Manisnya Cinta Sahabat

Manisnya Cinta Sahabat
Cokelat, Special For You


__ADS_3

Jam pulang sekolah pun tiba. Lucas dengan segera merapikan barang-barangnya yang ia pakai untuk belajar pada jam pelajaran sebelumnya. Saking fokusnya ia memasukkan barang-barangnya ke dalam tas, tak sadar Athi sudah tidak ada di tempatnya.


‘Lho, si serangga mana?’ batin Lucas, yang sangat terkejut karena tiba-tiba saja Athi menghilang secepat itu.


Dengan segera, Lucas pun berlarian pergi untuk berusaha menyusul Athi. Ia berlarian ke luar kelas, dan sama sekali tidak melihat keberadaan Athi.


Lucas berhenti sejenak di koridor dekat kelasnya, “Athi mana, ya? Kok cepat banget jalannya?” gumam Lucas, yang sangat heran dengan Athi yang sangat cepat itu.


Lucas berjalan menyusuri koridor, dan sampai keluar dari pagar sekolah pun, ia tetap tidak menemukan keberadaan Athi.


Ia menoleh ke segala Ara, dan ternyata, ia berhasil menemukan Athi.


“Nah ... itu dia!” gumam Lucas dengan sangat senang.


“Athi!” panggil seseorang dari arah sebelah kanan Athi, membuat senyuman Lucas seketika luntur karenanya.


Langkah Lucas pun terhenti, karena ia tak sengaja melihat Keil yang tiba-tiba menghampiri Athi, yang sedang berjalan sendiri di sana.


Athi menoleh ke arahnya, “Eh, kenapa?” ucap Athi yang setengah tidak sadar dengan kehadiran Keil yang tiba-tiba.


Keil dengan sangat ragu, memberikan sebuah cokelat batang pada Athi, sehingga Athi menjadi sangat terkejut melihatnya.


“Tadi aku beli ini, aku gak tahu kamu suka atau enggak. Kalau kamu mau, ini buat kamu,” ucap Keil, sembari menyodorkan cokelat itu pada Athi.


Melihat sikap Keil yang sangat manis baginya, Athi sampai terdiam, tak tahu harus berbuat apa. Ini adalah cokelat pertama yang diberikan seorang laki-laki, kepada Athi. Tentu saja Athi sangat senang menerimanya.


Melihat wajah dan ekspresi Athi yang terlihat senang seperti itu, membuat Lucas hanya bisa terdiam sembari memandangnya dari kejauhan.


‘Athi suka cokelat?’ batin Lucas, yang baru mengetahui sedikit tentang Athi.

__ADS_1


Athi menerima cokelat pemberian Keil dengan sangat senang, “Terima kasih, Keil,” ucap Athi dengan wajah yang sangat sumringah, membuat Keil menjadi malu melihat ekspresi Athi yang sangat di luar ekspetasinya.


Lucas mendelik, ‘Jadi beneran dia suka cokelat? Kenapa tadi aku malah beliin jus kotak? Kenapa aku gak beliin aja dia cokelat, yang sama seperti yang Keil kasih ke dia sekarang?’ batin Lucas yang mendadak tidak mood, mengingat dirinya yang sudah salah memberikan makanan favorit para gadis.


Keil menafikan pandangannya dari Athi karena ia sangat malu melihat ekspresi Athi yang baginya sangat berlebihan.


“Itu hanya cokelat, harusnya kamu gak perlu pasang wajah begitu,” ucap Keil tanpa melihat ke arah Athi.


Mendengar ucapan Keil, Athi hanya terdiam, tak tahu harus berkata apa.


“Hey Keil, ini tuh cokelat pertama yang aku dapat dari cowok. Wajar gak sih, kalau aku senang dapet cokelat seperti sekarang ini?” ujar Athi, membuat Keil mendelik kaget mendengarnya.


Lucas juga terkejut mendengar ucapan Athi, yang mengatakan kalau ini adalah cokelat pertama yang ia dapat selama ini. Lucas menunduk, dan sedikit menyesali dirinya sendiri.


‘Kenapa tadi aku gak beliin dia cokelat, sih?’ batin Lucas yang saking kesalnya, malah menjadi tidak mood dengan keadaan.


Keil memandang ke arah Athi, “Mana mungkin?” bantah Keil yang tidak percaya dengan yang Athi ucapkan itu.


Keil memandang Athi dengan datar, “Bibirnya jangan dimanyunin gitu, bisa bahaya nanti,” ucap Keil, Athi mendelik mendengarnya dan mendadak menjadi merona mendengarnya.


Athi menafikan pandangannya, “Apa sih,” gumam Athi yang sedikit malu mendengar ucapan Keil yang aneh baginya.


Keil menghela napasnya panjang, “Gak nyangka ya, waktu sudah berlalu begitu cepat. Yang awalnya kita berdua tidak pernah kenal sama sekali, menjadi sedekat ini dan sudah berada di titik ini.”


“Deg!”


Mendengar ucapan Keil yang seperti ini, membuat jantung Athi terus berdegup dengan kencang. Ia tidak paham, tetang perasaan yang ia alami ini. Ia sama sekali tidak mengerti, kenapa ia bisa merasakan perasaan yang aneh, bila bersama Keil.


Athi tersenyum, “Iya, aku juga gak menyangka akan bisa menggapai titik ini. Waktu itu baru aja masuk sekolah, dan sekarang sudah mau keluar lagi,” ucap Athi membenarkan ucapan Keil.

__ADS_1


Lucas mendengarnya dengan sangat sedih. Ia juga merasa, kalau dirinya sudah menjadi lebih dekat dengan Athi, sampai saat ini. Meskipun, saat ini mereka sedang dilanda konflik, tetapi tak bisa dipungkiri, Lucas sebenarnya senang bisa mengenal Athi, dan bisa berteman dengannya hingga saat ini.


Keil memandang Athi dengan saksama, “Setelah lulus, mau ke mana?” tanya Keil.


“Hah? Aku gak tahu mau ke mana,” jawab Athi yang masih agak rancu dengan jalan hidupnya selanjutnya.


Athi tidak sampai berpikir sejauh itu.


Keil mengerenyitkan dahinya, “Kenapa begitu? Bukannya harusnya kamu mempersiapkan dari awal?” tanya Keil.


Athi memandang sendu ke arah Keil, “Mungkin ... aku hanya akan belajar di rumah setelahnya. Aku tidak punya kemampuan apa pun. Ingin melanjutkan kuliah pun, tidak akan mungkin karena biaya,” ujar Athi, membuat Keil menghela napasnya dengan dalam.


“Kata siapa kamu gak punya bakat apa pun?” tanya sinis Keil, Athi hanya bisa memandangnya bingung.


“Hah?” gumam Athi kebingungan dengan ucapan Keil.


“Kamu itu jago banget make up. Apa kamu gak ada pemikiran untuk mengembangkan bakat kamu itu?” tanya Keil, Athi mendelik tak paham dengan apa yang Keil maksudkan.


“Aku gak paham,” ucap Athi yang masih saja tidak bisa menangkap maksud dari ucapan Keil padanya.


Keil memandangnya dengan datar, “Buka channel YT tentang kecantikan kek, atau jadi MUA, atau jadi guru les make up, yang penting kamu bisa menghasilkan uang,” ucap Keil, yang berusaha untuk membuat mata hati Athi terbuka.


Athi terdiam, sembari merenungi apa yang Keil ucapkan tadi.


Athi memandang ke arah Keil dengan senyuman, “Nanti aku pikirkan. Terima kasih ya, Keil! Aku senang banget bisa kenal sama kamu, Keil,” ujar Athi yang sangat bahagia bisa menjadi teman Keil.


Lucas mendelik mendengarnya, “Aku juga senang bisa berteman sama kamu,” jawab Lucas pelan, yang hanya ia yang bisa mendengarnya saja.


Lucas ingin sekali mendengar ucapan itu dari mulu Athi, sama seperti ia mengucapkan hal itu pada Keil. Lucas juga sangat senang bisa berteman dengan Athi, sampai saat ini.

__ADS_1


Mendengar hal itu, Keil pun tersenyum tipis dan tak sengaja melihat ke arah sepatu Athi yang tidak terikat dengan benar.


Keil dengan segera bersimpuh di hadapan Athi, dan memakaikan tali sepatu Athi yang sudah terlepas dari simpulnya. Hal itu membuat jantung Athi seketika berdetak dengan sangat cepat.


__ADS_2