
Lucas mendelik kaget, karena mengetahui Athi yang saat ini sedang memuntahkan sesuatu yang sudah ia tahan, hingga mengenai baju yang ia kenakan.
Beruntung Lucas segera melepaskan ciumannya dari Athi, kalau tidak, mungkin saja ....
Ah, sudahlah jangan diteruskan.
Lucas memandang ke arah Athi yang nampaknya sudah sangat kacau.
"Kau udah beneran gak sadar, ya?" ucap Lucas yang sudah mulai agak kesal dengan Athi.
Lucas segera membuka bajunya, dan langsung membuangnya ke tempat sampah terdekat. Ia segera memapah Athi, dan membawanya pulang ke rumahnya.
Lucas memapahnya, sampai benar-benar tidak sanggup lagi untuk berjalan. Namun, pada akhirnya, mereka pun sampai pada tempat tujuan mereka, yaitu rumah Athi.
“Apa mau aku antarkan sampai kamarmu?” tanya Lucas yang agak kesal dengan cara berjalan Athi, yang sudah sempoyongan itu.
“Apa? Kamu mau menikahiku?” tanya Athi, Lucas hanya memandangnya dengan sinis.
“Lama-lama bukan matamu saya yang korslet, tapi juga telingamu!” umpat Lucas, yang sudah benar geram dengan sikap Athi.
Athi melangkah menuju ke arah tangga, dan meninggalkan Lucas di sana.
“Sampai jumpa,” gumam Lucas yang tentu saja tidak terdengar oleh Athi.
Lucas memandang kepergian Athi, dan terdiam sejenak memikirkan semua yang terjadi dengan mereka malam ini.
Lucas menyentuh lembut bibirnya, bekas Athi cium itu.
‘Dia menciumku?’ batin Lucas yang merasa tak percaya dengan apa yang Athi pikirkan saat mabuk.
Wajahnya kini berubah menjadi merona, karena sudah terlalu malu untuk mengingat hal menyenangkan itu.
“Apa Athi sadar dengan apa yang sudah dia lakukan, malam ini?” ucap Lucas bertanya-tanya pada dirinya sendiri.
Khayalannya berubah, ketika ia mengingat kejadian saat ia terkena muntah dari Athi yang mengenainya secara tiba-tiba.
Lucas mendadak merinding, karena hal itu baru pertama kali ia rasakan, saat berciuman dengan seorang gadis.
“Lain kali kalau dia mabuk lagi, aku gak mau ciuman sama dia!” ucap Lucas yang merinding dengan keadaan.
Lucas memandang ke arah rumah Athi, sembari menghela napasnya dengan panjang.
“Semoga saja dia ingat dengan apa yang sudah terjadi malam ini, di antara kita,” ucap Lucas, yang dengan segera melangkahkan kakinya, meninggalkan rumah Athi.
...***...
Athi tersadar dari tidurnya. Saat ini, hari sudah terik, pertanda kalau Athi sudah terlambat untuk bangun.
Athi mendelik sembari meremas rambutnya, “Ya ampun, aku terlambat ke sekolah!” teriak Athi, yang dengan segera melangkahkan kakinya menuju ke arah kamar mandinya.
__ADS_1
Athi yang sedang berlarian itu, tiba-tiba saja menghentikan langkahnya, karena teringat dengan sesuatu.
“Eh, aku kan ... udah lulus kemarin! Kenapa aku masih terbawa suasana sekolah?” gumam Athi, yang merasa kalau dirinya sangat bodoh saat ini.
Athi kembali melangkah menuju ke arah ranjang tidurnya. Ia meringkuk, karena ada sesuatu yang membuatnya terus merasa kepikiran.
“Sepertinya, aku melupakan sesuatu,” gumam Athi, merasa ada sesuatu yang sudah terjadi padanya, tetapi ia tidak ingat sama sekali, dengan apa yang terjadi padanya.
Athi berusaha untuk berpikir sejenak tentang permasalahan yang terjadi padanya.
“Tadi malam bukannya aku lagi di bar sama Lucas, ya?” gumam Athi yang berusaha untuk menerka-nerka keadaan.
Athi berpikir sejenak, untuk mengingat kejadian yang terjadi.
Athi meremas rambutnya yang kini terurai, “Duh ... semalam terjadi apa aja sih sama aku?” ucap Athi yang sangat risau dengan keadaannya.
Ia sangat khawatir, jika saja ia melakukan hal yang di luar nalarnya, yang bisa mempermalukan martabatnya.
Athi menggigit jarinya, “Aku gak melakukan sesuatu yang memalukan saat mabuk, kan?” ucap Athi bertanya-tanya pada dirinya sendiri.
Athi menghela napasnya panjang, berusaha untuk mengingat kembali semua yang terjadi dengannya malam tadi.
“Apa ya ....”
Athi mendelik seketika, “Aku semalam muntahin Lucas, ya?” teriak Athi, yang baru saja tersadar dengan apa yang terjadi dengannya semalam.
Athi segera mengambil handphone-nya, dan segera menelepon Lucas di sana.
Telepon pun terhubung.
“Halo?” sapa Lucas.
“Ayo kita ketemu! Ada yang mau aku bicarakan sama kamu,” ucap Athi berterus-terang, membuat Lucas mendelik seketika.
Lucas bangkit dari ranjangnya, dan berusaha untuk membenarkan ototnya yang tegang, karena ia baru saja terbangun dari tidurnya.
“Iya, aku siap-siap dulu.”
“Iya, kita ketemu di dekat taman rumahku ya,” ucap Athi.
“Iya.”
Telepon pun tiba-tiba saja terputus.
Athi segera melangkahkan kaki menuju ke arah kamar mandinya, “Aku harus siap-siap!” ucapnya yang dengan segera pergi ke kamar mandi.
...***...
Athi pun sudah selesai untuk berdandan seperti biasa. Kali ini, tampilannya sangat menarik di mata semua orang. Dandanan yang tidak terlalu mencolok, tetapi tetap memperhatikan penampilannya.
__ADS_1
“Sudah siap, tinggal ketemu Lucas aja,” ucap Athi, yang segera melangkah menuju ke arah taman dekat rumahnya.
Ia melangkah menuju ke arah taman tersebut. Di sana, nampaknya sudah terlihat Lucas yang sudah menunggunya, sembari memainkan handphone-nya.
Athi memandangnya dengan miris, “Lucas,” sapa Athi, Lucas pun memandang ke arah Athi.
Tatapan matanya langsung terpana, melihat Athi yang berdandan seperti itu, hanya untuk bertemu dengan dirinya. Hal itu membuat dada Lucas semakin berdebar memandangnya.
Lucas menafikan pandangannya dari Athi, “Silakan duduk.”
Athi melihatnya dengan sendu, dan segera duduk pada ayunan di sebelah Lucas.
Athi memandang Lucas dengan sendu, “Hai,” sapa Athi, Lucas pun kembali memandang ke arahnya.
“Ada apa kamu ngajak ketemu?” tanya Lucas heran.
‘Padahal kan lewat telepon bisa,’ batin Lucas yang sepertinya sangat kurang tidur.
Athi terlihat sangat sedih, membuat Lucas menjadi heran dengannya.
“Kamu kenapa, sih?” tanya Lucas heran, Athi menggabungkan telapak tangannya di hadapan Lucas.
“Aku minta maaf, semalam aku sudah muntahin kamu. Aku beneran gak sengaja!” ucap Athi, membuat Lucas terkejut mendengarnya.
Lucas menghela napasnya panjang, karena ia merasa sangat kesal sudah mengingat kejadian menjijikan itu lagi.
“Sudahlah, jangan dibahas lagi. Aku tahu kau gak sengaja, kok!” ucap Lucas, membuat Athi sedikit lebih tenang dari sebelumnya.
“Beneran kamu maafin aku?” tanya Athi, Lucas hanya bisa memandangnya dengan dingin.
“Kau mau aku berubah pikiran, dan gak mau maafin kamu?” gertak Lucas, membuat Athi terkejut.
“Jangan gitu, dong!” gerutu Athi.
Lucas memandang Athi dengan malu.
“Memangnya, semalam apa sih yang terjadi?” tanya Athi yang penasaran dengan apa yang terjadi pada mereka malam tadi.
Lucas mendelik kaget, dan berusaha untuk mengatur dirinya.
“Kau beneran mau tahu, apa yang terjadi di antara kita?” tanya Lucas, Athi mengangguk.
“Yakin mau tahu?” tanya Lucas lagi untuk sekadar memastikan keadaan.
“Iya, bawel! Cepat kasih tahu aku!” bentak Athi, Lucas mengerenyitkan dahinya.
“Kalau kau galak, aku gak jadi kasih tahu, nih!” gertak Lucas, membuat Athi kaget mendengarnnya.
Lucas memandang Athi dengan ragu, “Semalam, first kiss milikku kamu ambil.”
__ADS_1
Duarrrrrrrrrrr!!