
Athi mengerenyitkan dahinya, “Memangnya, ada apa? Kenapa semuanya menjadi tegang seperti ini?” tanya Athi yang heran melihat kelakuan temannya yang satu itu.
“Karena Keil sudah kembali, bagaimana kalau kita mengadakan pesta, dan jalan-jalan bersama?” usul Sua, sontak membuat Belle terkesima mendengarnya.
“Aku setuju!” teriak Belle dengan perangainya yang rusuh, membuat Athi dan teman-temannya menjadi risih.
“Siapa juga yang mau ajak kamu!” bentak Sua, sontak membuat Belle menjadi sangat sedih mendengarnya.
“Ya, kamu itu gak seru!” timpal Imel, yang malah membuat keadaan tambah runyam saja.
“Hey, sudah. Kita kan teman. Masa seperti itu?” tanya Athi, yang muncul sebagai pembela Belle, membuat Belle menjadi sangat senang mendengarnya.
“Tau nih!” ucap Belle yang merasa sudah ada yang mendukung.
Keil mengerenyitkan dahinya, “Apaan sih?” gumam Keil yang agak kesal dengan kelakuan teman-temannya ini.
“Ada usul gak kita mau ke mana?” tanya Sua.
“Kita ke pantai!” teriak Imel yang memang sangat senang jika berkunjung ke pantai.
“Ke gunung aja!” ucap Belle berusaha mengatur jalan cerita.
Imel mendelik, “Enak aja, mendingan ke pantai!”
“Enggak ih, kita ke gunung aja lebih enak!” ucap Belle.
“Duh, kalian malah bikin aku jadi pusing!” teriak Sua yang tidak bisa menahan rasa pusingnya ia mendengar ocehan dari kedua temannya itu.
Keil menggelengkan kepalanya, “Lebih baik kita ke vila keluargaku. Di sana dekat dengan gunung, dekat juga dengan pantai. Kalian bisa bermain di kedua tempat sekaligus,” usul Keil, yang tidak ingin membuat mereka menjadi bertengkar, hanya karena permasalahan tempat untuk mereka berkunjung.
Mereka mendelik bersama-sama, “Setuju!” teriak Belle, Sua dan Imel secara serentak, membuat gendang telinga Keil hampir saja pecah karenanya.
“Ya udah, nanti sore kita berangkat! Kita siap-siapin barang dulu, ya!” ucap Sua, mereka pun setuju dengan apa yang Sua katakan.
“Yes, liburan!” teriak Belle yang senang dengan liburan kali ini.
“Anu, tapi, sepertinya aku gak ikut,” ucap Athi, sontak membuat mereka mendelik mendengarnya.
“Hah? Gimana bisa? Harus ikut lah, Thi!” teriak Sua yang kesal mendengarnya.
“Iya, gimana sih!” Imel menambahkan.
“Iya Athi, jarang-jarang kita bisa pergi bareng begini!” sambar Belle, semakin memperkeruh keadaan.
Keil mengerenyitkan dahinya, “Memangnya, ada apa?” tanya Keil yang heran dengan apa yang menghambat Athi untuk pergi liburan bersama mereka.
...-Flashback on-...
__ADS_1
“Drt ....”
Athi menerima pesan dari Lucas. Dengan sangat cepat, Athi pun membaca isi dari pesan singkat tersebut.
“Aku sudah mengosongkan jadwal, bisa kita ketemu sebentar? Aku rindu!” Isi pesan dari Lucas, sontak membuat Athi menjadi terkejut.
Athi membalas pesan singkatnya, “Kapan?”
“Tring!”
“Nanti sore.”
...-Flashback off-...
Hal itu yang membuat Athi tidak ingin ikut dengan mereka, karena Lucas sudah susah payah mengosongkan jadwal, dan ia tidak ingin mengecewakan Lucas.
“Next time aja, deh!” ucap Athi, sontak membuat mereka menjadi seperti kebakaran jenggot.
“Apa sih? Pokoknya kamu harus ikut!” paksa Sua.
“Iya, harus!” tambah Imel.
“Iya sih, ikut aja!” sambar Belle.
Mendengar paksaan mereka, Athi benar-benar sudah menjadi bimbang. Ia berpikir sejenak dengan apa yang akan ia ambil.
...***...
Lucas sudah selesai pemotretan. Ia pun segera menghubungi Athi, karena mereka sudah berjanji akan bertemu sore ini juga.
Dengan sangat senang, Lucas pun mencoba menghubungi Athi, tetapi ia terhenti karena Athi sudah mengirimkan pesan singkat kepadanya.
“Aku sedang di vila Keil, bersama Sua, Imel dan Belle. Maaf ya, kita tidak jadi bertemu. Soalnya, mereka sudah maksa aku.” Isi pesan singkat dari Athi, sontak membuat Lucas menjadi sangat kesal membacanya.
“Apa-apaan ini? Aku sudah susah payah mengosongkan jadwal, dan Athi ternyata pergi dengan mereka? Gak bisa dibiarkan! Aku harus segera susul mereka!” ucap Lucas dengan tekad yang bulat, dan segera menyusul mereka ke sana.
***
Mereka akhirnya sudah sampai di vila milik keluarga Keil. Athi dan teman-temannya sangat senang, karena sudah bisa berlibur bersama dengan mereka.
“Cklek ....”
Keil membuka pintu vila yang ada di hadapannya, dan segera mempersilakan mereka untuk masuk ke dalam rumah kosong ini.
“Silakan masuk. Maaf sudah berselimut debu,” ucap Keil yang tanpa persiapan karena sangat mendadak.
“Gak apa-apa, nanti Imel bersihkan kok!” ucap Sua, sontak membuat Imel mendelik ke arahnya.
__ADS_1
“Barengan dong! Masa aku sendiri aja yang beres-beres!” protes Imel, sontak mebuat mereka menjadi tertawa karenanya.
Mereka pun masuk ke dalam vila yang cukup besar ini. Mereka memilih kamar masing-masing, dan meletakkan barang-barang mereka di sana.
“Wah ... Keil punya vila sebesar ini?” gumam Imel yang tidak menyangka kalau temannya ternyata adalah seorang anak sultan.
“Iya, gak sangka, lho!” ucap Sua membenarkan ucapan Imel.
“Eh, udah beresin barang-barang dulu!” ucap Athi, yang sedang membereskan barang-barang yang ia bawa di dalam kopernya.
Mereka pun sibuk menyiapkan semua keperluannya, dan merapikan barang-barang yang sekiranya akan terpakai selama menginap di sana.
Athi yang sudah lebih dulu selesai, saat ini bingung harus berbuat apa.
“Duh ... udah selesai duluan. Bingung mau ngapain,” gumam Athi yang bingung ingin melakukan apa lagi setelah ini.
Keil yang baru tiba di hadapan Athi, memandang Athi dengan saksama, “Kamu kenapa?” tanya Keil, membuat Athi mendelik kaget mendengarnya.
“Duh ... bosen nih! Aku sudah selesai merapikan barang. Pengen jalan-jalan, tapi gak tahu jalan,” ucap Athi menjelaskan.
“Kau mau jalan-jalan? Gimana kalau aku yang temenin?” tanya Keil, sontak membuat wajah Athi memerah mendengarnya.
“Aku kan tahu jalan, jadi takut kamu nyasar,” ucap Keil yang langsung menjelaskan kejadian pada Athi.
Athi berpikir sejenak.
“Boleh juga, biar aku gak kesasar,” ucap Athi, sontak membuat Keil tersenyum mendengarnya.
“Ya udah, aku siap-siap dulu!” ucap Keil, Athi hanya mengangguk saja mendengarnya.
Mereka kini sudah bersiap untuk menuju ke arah pegunungan, karena Athi sangat ingin berjalan-jalan di daerah pegunungan.
Athi berjalan menuju ke arah Keil melangkah, membuatnya menjadi bingung karena ia yang tidak bisa mengimbangi langkah Keil yang panjang.
“Keil, pelan-pelan dong!” ucap Athi, sontak membuat Keil kesal mendengarnya.
Langkah Keil memang seperti ini, membuat Keil menjadi terganggu dengan permintaan Athi.
“Ah, kamu kelamaan. Ini sudah mau hujan, tahu!” ucap Keil, yang saking kesalnya sampai menarik tangan Athi di sana.
“Ayo!” ucap Keil sembari menarik tangan Athi, sontak membuat Athi menjadi sangat bingung karenanya.
Mereka melangkah dengan cepat, karena ternyata hujan sudah turun membasahi tubuh mereka.
“Duh ... hujan! Kita berteduh dulu ya! Sepertinya, ada vila kosong di sekitar sini,” ucap Keil, membuat Athi mengangguk setuju dengannya.
Mereka pun segera masuk ke dalam vila yang sudah terlihat di depan mata mereka.
__ADS_1