
‘Ternyata, Keil sudah kembali,’ batin Lucas yang baru menyadari keadatangan Keil, saat berhadapan dengannya saat ini.
‘Ada apa anak itu ada di sini?’ batin Keil, yang merasa risih dengan kehadiran Lucas di saat yang tidak tepat seperti ini.
“Lucas, ada apa?” tanya Athi, yang heran dengan keadatangan Lucas yang sangat tiba-tiba.
“Tadi aku telepon kamu, handphone kamu nonaktif. Jadi, aku tunggu aja kamu di sini,” jawab Lucas menjelaskan, membuat Athi tak enak dengan Keil saat ini.
Lucas memandang ke arah Keil, “Ternyata kamu udah kembali,” ucap Lucas yang sangat tidak menyangka dengan apa yang ia lihat di hadapannya ini.
Keil memandang Lucas dengan datar, “Ya, aku sudah kembali kemarin,” jawab Keil, membuat Lucas mengangguk kecil mendengarnya.
Lucas memandang ke arah Athi, “Hey, ada yang mau aku bicarakan sama kamu,” ucap Lucas, sontak membuat Athi mendelik mendengarnya.
“Bisa gak, kita bicara berdua aja?” tanya Lucas, sontak membuat Keil mendelik mendengarnya.
Karena tidak enak dengan Keil, Athi pun mengambil sikap tegas.
“Bicara apa? Lebih baik bicara di sini aja,” ucap Athi, sontak membuat Lucas mendelik kaget mendengarnya.
“Kamu yakin, mau dibicarakan di sini?” tanya Lucas, Athi mengangguk mantap mendengarnya.
“Daripada terjadi yang tidak diinginkan?” ucap Athi, membuat Lucas paham dengan maksudnya.
Lucas memandang ke arah Athi dengan sangat tajam, “Athi, aku sudah coba untuk menghilangkan kamu dari pikiran aku. Tapi, sepertinya aku gak bisa kalau harus jauh dari kamu,” ucap Lucas, sontak membuat Keil mendelik kaget mendengarnya.
‘Masa sih, dia mau ajak Athi balikan?’ batin Keil yang tidak menyangka dengan apa yang Lucas lakukan di hadapannya.
“Maksud kamu apa?” tanya Athi yang bingung dengan apa yang Lucas maksudkan.
“Athi, balikan denganku, ya!”
“Deg!”
Benar saja yang Keil duga, Lucas ternyata ingin mengajak Athi untuk menjalin hubungan kembali dengannya.
Athi mendelik kaget mendengarnya, “Bagaimana bisa?” gumam Athi yang tidak menyangka dengan apa yang Lucas katakan itu.
Mendengar perbincangan mereka, sontak membuat Keil menjadi sangat terkejut. Keil malas mendengar hal seperti ini, yang hanya bisa membuat dirinya kesal saja.
“Athi, aku permisi pamit pulang. Sampai jumpa,” ucap Keil, yang tanpa menunggu persetujuan dari Athi, segera pergi meninggalkan mereka, saking kesalnya ia mendengar hal yang tidak seharusnya ia dengar.
“Keil!” pekik Athi, yang tak dihiraukan oleh Keil.
__ADS_1
Melihat kepergian Keil, Lucas menjadi sangat tenang karenanya.
Athi memandang ke arah Lucas, “Maksud kamu apa, Lucas?” tanya Athi yang sedikit kesal dengan yang Lucas ucapkan.
“Aku gak bisa hidup tanpa kamu, Athi. Gimana dengan tawaran aku?” ujar Lucas, sontak membuat Athi mendelik bingung karenanya.
“Aku pikir-pikir dulu. Lebih baik, kamu pulang saja sekarang ya,” ucap Athi, sontak membuat Lucas mendelik karenanya.
Athi pun masuk ke dalam rumahnya, meninggalkan Lucas di sana. Hal itu membuat Lucas menjadi bingung dengan apa yang harus ia lakukan setelahnya.
‘Athi menggantung aku?’ batin Lucas, yang tak habis pikir dengan apa yang Athi lakukan padanya.
Akhirnya, Lucas pun pulang ke rumahnya, karena merasa Athi sudah tidak akan mau menemuinya lagi.
...***...
“Nguing ....”
Handphone Lucas terus berbunyi. Ia yang baru sampai di apartemennya, langsung saja melihat siapa yang sudah meneleponnya di tengah malam seperti ini.
Dengan segera, Lucas mengangkat telepon yang ternyata dari direktur Cha.
Telepon pun terhubung.
“Apa yang kamu lakukan tadi?” tanyanya sontak membuat Lucas mendelik karena mendengarnya.
“Apa yang saya lakukan?” tanya balik Lucas, yang tidak mengerti dengan apa yang direktur bicarakan.
“Kamu belum lihat beritanya?” tanyanya, Lucas segera melihat berita yang dibicarakan direktur.
Sejenak ia mencari berita yang dimaksud, dan tak lama ia pun menemukannya.
“Hah?!”
Lucas mendelik kaget, karena ia melihat berita tentang dirinya, yang lagi-lagi tertangkap basah sendang berduaan bersama dengan Athi.
Di foto itu, sama sekali tidak ada Keil. Ia merasa kalau dirinya sudah benar-benar teledor kali ini.
“Saya peringatkan sekali lagi, ini adalah kali terakhir kamu berhubungan dengan gadis itu. Kalau tidak, kamu harus membayar ganti rugi, seperti yang tertulis pada surat kontrak,” ucap direktur yang langsung menutup sambungan teleponnya.
Mendengar hal itu, sontak membuat Lucas menjadi sangat kesal dan frustrasi. Ia tidak menyangka, pertemuannya kali ini dengan Athi, justru membuat dirinya tidak bisa menemui Athi lagi.
“Jadi, aku harus apa?” gumam Lucas, yang sudah tidak bisa berpikir dengan jernih lagi.
__ADS_1
Ia tidak ingin dipisahkan dengan Ara, dia juga tidak ingin mengakhiri masa kejayaannya sebagai seorang idol.
Lagi-lagi, Lucas merasa dilema.
***
Seharian suntuk, Athi sama sekali tidak melakukan apa pun. Ia hanya terbaring, sembari memandangi atap rumahnya.
Ia tidak tahu, harus melakukan apa lagi.
‘Gak ada yang bisa aku lakukan, ya?’ batin Athi yang sudah tidak tahu lagi berbuat apa, bahkan ia sudah tidak bisa menangis karena sudah merasa terlalu sering menangis.
Sejujurnya, Athi juga sangat menyukai Lucas. Namun, lagi-lagi ia harus menjadi orang yang teguh dengan pendiriannya.
‘Aku gak bisa biarin Lucas berhenti menjadi seorang idol. Itu cita-citanya!’ batin Athi, yang tidak membiarkan Lucas melepaskan cita-citanya, demi dirinya.
“Teng ....”
Athi terkejut, karena ia tiba-tiba saja mendapatkan pesan singkat dari Keil.
Dengan segera, ia membuka pesan singkat tersebut dari Keil.
“Aku ada di kafe biasa bersama Sua, Belle dan Imel. Apa kamu mau ikut gabung?” Isi pesan singkat dari Keil, yang sontak membuat Athi mendelik kaget mendengarnya.
“Mereka bikin party tanpa aku?” gumam Athi yang merasa jengkel dengan apa yang terjadi dengan mereka.
Ia segera bersiap untuk menghadiri party yang sedang mereka buat. Hal itu membuat Athi sedikit kesal karenanya.
“Enak saja mereka, reunian tidak ajak aku!” gerutu Athi, yang sangat kesal dengan mereka yang tidak mengajaknya berpesta.
Karena sudah siap, Athi pun segera menuju ke arah kafe tempat biasa ia berjumpa dengan teman-temannya.
Setelah sampai di sana, Athi pun segera mencari keberadaan teman-temannya, dan akhirnya menemukan mereka di sana.
“Hey, kenapa ada pesta tidak ajak aku?” tanya Athi yang tiba-tiba saja muncul, membuat mereka menjadi terkejut karenanya.
“Ah, kita pulang yuk!” ucap Keil yang mulai membuat kerusuhan di sana.
“Ayo, ada yang tidak enak dipandang!” timpal Imel, sontak membuat Athi menjadi kesal mendengarnya.
“Kalian ini, tidak bisa apa melihat teman senang?” tanya Athi, sontak membuat mereka tertawa mendengarnya.
Athi pun duduk di sebelah Sua dan Imel, membuat mereka senang sekali melihat Athi.
__ADS_1
“Bagus, semuanya sudah berkumpul. Sekarang, saatnya aku bicara,” ucap Sua, sontak membuat mereka terdiam penasaran mendengarnya.