Manisnya Cinta Sahabat

Manisnya Cinta Sahabat
Sapu Tangan


__ADS_3

Athi seketika meleleh hanya dengan ucapan sederhana Keil yang seperti itu, membuatnya menjadi sangat tersanjung.


"Wah ... ini buat aku, Keil?" tanya Athi, membuat Keil memandangnya dengan datar.


"Kamu sudah berada di arah pintu keluar yang tepat," gumam Keil dengan dingin, bermaksud untuk menyuruh Athi pergi dari kelas ini.


Athi yang paham dengan maksudnya, hanya bisa memanyunkan bibirnya.


"Apa sih," umpat Athi, yang sedikit kesal dengan Keil.


"Jangan lupa, sepulang sekolah ikut kegiatan klub," ucap Keil, membuat Athi hampir saja meluapkan kegiatan klub bahasa Inggris yang ia ikuti.


Athi mendelik, "Oh ya, aku lupa. Terima kasih sudah mengingatkan," gumam Athi dengan sangat senang, membuat Keil segera menafikan pandangan darinya.


"Kamu sudah di pintu keluar," gumam Keil dengan datar, yang menyuruh Athi untuk segera meninggalkan kelasnya.


Athi mengerenyit, "Kamu nyuruh aku pergi terus! Baiklah, aku pergi! Jangan rindu, lho!" bentak Athi, sembari melangkahkan kakinya menjauh dari hadapan Keil.


Keil memandang perginya Athi dengan sinis, karena merasa kesal dengan yang Athi ucapkan.


"Jangan rindu katanya?" gumam Keil dengan sinis.


Athi pergi dari sana, menuju ke arah kelasnya. Di koridor terlihat seseorang yang sangat tidak asing baginya.


"Hey, kau darimana aja? Udah lama gak masuk sekolah?" tanya salah satu anak laki-laki, yang merupakan teman dari orang yang Athi lihat.


Athi mendelik kaget, karena ia melihat orang itu lagi, yang ternyata adalah murid di sekolah ini juga.


"Heh, kamu!!" pekik Athi, sembari menunjuk ke arah laki-laki yang ia lihat.


Laki-laki itu menatap Athi dengan tatapan datar, "Oh serangga," gumam laki-laki itu, yang ternyata adalah Lucas.


Ya! Lucas ternyata juga merupakan murid di sekolah ini. Karena dirinya yang sangat nakal, membuat dirinya harus bolos sekolah, karena bermain game online di sebuah warung internet, di dekat rumahnya. Ia hanya masuk beberapa hari, lalu ia tidak pernah masuk lagi karena harus mengikuti turnamen game online se-Asia.


Athi mendelik, "Ah, serangga?!" geram Athi, tentu saja membuat dirinya tak senang dengan yang Lucas katakan.


Lucas memandangnya dengan sangat kesal, karena Athi yang selalu berteriak bila berbicara dengannya, "Bisa gak sih, kamu gak teriak-teriak begitu kalau ngomong? Apa pita suara kamu baik-baik aja?" tanya Lucas, membuat Athi mendelik tak percaya dengan apa yang ia dengar dari Lucas.

__ADS_1


Athi mendelik, "Suka-suka aku, dong! Kan ini suara aku, mulut aku, kenapa kamu yang repot?" tanya Athi dengan sinis, membuat Lucas memandangnya dengan sinis.


"Nekat banget," gumam Lucas sembari menafikan pandangannya.


Karena merasa tak dihargai, Athi pun segera pergi dari sana, meninggalkan mereka.


"Tukk ...."


Lucas melihat sesuatu yang terjatuh dari gadis yang ia sebut serangga. Ia menatap ke arah benda yang jatuh itu, kemudian mengambilnya dengan perasaan bingung.


Lucas memandang dengan saksama sapu tangan berwarna hitam itu, sembari memikirkan sesuatu.


'Gak mungkin kalau seorang gadis punya sapu tangan ini. Ini kan ... sapu tangan yang biasa cowok pakai?' batin Lucas, yang heran dengan kelakuan gadis itu.


Athi pergi ke kelasnya dengan sangat geram, membuat energinya tiba-tiba saja seperti sangat habis.


"Haduh, kok habis marah-marah jadi lemes, ya?" gumam Athi yang merasakan sangat kelelahan.


"Brukk ...."


Athi melayangkan dirinya ke atas kursinya, lalu duduk dengan posisi menyandar di kursi tersebut.


"Sttt ...."


Sua membuat suara desis, membuat Athi membuka matanya dengan segera.


Athi mendelik, karena yang ia lihat pertama kali adalah Sua.


"Ahh!!" teriak Athi, yang sangat terkejut dengan kemunculan sahabatnya di hadapannya itu, membuatnya kehilangan keseimbangannya.


"Brukk ...."


"Aww ...."


Athi sampai terjatuh dari kursinya, saking kagetnya ia melihat Sua yang sudah ada di hadapannya.


"Hah, Athi!" pekik Sua yang terkejut melihat Athi sampai terjatuh dari tempat duduknya.

__ADS_1


Sua membantu Athi untuk bangkit dari sana. Beruntung belum ada satu pun yang datang. Seandainya kelas sudah terlihat ramai, mungkin saja Athi akan merasa sangat malu dibuatnya.


"Ayo bangun!" ucap Sua, sembari membantu Athi bangkit dari tempatnya terjatuh.


Athi berusaha menarik tangan Sua, dan akhirnya Athi pun bisa bangkit kembali. Sua juga sudah membetulkan posisi kursi Athi yang terjatuh karena ulahnya itu.


"Kamu gak apa-apa, Thi?" tanya Sua yang merasa bersalah dengan kejadian ini.


Athi masih saja berfokus pada rasa sakitnya di bagian bokong, "Sakit tau ...," gumam Athi, membuat Sua menyeringai kecil ke arahnya.


"Maaf, ya," gumam Sua, membuat Athi mengangguk kecil.


Dari arah pintu, tiba-tiba saja datang Imel yang terlihat sangat lelah. Athi yang masih kesakitan pun menjadi teralihkan oleh kedatangannya ke dalam kelas.


"Aduh ... punggungku!" gumam Imel sembari memegangi punggungnya yang sepertinya terlihat sangat sakit.


Athi dan Sua saling melempar pandang, kemudian kembali memandang ke arah Imel yang baru saja duduk di kursinya.


"Kamu kenapa, Mel?" tanya Athi yang kebingungan dengan Imel yang tiba-tiba saja masuk dengan keadaan tubuhnya yang sakit.


Sua melipat kedua tangannya, "Alah, paling juga habis nonton konser Sweeteen, kan?" tebak Sua, membuat Imel mengeluarkan sebuah majalah dari idol yang ia sukai.


Di sana, terpampang jelas wajah dari kelima orang personil Sweeteen, salah satu idol yang sangat terkenal dari negara Korea, dengan gaya rambut yang berbeda. Hal itu membuat Athi menjadi sangat terkesima melihatnya.


"Yap!" gumam Imel, membuat Sua menyunggingkan senyumnya, dan segera membuka ponselnya.


Imel memandang Athi yang nampaknya terkesima dengan foto yang ia lihat, membuat Imel tersenyum karenanya, "Kamu mau, Thi?" tawar Imel, membuat Athi terkejut mendengar pertanyaannya.


Athi menoleh ke arah Imel seketika, "Ah? Enggak, ah. Lagian, aku gak kenal sama mereka," tolak Athi, membuat Imel menatapnya dengan datar..


"Masa sama idol terkenal, kamu gak tahu, sih?" gumam malas Imel, membuat Athi menyeringai.


"Aku kan ... bukan anak zaman," gumam Athi, membuat Imel mendelik tak percaya dengan yang Athi katakan.


Sua mendelik kaget dengan pemandangan yang ia lihat. Ia melihat salah satu foto yang diunggah oleh Belle. Terlihat Belle yang sedang berpose bersama dengan Athi, membuat Sua kehabisan kata-kata melihatnya.


"Athi!!" pekik Sua yang sangat kaget dengan foto Athi, membuat Athi dan Imel langsung mengubah fokusnya ke arah Sua.

__ADS_1


"Ada apa, Sua?" tanya Athi dengan heran.


Sua menunjukkan handphone-nya ke arah mereka, "Coba jelasin, ini maksudnya apa?"


__ADS_2