.


Keil hanya bisa menghela napasnya panjang, karena ia tahu hal ini sangat berat untuk Athi.


“Aku tahu kok, ini berat untuk kalian,” ucap Keil, sontak membuat Athi memandang ke arahnya.


“Enggak, ini keputusan yang tepat karena sudah melepas dia. Kamu lihat kan, saat ini di sudah sangat bersinar?” ujar Athi, Keil hanya bisa memandang sendu ke arah Athi.


Keil mengantarkan Athi pulang, dengan keadaan sangat kasihan terhadapnya.


...***...


Keil memandang ke segala arah, untuk mencari keberadaan Belle.


Dari kejauhan, terlihat seseorang yang sepertinya sangat Keil kenal, sedang melambai ke arahnya.


Keil pun menghampirinya, dan segera duduk di hadapannya.


“Sudah lama menunggu?” tanya Keil.


“Gak lama, kok.”


Keil tersenyum, “Ada apa ngajak ketemu?” tanya Keil, Belle sepertinya sudah mabuk, karena terlalu banyak minum alkohol.


“Haha, aku tuh kangen sama kamu, Keil!” jawab Belle, “memangnya, gak boleh ya ngajak ketemu kamu?” tanya Belle, Keil hanya bisa menghela napasnya dengan panjang.


“Kau sudah mabuk, ya?” bidik Keil, Belle hanya bisa tertawa kecil mendengar ucapan Keil.


“Hey Keil, kok kamu bawa bebek di atas kepalamu? Muter-muter di kepala lagi,” ucap Belle, membuat Keil hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat ekspresi mabuk Belle yang tidak keruan.


“Haduh, aku sedang bicara sama orang mabuk, ya?” gumam Keil dengan suara yang sangat lirih.


“Kau gak boleh kangen sama aku,” ucap Keil yang berniat untuk mempermainkan Belle yang sedang mabuk.

__ADS_1


Belle memandang Keil dengan tatapan yang sudah terlihat berantakan.


“Hey, memangnya kenapa?” tanya Belle dengan nada bicara yang sudah terdengar sangat menjengkelkan.


“Karena ...,” Keil menunduk malu mengutarakannya, “ada seseorang yang aku suka,” jawab Keil dengan sangat malu.


Belle tersenyum mendengarnya, “Memangnya aku gak tahu, apa? Kamu ... suka kan sama Athi?” bidik Belle, sontak membuat Keil menjadi berdebar mendengarnya.


Ucapan Belle sangat tepat, membuat Keil menjadi bingung harus berbuat apa.


Keil pun memandang ke arah Belle, “Tahu apa kamu?”


Belle mengerenyitkan dahinya, “Aku tahu, lah! Jangan kira aku gak perhatikan kalian selama ini, ya!” jawab Belle dengan tepat sasaran.


Keil menghela napasnya dengan panjang, karena ia merasa sudah sangat konyol, mengajak berbicara orang yang sudah mabuk itu.


“Kenapa kamu memperhatikan kami?” tanya Keil.


“Karena aku suka sama kamu.”


“Deg!”


Ucapan Belle kali ini, berhasil membuat Keil berdebar. Keil sudah sangat sering mendengar hal itu dari mulut Belle, tetapi kali ini ia bingung, kenapa dirinya merasa malu ketika Belle mengucapkan kata itu.


Belle menatap ke arah Keil, “Hey, kalau suka sama Athi, ungkapkan aja! Sama seperti aku, yang suka sama kamu. Aku mengungkapkannya supaya aku bisa lega, dan tidak dihantui rasa penasaran,” ucap Belle, membuat Keil memikirkan setiap perkataan Belle.


‘Benar juga kata dia. Kalau aku gak mengungkapkan perasaan lagi sama Athi, nanti Athi aku gak akan tahu akhirnya seperti apa,’ batin Keil yang mulai berpikir tentang apa yang Belle ucapkan.


Walaupun Keil sudah dua kali menyatakan perasaannya pada Athi, tetapi ia merasa belum cukup puas dengan keadaan yang terjadi padanya.


Keil sampai berpikir, Lucas saja bisa mendapatkan hati Athi, kenapa dirinya yang jelas-jelas disukai Athi sejak awal, tidak bisa mendapatkan hati Athi?


Mustahil jika tidak dicoba.


Keil memandang ke arah Belle dengan heran, “Kenapa sih kamu begitu yakin dengan perasaan yang kamu miliki? Apa kamu gak malu kalau sampai tertolak aku?” tanya Keil.


Belle menenggak lagi minuman yang sedang ia pegang, “Sejujurnya aku malu. Tapi, bagaimanapun itu, aku harus bisa menyatakan perasaan sama orang yang aku suka. Aku gak mau menyesal nantinya,” ucap Belle, sontak membuat mata Keil terbuka dengan jelas.


‘Benar apa yang dikatakan Belle, aku harus bisa mendapatkan Athi, walaupun harus malu. Itu kan ... memang sudah kodratnya laki-laki untuk mengejar?’ batin Keil yang sangat senang mendapatkan pencerahan dari Belle.


“Sudah sana, nyatakan perasaan kamu!” ucap Belle, membuat Keil tersenyum dan memandang ke arah kotak kecil berwarna merah, yang Keil pegang di tangannya.

__ADS_1


“Tanpa kamu suruh, aku sudah menyiapkan, kok!” jawab Keil sembari tersenyum ke arah Belle.


...***...


__ADS_2