Manisnya Cinta Sahabat

Manisnya Cinta Sahabat
Peringatan


__ADS_3

Melihat Keil yang saat ini tiba-tiba saja duduk di hadapan Athi, membuat Lucas menjadi sangat kaget melihatnya. Lucas menatap tajam ke arah Keil, yang tiba-tiba saja duduk itu.


“Si Keil itu, memangnya sudah berteman sedekat apa sih dengan si serangga itu?” gumam Lucas lirih, yang kesal melihat pemandangan yang ia lihat itu.


Melihat Keil yang sedang berbincang dan bercanda bersama dengan Athi dan kawan-kawannya, membuat Lucas menjadi terbakar sendiri. Bukan karena cemburu, tetapi karena bingung, orang yang dulunya sangat menutup diri, saat ini sedang bercanda gurau bersama dengan orang yang katanya adalah temannya.


Lucas menggigit kasar roti yang ia pegang, kemudian segera mengunyah dengan sangat cepat roti itu.


Lucas melihat ke arah Athi yang saat ini sudah pergi dari sana, meninggalkan Keil dan kawan-kawan lainnya. Lucas dengan segera menghampiri arah Athi pergi, untuk sekadar berbincang dengannya.


Melihat Athi yang sudah berjalan di lorong, membuat Lucas segera berlari dan kini sudah berada di hadapannya.


Athi mendelik kaget melihatnya, “Hah, kamu ngapain di sini?” tanya Athi dengan sangat terkejut melihat Lucas yang tiba-tiba saja berdiri di hadapannya.


Tanpa berbasa-basi, Lucas segera mengeluarkan sapu tangan Athi yang ia simpan, dan menyodorkannya ke arah Athi, membuat Athi mendelik heran ke arahnya.


“Hah! Ini kan ... sapu tangan aku! Kenapa ada di kamu?” tanya Athi dengan sangat terkejut, lalu menyambarnya dengan segera, membuat Lucas menjadi sangat terkejut dibuatnya.


Lucas memandangnya dengan heran, “Harusnya kamu berterimakasih, karena aku udah nemuin sapu tangan yang mahal ini,” ujar Lucas dengan sangat heran, membuat Athi mendelik kaget mendengarnya.


“Ja-jadi kamu yang nemuin sapu tangan aku?” tanya Athi dengan nada yang tak percaya, “duh ... aku cari-cari juga, ternyata sama kamu. Baguslah!” ujar Athi, membuat Lucas membolakan matanya karena malas mendengar ucapan Athi.


Athi memandangnya dengan tatapan sendu, “Terima kasih ya, kamu udah mau balikin sapu tangan ini,” ujar Athi, Lucas hanya terdiam sembari menatapnya dengan datar.


Lucas menatap Athi dengan sangat tajam, “Gimana keadaan kamu setelah waktu itu, setelah ketemu preman itu?” tanya Lucas, yang sedikit mengkhawatirkan keadaan Athi.


Athi mendelik, karena Lucas yang ternyata sangat memperhatikannya.


‘Kok Lucas perhatian gini, sih? Bukannya waktu aku jalan sama Agha, dia kayaknya cuek aja sama aku?’ batin Athi kebingungan dengan keadaan.


“Heh, kalau ditanya tuh jawab,” ujar Lucas dengan dingin, membuat Athi terkejut mendengarnya.

__ADS_1


“Eh, i-iya! Aku gak apa-apa, kok! Lagian, kamu kenapa tiba-tiba nanyain begitu, sih? Aku kan ... jadi bingung!” ujar Athi, membuat wajah Lucas memerah mendengarnya.


“Hah? Bingung kenapa? Aku tuh cuma tahu aja, kok!” ujar Lucas, membuat Athi semakin tidak mengerti dengan yang ia ucapkan.


Di sisi sana, Keil sangat gelisah karena Athi yang tak kunjung kembali. Ia selalu melirik ke arah jam tangannya, membuatnya menjadi terlihat risau.


Imel dan Sua memandang reaksi Keil yang aneh, karena sepertinya Keil sangat gelisah dengan keadaan.


“Kamu kenapa, Keil? Kayaknya gelisah banget?” tanya Imel dengan heran, membuat Keil seketika menatap ke arahnya.


“Aku gak apa-apa,” jawab Keil dengan sangat dingin kemudian bangkit di hadapan mereka, “aku mau ke kelas dulu, ya!” ujar Keil, yang segera meninggalkan mereka, tanpa persetujuan dari mereka.


Melihat reaksi Keil yang nampak aneh, membuat Sua dan Imel saling melempar pandang.


“Kamu tahu Keil kenapa?” tanya Imel yang sangat polos, dengan menanyakan kepada Sua tentang yang Keil rasakan.


Sua menatapnya dengan malas, “Imel yang paling cantik, sampai kecantikannya mengalahkan sang bidadari yang turun dari langit ke sepuluh, kenapa nanyanya ke aku? Memangnya aku cenayang?” gumam Sua dengan sangat gemas dengan temannya yang satu ini, yang memang agak sedikit lemot dalam berpikir.


Keil pun pergi untuk mencari keberadaan Athi yang pamit untuk ke toilet. Rupanya, tak disangka Keil malah melihat pemandangan yang tak seharusnya ia lihat.


Keil mendelik, ketika Athi sedang berbincang bersama dengan Lucas.


‘Apa Athanasia mengenal Lucas?’ batin Keil yang agak rancu dengan keadaan.


Keil yang sedikit kesal, segera menghampiri mereka yang sedang bercengkerama. Melihat kedatangan Keil secara tiba-tiba, membuat Lucas mendelik heran karenanya.


“Katanya mau ke toilet,” sindir Keil, membuat Athi melipir ke pinggir koridor.


Athi mendelik kaget, khawatir kalau mereka sampai kembali berkelahi seperti kemarin.


“Keil!” pekik Athi dengan lirih, karena terkejut melihat keberadaan Keil di sini.

__ADS_1


“Gak nyangka, hubungan kalian sedekat ini?” gumam Lucas, yang lagi-lagi ingin memancing emosi Keil.


Keil hanya bisa menatapnya dengan sangat geram, tetapi ia tidak ingin kembali memancing keributan, seperti kala itu.


Keil melangkah, lalu menyambar tangan Athi dengan cepat, membuat Athi menjadi sangat terkejut karenanya.


“Eh, Keil!” gumam Athi yang terkejut karena Keil tiba-tiba saja menarik dirinya untuk menjauhi Lucas.


Tak terima dengan perilaku Keil yang absurd, Lucas segera menarik tangan Athi yang satunya, membuat langkah Keil menjadi terhenti.


Merasakan sesuatu yang janggal, membuat Keil segera menoleh ke arah Lucas, dan benar saja! Lucas sudah menarik tangan Athi, membuat dirinya tidak bisa melanjutkan langkahnya.


Athi kebingungan sendiri melihat kejadian aneh ini, membuat dirinya ketakutan dengan apa yang akan terjadi berikutnya. Mata mereka saling bertatapan dengan sengit, membuat Athi yang berada di antara mereka, menjadi sangat takut dibuatnya.


“Aduh ... kalian ngapain, sih?” tanya Athi yang sudah mulai ketakutan dengan sikap mereka yang sedari tadi hanya saling melempar pandangan dengan sinis.


Athi berusaha melepaskan tangan mereka, membuat tangan mereka terhempas dari tangan mulus Athi.


“Kalian kenapa, sih? Kenapa suka banget ribut begini?” tanya Athi dengan sinis, tetapi tidak membuat mereka mengalihkan pandangan sinis mereka.


“Bikin malu aja tahu, gak!” bentak Athi, yang langsung meninggalkan mereka di sana.


Melihat Athi yang pergi dari sana, mereka masih tetap tidak bergeming, membuat Lucas memandangnya dengan pandangan yang sangat rendah.


“Gak nyangka, kamu akan punya teman juga setelah lama menutup diri,” gumam Lucas, dengan nada yang seperti sangat meremehkan, membuat Keil hampir saja marah karenanya.


Keil memandang sekelilingnya, yang ternyata sudah dipenuhi orang-orang yang sudah penasaran dengan apa yang akan mereka perbuat. Keil kembali menatap ke arah Lucas yang pandangannya sangat tajam itu.


“Aku mau punya teman atau tidak, sepertinya bukan urusan kamu!” ujar Keil, membuat Lucas menyedekapkan tangannya.


“Saranku sih ... jangan terlalu dekat dengan cewek itu. Apa kamu mau, kejadian yang menimpa Kia, jadi menimpa Athanasia?” ujar Lucas, membuat Keil mendelik terkejut mendengarnya.

__ADS_1


__ADS_2