Manisnya Cinta Sahabat

Manisnya Cinta Sahabat
Perjalanan Trio ALA(Y)


__ADS_3

Athi sangat khawatir dengan keadaan kakaknya, yang saat ini sedang melakukan kencan buta bersama dengan gurunya. Ia sama sekali tidak bisa tenang, jika saja guru itu berbuat macam-macam dengan kakaknya.


"Duh ... gak tenang banget, sih! Kalau Pak Arghi macem-macem, gimana?" gumam Athi, yang tidak tenang dengan keadaan kakaknya itu.


Athi hanya mondar-mandir tidak jelas, dengan sesuatu yang sama sekali tidak jelas adanya.


Terlintas di benak Athi tentang prestasi yang sudah kakaknya raih, "Ah, tetep aja! Walaupun juara taekwondo tingkat nasional, kakak tetep aja wanita! Masih akan kalah sama pria yang punya tenaga lebih besar!" gumam Athi yang semakin larut dalam emosi dan rasa paranoid yang ia alami.


..."Tring ...."...


Athi menerima pesan singkat dari seseorang. Karena merasa penasaran, ia pun langsung membuka pesan singkat itu.


"Punya waktu, tidak? Aku di depan rumahmu, nih!" Isi pesan singkat dari Keil, membuat Athi mendelik kaget membacanya.


Athi yang belum sempat berdandan, menjadi agak khawatir dengan pandangan Keil terhadapnya.


"Ah, Keil ada di depan rumah?" gumam Athi yang sangat terkejut mengetahuinya.


Dengan segera, Athi pun berlarian menuju ke arah meja riasnya. Dengan sangat terburu-buru, ia pun segera mengaplikasikan foundation ke arah wajahnya, sambil menepuk-nepuk foundation itu dengan jemarinya. Ia memperhatikan setiap sisi dari wajahnya, sembari sesekali meratakan foundation itu.


Setelah selesai meratakan foundation itu, Athi pun segera memakaikan alis dan juga membubuhkan sedikit blush on berwarna merah muda di sekitar area pipinya. Ia juga mengusap lipstick yang warnanya tidak terlalu terang, sehingga tidak terlalu mencolok.


Setelahnya, ia juga tak lupa memakai lensa mata untuk lebih menunjang penampilannya. Rambut coklat bergelombang miliknya, segera ia urai, kemudian ia merapikannya menggunakan jemarinya.


Sentuhan terakhir, Athi pun menyemprotkan parfum ke sekujur tubuhnya. Ia memandang dirinya di cermin, yang sudah terlihat sangat sempurna.


Ia pun tersenyum sembari memandang ke arah dirinya yang ada di cermin, "Aku sudah siap!" gumam Athi yang sangat senang dengan dirinya yang sudah terlihat memesona.


Ia segera berlari dan menyambar flat shoes, kemudian menutup kembali pintu apartemennya. Athi berlarian menuju ke arah Keil berada.


Mendengar suara langkah kaki seseorang, Keil pun segera melihat ke arah sumber suara dan mendapati Athi yang sedang berlarian ke arahnya. Ia segera membenarkan sikap berdirinya, dan mengalihkan seluruh fokusnya ke arah Athi, yang baru saja tiba di hadapannya.

__ADS_1


Mata Keil seketika mendelik, karena melihat Athi yang sepertinya terlihat sangat cantik dari biasanya. Walau hanya mengenakan kaos dan juga celana training, dandanan Athi rupanya mampu mengikat pandangan mata Keil.


'Kenapa dia berdandan sampai seperti ini, sih?' batin Keil yang sangat bingung dengan Athi.


Athi menjadi mati gaya, karena Keil yang terus memandanginya dengan tatapan yang aneh.


"Halo, Keil! Ada apa?" sapa Athi, membuat Keil tersadar dari lamunannya.


"Bukan apa-apa. Aku cuma mau ajak kamu ke suatu tempat. Apa kamu bisa?" tanya Keil, membuat Athi mendelik tak percaya dengan apa yang ia dengar.


"Kita mau ke mana, Keil?" tanya Athi yang kaget mendengarnya.


Keil memandang Athi dengan dingin, "Gak usah banyak nanya. Aku gak mau culik kamu, kok!" ujar Keil dengan dingin, membuat Athi menjadi sangat kesal dibuatnya.


"Lagian siapa juga yang mau kamu culik!" bantah Athi, membuat Keil memandangnya dengan datar.


"Kamu mau ikut, atau enggak?" tanya Keil, membuat Athi mendelik kaget.


Melihat kepergian Athi, Keil pun hanya bisa menggelengkan kepalanya. Ia tidak terlalu paham dengan sifat yang Athi miliki.


"Anak itu, kadang gak jelas,"gumam Keil, yang tak paham dengan sikap Athi.


Athi dengan cepat berlarian menuju ke arah apartemennya, kemudian segera masuk dan mengganti bajunya dengan baju yang terbaik yang ia miliki.


Dengan sangat terburu-buru, ia pun akhirnya siap dan segera kembali ke tempat Keil berada.


Keil mengajak Athi ke suatu tempat yang cukup jauh dari rumahnya. Mereka pergi menggunakan kereta, dengan perjalanan yang menghabiskan waktu sekitar 2 jam perjalanan.


Kereta pun sudah berhenti pada stasiun tujuan. Beberapa saat setelahnya, gerbang pun terbuka dan semua orang seketika melangkah keluar dari gerbong kereta.


Karena merasa banyak sekali orang yang berlalu-lalang di sekitarnya, sontak membuat Athi terlihat bingung.

__ADS_1


Keil melirik ke arah Athi yang nampaknya kebingungan dengan keramaian yang ada. Tanpa basa-basi, Keil pun menarik tangan Athi, sehingga membuat Athi terkejut karenanya.


"Hati-hati melangkah," gumam Keil tanpa melihat ke arah Athi, membuat hati tercengang melihat kelakuan manis Keil terhadap dirinya.


Keil menarik tangan Athi dengan sedikit kasar, membuat Athi terpaksa harus mengikuti arah Keil menarik tangannya.


"Lompat sedikit," ucap Keil, membuat Athi mengikuti arahannya.


Mereka pun kini sudah keluar dari gerbong kereta. Athi melirik ke arah Keil yang masih menggenggam tangannya dengan erat. Sikap manis Keil, rupanya tak sadar membuat hati Athi berdebar.


"Romantis banget," ucap seseorang yang menunggu dari arah pintu masuk stasiun, membuat Athi mendelik kaget mendengarnya.


Mengetahui bahwa Lucas lah yang sudah berbicara seperti itu, Keil pun segera melepaskan tangannya dari tangan Athi, membuat wajahnya seketika bersemu menjadi merah.


Keil dan Athi menghentikan langkahnya, dan berdiri di hadapan Lucas, yang sedari tadi sudah menunggunya di depan pintu masuk stasiun.


Athi memandang Lucas dengan tegang, "Kok ada kamu di sini?" tanya Athi yang terkejut melihat keberadaan Lucas yang ada di hadapan mereka.


Perasaan khawatir Athi semakin menggebu. Ia berpikir kalau pertemuan Lucas dan Keil kali ini, pasti akan mengalami pertikaian kembali seperti saat itu.


Lucas tak memedulikan Athi dan malah memandang ke arah Keil, "Lama banget, sudah lumutan aku nunggu 1 jam di tempat ini," ujar Lucas, membuat Athi mendelik mendengar ucapan Lucas.


"Hah?" gumam Athi yang terkejut mendengar ucapan Lucas.


Athi memandang ke arah Keil, "Ja-jadi kamu ngajak aku pergi, cuma buat ketemu sama orang ini?" tanya Athi, membuat Keil memandangnya dengan datar.


"Jangan mengada-ada! Ikut aja, sih. Kalau gak mau ikut, pulang sana sendiri!" ujar Keil, membuat Athi mendelik kaget mendengarnya.


Keil meninggalkan Athi dan Lucas di sana, membuat Athi mendelik terkejut melihat perlakuan Keil yang sangat absurd.


"Keil!" pekik Athi, tetapi Keil tidak menghiraukannya.

__ADS_1


Lucas memandang Athi dengan tatapan datar, "Jadi kamu gak mau ketemu sama aku?" tanya Lucas dengan dingin, membuat Athi mendelik kaget, dan langsung mengalihkan fokusnya ke arah Lucas.


__ADS_2