
Sesampainya di rumah, Athi memandang langit-langit kamarnya dengan sangat heran, karena dirinya yang masih tidak yakin dengan keadaan yang ia alami.
Keil amat berbeda dari biasanya. Walaupun pada awalnya Keil sangat sinis dengan Athi yang ia jumpai di toko buku, tetapi Keil yang tadi ia jumpai sangatlah berbeda dari yang biasanya.
"Huft ...."
Athi berkali-kali menghela napasnya panjang, karena ia sudah sangat sesak dengan sikap Keil yang sangat berbeda dari biasanya.
"Rasanya, sama seperti mempunyai kepribadian ganda," gumam Athi, yang memikirkan Keil terlalu dalam.
Athi mengambil cermin kecil yang ada di meja sebelah ranjang tidurnya, kemudian melihat penampilan dirinya yang sangat polos, tanpa polesan make up.
"Ugh ...."
"Rasanya, kok aneh ngeliat diri sendiri di cermin begini," gumam Athi yang kesal sendiri melihat wajah polosnya, yang mulai ditumbuhi jerawat yang meradang itu.
Athi menjadi terpikir dengan sikap Azekeil yang sangat berbeda dengan kedua sisi dirinya yang berbeda.
"Dia terlihat sangat sinis dengan Aku yang berada di sekolah, tapi terlihat sangat manis bila berhadapan dengan aku yang ada di toko buku. Kenapa hal gini aja bikin aku jadi galau, sih?" gumam Athi yang sebal dengan keadaan.
"Apa Keil beneran gak tau soal aku yang sebenarnya?" gumam Athi, sembari kembali melihat ke cermin kecil yang ia pegang.
"Apa Keil gak suka sama cewek yang cantik? Kok dia bersikap malu-malu sama Athi yang dia lihat di toko buku, sih?" gumam Athi bertanya-tanya dengan keadaan yang tidak bisa ia jelaskan.
Athi menutup wajahnya menggunakan bantal yang ia pegang, "Duh ... kenapa jadi rancu begini, sih?" tanya Athi dengan nada yang sangat kesal.
"Ah ...," gumam Athi karena mengingat sesuatu, "apa aku tanya aja kali ya di forum?" gumam Athi yang terpikir tentang forumnya di media sosial, yang selalu mengikuti semua kegiatannya dari dulu hingga sekarang.
Bisa dibilang, dirinya adalah pecandu internet. Dengan sikapnya yang aneh menurut sebagian orang, membuat Athi tidak memiliki teman bicara sejak dulu, sehingga membuat dirinya terpaksa harus menjalin hubungan pertemanan di dunia maya. Hal itu tentunya sangat wajar dilakukan bagi sebagian orang yang merasa kurang percaya diri di kehidupan nyata.
__ADS_1
Athi segera mengambil handphone-nya dan segera membuat sebuah forum yang diunggah di media sosialnya.
"Hai, aku kok merasa ada yang aneh ya dengan orang yang sering aku jumpai, akhir-akhir ini? Dia itu teman satu sekolah aku. Dia juga ternyata orang yang sering keluar-masuk ke toko buku yang sering aku kunjungi juga. Dandanan aku beda banget, di sekolah dan di luar sekolah. Dengan aku yang di sekolah, dia selalu sinis dan malas berbicara dengan aku, tetapi dengan aku yang di toko buku, dia bahkan ngasih tau sisi yang bagi aku tuh imut banget. Bayangin aja, dia sampai bilang terima kasih dengan aku yang ada di toko buku! Wajahnya merah, seperti sedang menahan malu. Dia kenapa, ya?"
Athi mengirimkan status di media sosialnya, sehingga tak lama kemudian, teman-teman dunia maya yang ada di kontaknya pun mengomentari status yang Athi buat.
"Kok kayak kepribadian ganda?"
"Lho, aneh! Harusnya dia bersikap baik dengan yang ada di sekolah, karena cantik. Kok dia bersikap baik dengan yang ada di toko buku, sih?"
"Aku sih no comment, ya!"
"Masa sih, ada orang di dunia ini yang suka sama gadis polos tanpa olesan make up?"
Athi memandang sendu komentar mereka, dan membacanya satu per satu. Komentarnya sangat masuk di logika Athi.
"Harusnya dia suka sama yang di sekolah, karena yang di sekolah itu aku cantik. Kok ini malah suka sama yang di toko buku, sih?" gumam Athi yang masih tidak terima dengan keadaan.
Athi kembali melihat komentar dari yang lainnya, yang terbaru. Matanya membulat, karena melihat komentar positif dari beberapa pengguna internet yang lain.
"Siapa tahu, di dunia ini masih tersisa laki-laki yang suka sama gadis tanpa make up? Coba saja kamu deketin!"
"Jangan-jangan dia suka sama kamu yang natural?"
"Dia tahu gak kalau kamu itu orang yang sama? Coba deh kamu pakai wajah polos saat pergi ke sekolah. Coba lihat reaksinya."
Membaca komentar terakhir, membuat Athi mendelik tak setuju. Ia sama sekali tidak ingin melakukannya, karena dirinya pasti akan dicemooh kembali, kalau ia sampai tidak memakai make up saat ia pergi ke sekolah.
"Gak, aku gak akan mau kalau polos ke sekolah! Aku udah terlalu sakit kena bully-an mereka. Aku gak mau di SMA, mereka malah bully aku juga," gumam Athi, yang ketakutan sendiri dengan apa yang akan mereka perbuat nantinya.
__ADS_1
Rasa trauma akan masa lalu, membuat Athi tidak mau lagi melakukan kesalahan sekecil apa pun itu. Ia tidak ingin menjadi bahan olok-olokan lagi nantinya.
Sudah cukup, beberapa tahun ke belakang ini ia rasakan dengan bully dan maki yang menusuk hati. Jangan lagi ia merasakan rasa dan luka itu kembali.
Athi kembali melihat ke forumnya itu. Beberapa komentar sudah ditambahkan, dan Athi pun membaca seluruh isi komentar yang membanjiri kolom komentar yang tersedia.
"Coba kamu yang di toko buku, bersikap agresif sedikit. Siapa tahu memang benar, dia jatuh hati sama kamu yang di toko buku."
Athi mendelik kaget, "Hah? Agresif gimana, sih maksudnya?" tanya Athi yang bingung dengan maksud dirinya.
"Kalau dia gak kenal sama kamu yang di toko buku, coba ajak kenalan. Siapa tahu kalian jodoh karena punya hobi yang sama, ya kan? Bisa aja!"
"Kalau diteliti sih, dia suka sama kamu yang ada di toko buku. Buktinya, sikapnya berbeda kan dengan kamu yang di sekolah?"
Athi memandang sendu komentar terakhir, membuat dirinya bingung setengah mati dengan keadaan ini.
Athi menghempaskan ponselnya ke sebelah ranjang tidurnya, dan kembali memandang langit-langit kamarnya dengan sendu.
"Huft ...."
"Apa benar yang mereka omongin tentang Keil, yang katanya dia suka sama aku yang di toko buku?" gumam Athi yang masih labil, dan masih berusaha meyakinkan dirinya.
Mengingat saran dari teman-teman lainnya di forumnya, membuat dirinya merasa yakin kalau Azekeil yang ia temui di toko buku sangatlah menyukainya dengan penampilan yang seperti ini.
"Ah, bener juga kata mereka," gumam Athi dengan rasa percaya diri yang tinggi.
Namun, lagi-lagi ia dipatahkan dengan hatinya sendiri. Bahwa orang se-perfect Azekeil pastinya tidak akan pernah menyukai dirinya yang bagaikan langit dan bumi itu, bila dibandingkan dengan Keil.
"Arghh!!"
__ADS_1