
Mendengar Lucas mengatakan demikian, Keil pun hanya bisa mendelik mendengar perkataan Lucas itu.
Pertikaian mereka, tak lebih dari sekadar pertikaian. Lucas sangat membenci Keil karena beberapa alasan, yang tidak bisa ia lupakan.
...-Flashback on-...
Saat itu, Keil sedang melangkah menuju kelasnya. Ia yang masih duduk di bangku SMP, selalu datang paling awal, karena tidak ingin tertinggal pelajaran.
Dengan sangat cepat, ia melangkah dan tak sengaja melihat gadis manis yang sedang berdiri di hadapannya.
Orang lain biasa menyebutnya Kia. Awalnya Keil sangat senang saat memiliki sahabat seperti Kia dan juga Lucas. Akan tetapi, semua angan dan impiannya harus berakhir karena sebuah alasan.
Saking dekatnya mereka, sampai-sampai mereka membuat suatu band yang sangat populer di sekolahnya. Lucas sang vocalis, Keil sang gitaris, dan Kia adalah drummer. Ada kalanya Kia bertukar posisi dengan Lucas, karena mereka sama-sama bisa bernyanyi dan memainkan drum, berbeda dengan Keil yang hanya bisa memetik gitarnya saja.
Karena suatu alasan, tersebar rumor yang tidak jelas antara Kia dan yang lainnya. Kondisi mental Kia sangat rapuh, sehingga rumor sekecil apa pun menyangkut dirinya, membuat dirinya sangat frustrasi dibuatnya.
Rumor itu sudah tersebar, bahkan ke sekolah-sekolah terdekat di sekitar sekolahnya.
"Pacaran denganku ya, Keil!" ujar Kia, membuat Keil mendelik kaget mendengarnya.
Perkataannya membuat Keil terkejut, bahkan tidak bisa berkata apa-apa lagi. Orang yang ia anggap sahabat, ternyata menyukai dirinya lebih dari yang ia bayangkan.
"Maaf, kita temenan aja, Ki," tolak Keil, membuat Kia mendelik mendengarnya.
Pernyataan cinta Kia yang terlalu tergesa-gesa, membuat paparazi mengamati dari kejauhan, dan berhasil mengambil video amatir itu.
Sejak saat itu, mereka sudah menyebarluaskan video penolakan Keil atas Kia, membuat Kia menjadi frustrasi karena malu melihat videonya tersebar dengan cepat.
Beberapa gadis yang sangat menyukai Keil, mendadak memusuhi Kia, dan secara sembunyi-sembunyi meneror Kia dengan cara yang berbeda-beda.
Terkadang meja Kia terlihat sangat berantakan dengan sampah dan juga coretan spidol. Buku Kia yang tertinggal di bawah mejanya, pun sudah berantakan dan sobek. Bahkan saat Kia sedang ingin mengganti seragam olahraga, Kia kehilangan seragamnya, dan menemukan seragam itu pada tempat pembuangan sampah di depan sekolahnya.
Hal itu yang membuat Kia merasa sangat tertekan. Tak disangka, penolakan Keil terhadapnya sangat berakibat fatal pada dirinya. Fans fanatik Keil membuat Kia menjadi hancur secara mental.
__ADS_1
Sifatnya yang tertutup, membuat Kia enggan untuk bercerita dengan semua orang yang dekat dengannya.
Hingga akhirnya ia frustrasi dan ingin sekali mengakhiri hidupnya.
Di lantai kamarnya, Kia hanya bisa meringkuk ketakutan. Pikiran dan perasannya sudah lama mati, karena bullying yang teman-temannya lakukan terhadapnya. Ia dengan erat meremas rambutnya yang tergerai, membuatnya merasa sangat kehilangan akal sehatnya.
..."Dringg ...."...
Kia melihat handphone-nya. Tertera nama "Lucas" di sana. Ia sama sekali tidak ingin menerima telepon dari Lucas, karena ia tidak bisa mengubah keputusannya untuk mengakhiri hidupnya.
Beberapa kali telepon berdering, tetapi Kia tidak ingin menerimanya.
Tiba-tiba saja Kia teringat dengan Keil yang sangat ia sukai. Ia mengambil handphone-nya, dan segera menekan nomor telepon Keil.
Tak disangka, Keil justru tidak mengangkat telepon darinya. Hal itu membuatnya semakin merasa frustrasi, karena Keil yang saat ini sudah membenci dirinya.
Akhirnya, dengan segala kesal yang ada, Kia pun menenggak habis racun itu, dan akhirnya terkapar lemas, dengan busa yang terus keluar dari mulutnya.
...-Flashback off-...
Melihat semua orang yang berlalu-lalang di sekitar mereka, Lucas menarik tangan Keil untuk menjauh dari keramaian. Ia menarik Keil hingga ke belakang sekolah, membuat mereka bisa saling menumpahkan segala emosi mereka.
Kini, mereka sudah sampai di belakang sekolah. Di sini, tidak ada siapa pun yang bisa mendengar pembicaraan mereka.
Keil menepis tangan Lucas, yang sedari tadi memegang lengannya, membuat Keil jijik sendiri dengan kelakuan Lucas itu.
Lucas memandang Keil dengan sangat sinis, "Coba jelasin, mana yang kamu maksud gak berhubungan sama kamu," ujar Lucas dengan nada yang sangat dingin, membuat Keil memandangnya dengan sinis.
"Aku gak pernah mau berhubungan lebih dari sahabat sama Kia! Kamu juga tahu kan, kita udah sama-sama bangun persahabatan sampai bikin band bareng?" ujar Keil menjelaskan.
Lucas memandangnya dengan sangat sinis, "Keil ... tapi kenapa kamu gak angkat telepon dia, hari di mana dia mau meminum racun itu? Kenapa kamu malah acuh, padahal itu menyangkut nyawa dia, lho!" ujar Lucas, bersikeras untuk tetap menyalahkan Keil.
Keil mendelik, karena sebenarnya ia tidak ingin membicarakan hal ini dengan Lucas.
__ADS_1
Lucas mendekat, "Aku saja neleponin dia terus! Kenapa kamu malah gak angkat telepon dari dia? Sebegitu bencinya kah kamu sama Kia?" bidik Lucas, membuat Keil mendelik.
Karena sudah tersulut emosi, Keil menarik kerah kemeja Lucas, tanpa peduli lagi dengan reaksi dirinya. Keil sudah benar-benar tertekan saat ini.
"Jangan menghakimi orang tanpa bukti!" bentak Keil, tetapi tidak membuat Lucas gentar.
"Coba jelasin, bukti apa yang kamu punya untuk berkilah?" tanya sinis Lucas, membuat Keil geram dan melepaskan tangannya dengan kasar.
Keil meremas rambutnya, merasa sudah sangat tertekan dengan keadaan.
"Hari di mana Kia hubungi aku, hari ini juga aku sedang frustrasi! Aku ngeliat ayah bermesraan di mata kepalaku, bahkan saat ibu masih terbaring di rumah sakit. Betapa hancurnya aku saat itu, sampai aku gak tahu lagi harus berbuat apa."
...-Flashback on-...
Sepulang sekolah, Keil segera pulang karena merasa khawatir dengan kesehatan ibunya yang masih terbaring di rumah sakit. Ia sangat khawatir, sampai ia ingin segera meminta ayahnya untuk mengantarkannya menuju rumah sakit, tempat ibunya dirawat.
"Aku sangat menyayangimu," ujar seorang wanita dari dalam ruangan.
Dengan ragu Keil membuka pintu ruangan, dan mendelik ketika melihat ayahnya sedang memeluk mesra wanita yang tidak ia kenal sebelumnya.
"Brakk ...."
Tas Keil terjatuh, saking terkejutnya ia melihat ayahnya yang sedang merengkuh mesra seorang wanita cantik di pelukannya.
Air mata Keil tak henti-hentinya mengalir, membuatnya kehilangan akal sehatnya.
Keil mendelik, "Ayah!" pekik Keil yang terkejut melihat pemandangan yang sangat memilukan itu.
Melihat Keil yang baru saja datang, ayahnya dengan sangat terkejut memandang ke arah Keil.
"Azekeil!" pekik ayah yang terdengar samar di teling Keil.
Keil segera berlarian tak tentu arah, hingga ia tak sadar kalau teleponnya terus berdering sejak tadi.
__ADS_1
...-Flashback off-...