Manisnya Cinta Sahabat

Manisnya Cinta Sahabat
Pertikaian Dua Insan


__ADS_3

Athi menghampiri Keil yang sudah berjalan lebih dulu di hadapannya. Ia berusaha menyamai langkah Keil yang jenjang, dan berusaha untuk berjalan di sampingnya.


"Keil, jangan ninggalin!" pekik Athi, yang masih berusaha menyamai langkah jenjangnya.


Keil melirik, "Ada suara, tapi gak ada wujud," gumam Keil, membuat Athi mendelik tak percaya.


"Keil! Awas, ya!" geram Athi yang kesal dengan kelakuan Keil yang sangat absurd.


Athi agak terkejut, karena ia melihat Lucas yang sedang berdiri di dekat mereka berjalan.


'Hah, dia ngapain berdiri di samping kelas aku?' batin Athi yang terkejut melihat Lucas yang berdiri di samping kelas Athi.


Athi hanya fokus berjalan di samping Keil, tak memedulikan Lucas yang sedang berdiri di depan balkon kelas.


"Hey ... udah lama ya gak ketemu?" sapa Lucas, membuat Athi tak bisa lari lagi dari keadaan.


'Waduh, dia kok manggil aku saat aku lagi sama Keil? Dia kenapa?' batin Athi yang kebingungan harus berbuat apa.


Mereka hanya berjalan melewati Lucas dengan sangat angkuh.


"Hey Keil, aku lagi bicara sama kamu tahu," pekik Lucas dengan nada santai, membuat Athi mendelik tak percaya.


'Hah, jadi dia bukan lagi manggil aku, tapi lagi manggil Keil?' batin Athi yang kebingungan dengan keadaan, membuatnya memandang ke arah Lucas.


Keil tidak memedulikan ucapan Lucas.


"Apa karena udah punya pacar, jadi lupa diri?"


Ucapan Lucas membuat Keil menghentikan langkahnya seketika. Keil pun menoleh ke arahnya.


"Apa kamu bilang?" tanya Keil dengan sinis, yang langsung berhadapan dengan Lucas, membuat Athi semakin terkejut karenanya.


'Eh ... jadi mereka saling kenal?' batin Athi yang tak percaya dengan yang ia lihat ini.


"Kamu udah besar ya sekarang! Karena sudah punya pacar, jadi lupa ya sama sekitar?" ujar Lucas membuat Keil memandangnya sinis.

__ADS_1


Keil mendelik, dan saking marahnya ia dengan Lucas ia segera menarik kerah seragam Lucas, tetapi Lucas hanya diam santai karena paham Keil tidak akan melakukan hal sembarangan di dalam sekolah.


“Heh, ngapain sih? Kenapa? Saking kesalnya jadi gak bisa nahan emosi?” tanya Lucas dengan angkuh, membuat Keil geram dengannya dan menatap Lucas dengan tatapan sinis.


Lucas memandang dengan angkuh, “Lihat tuh mukamu! Masih ada luka lebam di pipi, beneran mau ngajak berantem, nih?” ujar Lucas, “ayo coba pukul!” tantang Lucas, membuat Keil hanya bisa memandang kesal Lucas, tanpa bisa berbuat apa pun.


Tentu saja Keil tidak akan berbuat sembarangan di dalam sekolah, karena ia tidak mau hanya karena masalah sepele, ia harus kehilangan segala pencapaian yang ia dapat hingga saat ini. Di samping itu, Keil juga tidak mau menyakiti siapa pun tanpa sebab. Ia masih bisa menahan rasa kesalnya pada Lucas.


Seketika seluruh orang menghampiri mereka, ingin melihat dari dekat pertengkaran yang terjadi di antara mereka. Sangat jarang adegan seperti ini terjadi. Kejadian pertengkaran ini sangat menarik perhatian mereka, karena ini adalah pertengkaran tentang Keil yang memang selalu menjadi trending topic pembicaraan di antara para gadis di sekolah ini.


“Hey, ada yang lagi berantem tuh!” gumam salah satu siswa, membuat siswa lainnya tertarik dengan hal yang mereka dengar.


“Eh, siapa?” tanya seseorang yang mendengar perkataan orang itu.


Beberapa orang berlarian, karena mendengar teriakan orang pertama yang memicu keramaian.


“Siapa?”


“Azekeil sama Lucas!”


“Wah, gila mereka berantem!”


‘Keil katanya?’ batin Belle, yang penasaran dengan yang sedang terjadi di sana.


Dengan sangat penasaran, Belle pun melangkah menyelinap dalam keramaian untuk melihat kebenaran yang terjadi.


Lucas menatap dingin ke arah Keil, “Kenapa? Ayo cepat pukul, psikopat!” suruh Lucas, “oh ya, apa cewekmu tahu, kau itu sebenarnya sinting?” tanya Lucas, membuat Keil hanya bisa menahan perasaan kesalnya saja, sembari tetap mencengkeram kerah seragam Lucas.


Athi memandang ngeri ke arah mereka, karena mendengar Lucas berbicara seperti itu, membuat Athi merasa sangat penasaran dengan yang Lucas katakan.


‘Duh ... sebenernya apa sih yang terjadi? Anak nakal itu kenapa begitu ke Keil?’ batin Athi yang kebingungan dengan keadaan.


‘Apa aku hentikan aja? Duh, gimana nih?!’ Athi mulai kebingungan sendiri dengan keadaan yang semakin mendesak.


Athi menghela napasnya panjang, berusaha mempersiapkan dirinya. Dengan berani, Athi menepis tangan Keil dari kerah seragam Lucas, membuat Keil melepaskan tangannya dari kerah seragam Lucas.

__ADS_1


Lucas dan Keil pun terkejut, karena Athi yang tiba-tiba saja action di hadapan mereka. Para siswa yang melihat pun menjadi tercengang dengan sikap Athi yang sangat berani.


“Keil, ayo pergi aja!” bisik Athi, yang tidak ingin sampai Keil menumpahkan kekesalannya dengan Lucas, membuat Lucas memandangnya dengan datar.


“Yah, dasar cupu!” umpat Lucas yang masih terdengar oleh Keil, tetapi Keil hanya berfokus pada Athi saja.


Keil pun menatap sinis ke arah Lucas, kemudian dengan segera berbalik meninggalkan Lucas di sana bersama dengan orang-orang yang sudah berkumpul.


“Tahan, ya?” pinta Athi, yang tak dihiraukan oleh Keil.


Semua orang tercengang melihat Athi yang dengan berani menghentikan pertikaian antara laki-laki, membuat Lucas heran dengan gadis yang biasa ia panggil serangga itu.


Lucas memandang mereka dengan datar, yang sudah pergi dari hadapannya.


Belle yang sudah memperhatikan mereka dari kejauhan, segera menghampiri Lucas, dan mencengkeram lengan Lucas.


“Lucas, kamu kenapa begitu, sih?” ujar Belle dengan sikap yang sangat imut, tetapi tidak membuat Lucas lantas menyukai yang ia lakukan.


Lucas menatap sinis ke arah Belle, “Lepas, sialan!” bentak Lucas dengan geram sembari menarik tangannya yang Belle cengkeram.


Melihat respon Lucas yang sangat kasar padanya, Belle hanya bisa terdiam sembari memandangnya dengan datar.


“Cecunguk itu, sekarang kenapa malah jadi punya cewek, deh?” tanya sinis Lucas, membuat Belle kembali pada sikap awalnya yang seperti dibuat-buat.


“Maksud kamu apa? Cewek dari mana? Keil itu gak punya pacar tuh!” bantah Belle, yang menganggap dirinya sangat mengenal baik tentang Keil.


Lucas memandang heran Belle, “Masa? Terus itu tadi siapa?” tanya Lucas yang setengah tak percaya dengan ucapan Belle.


Mendengar pertanyaan Lucas, membuat Belle menjadi sangat ragu, “I-itu tadi cuma teman aja, kok!” jawab Belle dengan ragu, membuat Lucas menjadi sangat kesal mendengarnya.


“Si sialan itu sekarang udah punya teman, ya?” ujar sinis Lucas, saking kesalnya ia dengan Keil.


Bukan tanpa sebab Lucas bersikap seperti itu. Mereka memiliki masalah yang sangat besar, sehingga mereka sampai saat ini menjadi bermusuhan seperti ini.


Apa masalahnya?

__ADS_1


Rahasia.


...***...


__ADS_2