
Kehidupan tanpa cinta dari Lucas, benar-benar sudah menyiksa Athi. Ia tidak lagi bisa berbincang mesra dengan Lucas, sama seperti saat mereka bersama.
Athi sudah benar-benar tidak bisa berbuat apa pun lagi. Ia tidak bisa berbohong lagi, kalau dirinya ternyata sudah tidak bisa menahan perasaan sakit hati ini, tanpa adanya Lucas di sisinya.
Sudah satu bulan sejak ia mengakhiri hubungannya dengan Lucas. Sejak saat itu, Athi memang memaksakan diri untuk bisa melupakan Lucas, tetapi setelah ia melakukannya, ia ternyata sungguh tidak bisa.
Athi berjalan di gelap malam, menyusuri setiap jalanan Ibukota. Ia kembali bernostalgia, dengan kehidupan yang sempat ia lalui bersama dengan Lucas.
Wajahnya selalu dipenuhi dengan air mata, karena ia sudah tidak bisa menahan tangisannya. Ia juga tidak bisa menangis di rumah, karena ia tidak ingin kakak dan ibunya sampai mengetahui tentang dirinya yang sedang tidak baik-baik saja.
“Kenapa jadinya seperti ini?” gumam Athi, yang sangat tidak bisa menerima semua kehendak yang sudah ia lakukan pada Lucas.
Padahal, ia yang memulai semuanya, tetapi ia juga yang tidak rela jika mereka sudah tidak lagi berhubungan.
Memang, berbicara tidak semudah melakukannya.
Athi berjalan menyusuri jembatan dekat rumahnya, dan tanpa sengaja berjongkok di atas jembatan tersebut, saking tidak bisanya ia menerima semua yang sudah terjadi padanya.
“Kenapa semuanya harus seperti ini?” gumam Athi, yang tidak bisa menerima semua yang terjadi.
“Hey,” sapa seseorang, membuat Athi mendelik karenanya.
Athi segera memandang ke arah orang yang sudah memanggilnya. Matanya terus-menerus mendelik, karena ia melihat sosok yang sudah lama sekali tidak ia lihat.
Air matanya luruh, karena ia melihat Keil yang sedang bersimpuh di hadapannya.
Keil kembali.
...***...
Athi bersama dengan Keil, duduk pada pinggir jembatan tempat mereka bertemu. Athi tidak menyangka, kalau dia akan bertemu dengan Keil kembali.
“Ada apa?” tanya Keil dengan dingin, sontak membuat Athi kesal mendengarnya.
‘Sudah lama tidak bertemu, ekspresinya itu ternyata masih sama saja seperti dulu,’ batin Athi yang masih saja kesal dengan Keil.
“Hey Keil, sudah lama tidak bertemu, kenapa kamu malah bertanya dengan nada yang sama seperti dulu?” tanya Athi, yang sendu mengingat Keil yang tidak ada perubahannya sama sekali.
__ADS_1
“Lantas aku harus bagaimana?” tanya Keil, sontak membuat Athi mendelik ke arahnya.
“Apa kamu tidak ada rasa penyesalan sedikit pun, karena sudah meninggalkan aku waktu itu?” tanya Athi, Keil menunduk sendu karenanya.
“Ada.”
“Deg!”
Athi mendelik, ketika Keil mengatakan hal demikian. Hal itu membuat Athi semakin sedih mendengar ucapannya.
...-Flashback on-...
Saat di Jepang, Keil benar-benar tidak makan dengan baik. Ia sangat mengkhawatirkan keadaan ayahnya, sampai ia tidak bisa memikirkan keadaannya sendiri.
Walaupun Keil sangat membenci ayahnya karena permasalahan itu, tetapi Keil masih tetap anak kandung ayahnya, sehingga ia masih memiliki rasa sedih ketika melihat ayahnya terbaring koma seperti ini.
Keil tidak bisa makan dengan benar, karena ia selalu mengingat Athi di sana.
Keil memandang ke arah langit-langit kamarnya, “Athi, apa kamu tahu bagaimana sulitnya aku melupakanmu?” gumam Keil, yang sangat merindukan Athi.
Keil memeriksa handphone-nya, karena ia sudah sangat merindukan Athi.
Keil sangat terkejut, karena ia melihat media sosial yang Athi pakai, yang ternyata memakai foto profile dirinya bersama dengan Lucas.
Saat itu, betapa hancurnya hati Keil, saat melihat momen kemesraan mereka, yang selalu mereka unggah bersama-sama, pada akun mereka masing-masing.
Ia tidak bisa membayangkan, kalau kejadiannya akan jadi seperti yang ia duga.
“Aku sudah menduganya sejak awal,” gumam Keil yang sudah tahu kejadiannya ternyata akan jadi seperti ini.
Keil hanya bisa menangisi hubungan mereka, yang sudah ia ketahui itu.
Ia mulai melupakan Athi, tetapi ia tidak bisa dengan mudahnya melupakan Athi. Sementara, ia juga tidak bisa meninggalkan ayahnya, yang masih belum sadar juga dari komanya.
...-Flashback off-...
Athi memandang Keil dengan sangat sendu, karena ucapan Keil, yang sepertinya tidak sesuai dengan kelihatannya.
__ADS_1
“Keil, betapa sulitnya aku untuk melupakan kamu saat itu,” ucap Athi, yang merasa dirinya sangat tersakiti.
Keil tersenyum, “Aku juga. Betapa sulitnya melupakan kamu saat itu. Sampai gak sengaja aku ngeliat kamu dan Lucas, yang sudah menjalin hubungan bersama,” ucap Keil, sontak membuat Athi terkejut mendengarnya.
Athi menghela napasnya panjang, “Ya, kamu benar. Aku memang sempat menjalin hubungan dengan Lucas. Tapi, sekarang kita sudah punya jalan masing-masing,” ucap Athi menjelaskan, sontak membuat Keil mendelik mendengarnya.
Mendengar penuturan Athi yang seperti itu, Keil hanya bisa menunduk sendu, karena ia sudah sangat sakit mendengar Athi yang sepertinya sedang merasakan sakit hatinya.
Keil menghela napasnya panjang, “Apa kamu baik-baik saja?” tanya Keil, sontak membuat Athi mendelik.
Athi menghela napasnya panjang, “Aku baik-baik saja,” jawab Athi.
Keil memandang ke arah sorot mata Athi yang sepertinya tidak mencerminkan itu. Ia melihat kalau Athi tidak benar-benar baik.
‘Sepertinya, Athi tidak baik-baik saja,’ batin Keil, yang menelaah setiap ucapan dan perbuatan Athi.
“Bagaimana, kalau kamu aku antar pulang?” tanya Keil, Athi hanya bisa mengangguk setuju, karena dia yang memang khawatir jika di tengah malam seperti ini, ia bertemu preman yang akan membuat dirinya dalam masalah kembali.
Mereka berjalan bersama, sembari tidak memandang satu sama lain. Athi merasa sangat canggung berhadapan dengan Keil, begitu juga Keil.
Sekian lama mereka tidak bertemu, dan kini mereka bertemu di saat yang sangat tidak tepat.
Athi sedang merasakan kecewa, dan kehilangan, karena sudah putus hubungan dengan Lucas.
Di sisi lain, ternyata bertemu Keil lagi saat ini, ada senangnya juga. Athi menjadi sedikit terhibur, karena adanya Keil yang tiba-tiba saja muncul kembali di dalam kehidupannya.
“Hey, Athi,” panggil Keil, Athi menoleh ke arah Keil, “kenapa kamu bisa putus hubungan dengan Lucas?” tanya Keil yang penasaran dengan cerita mereka, yang harus kandas di tengah jalan.
“Aku menyuruhnya memilih masa depannya. Aku tahu, dia ingin sekali jadi idol. Aku membiarkan dia mengejar cita-citanya,” jawab Athi, sontak membuat Keil terkejut mendengarnya.
‘Jadi, Lucas sekarang sudah menjadi seorang idol?’ batin Keil, yang tiba-tiba saja teringat tentang masa lalu mereka, yang ingin sekali menjadi anggota band.
‘Baguslah, dia sekarang sudah membuktikan niatnya,’ batin Keil yang merasa bahagia dengan jalan yang Lucas ambil.
Langkah Athi terhenti, karena ia tak sengaja bertemu dengan Lucas yang ternyata sudah menunggu di depan rumahnya. Melihat Athi menghentikan langkahnya, Keil pun ikut menghentikan langkahnya.
“Lucas,” panggil Athi yang terkejut dengan kedatangan Lucas di hadapannya.
__ADS_1
Keil dan Lucas sama-sama mendelik, karena mereka sama-sama bertemu pada waktu yang salah.