Manisnya Cinta Sahabat

Manisnya Cinta Sahabat
Khawatir


__ADS_3

Mereka berjalan menyusuri sudut kota dengan gemerlap lampu yang membuat suasana semakin hidup. Merah, kuning dan hijau lampu memeriahkan sisi kota dengan sangat indah, membuat setiap pasang mata yang memandangnya menjadi kagum dengan keindahannya.


Keil berjalan beriringan bersama dengan Lucas dan juga Athi, sembari meminum jus kotak kesukaannya. Lucas memandangi keindahan lampu-lampu taman itu, sementara Keil hanya menatap ke arah hadapannya.


Athi memandangi hasil jepretan foto mereka bertiga, yang berpose persis seperti tim 7 dari anime Naruto. Tak disangka, liburan kali ini membuat Athi sangat senang, meskipun harus beberapa kali mendapatkan sesuatu yang tidak mengenakkan untuk dirasakan.


“Aku lucu banget di foto ini,” gumam Athi sembari tetap berjalan melangkah ke depan.


Lucas tak sengaja memandang ke arah hadapan Athi, yang ternyata terdapat jalan yang rusak. Lucas mendelik, karena saat ini posisi Athi berjalan yang sedang tidak fokus ke arah jalan, dan malah terus memandangi foto yang ia pegang.


‘Si bodoh ini,’ batin Lucas yang sangat heran dengan sikap teledor yang Athi miliki, yang masih saja melekat dalam dirinya.


Dengan segera, Lucas pun mendorong Athi dengan kuat, berniat agar Athi tidak menginjak lubang pada jalan yang rusak itu. Nahas, karena terlalu kuat Lucas mendorong, Athi pun menjadi sangat terkejut hingga ia terjatuh ke dalam pelukan Keil yang berada di sebelahnya.


“Ah!” gumam Athi yang bingung dengan dirinya yang terasa seperti terdorong oleh seseorang.


Ketika ia sadar, di hadapan Athi saat ini terdapat Keil, yang sedang merengkuh mesra dirinya. Athi mendelik kaget melihat ke arah Keil dengan jarak yang sedekat ini. Debaran jantung Athi terdengar pada jarak yang seperti ini. Keil mendelik bingung dengan Athi yang tiba-tiba saja menabrak dirinya, dan berakhir di dalam rengkuhannya.


Athi mendelik, ‘Kenapa aku bisa ada di hadapan Keil?’ batin Athi yang kebingungan sendiri dengan keadaan yang ia hadapkan saat ini.


Wajah Keil seketika bersemu merah, membuat Athi mendelik melihatnya. Karena sangat gugup, Keil pun akhirnya melepaskan rengkuhan dari Athi, membuat Athi terkejut dan juga mulai memperbaiki sikapnya di hadapan Keil.


“Ah, maaf Keil!” ujar Athi yang sangat gugup dengan keadaan.


Keil menafikan pandangannya dari Athi sembari menggaruk tengkuknya yang tak gatal, “Gak apa-apa!” ujar Keil yang kaku karena keadaan yang membuatnya sangat tegang.


Lucas hanya bisa memandangi mereka dengan datar, tidak memedulikan apa yang terjadi dengan mereka.


Athi melirik ke arah Keil, “Makasih ya, Keil!” gumam Athi, Keil hanya bisa diam tak melihat ke arah Athi.

__ADS_1


Lagi dan lagi, Lucas diacuhkan pada saat-saat ini. Ia yang sudah menyelamatkan Athi, tetapi Athi malah berterima kasih pada Keil, yang hanya menangkapnya saja.


Athi mendelik, “Foto aku!” teriak Athi yang kaget, karena tak sengaja melihat selembar foto yang Athi pegang, yang ternyata hampir masuk ke dalam lubang pada jalanan yang ada di hadapannya.


Saking terkejutnya Athi, ia sampai lupa dengan fotonya. Tentu saja juga karena perhatian Athi yang langsung teralihkan pada Keil, membuat ia semakin lupa dengan foto yang ia pegang.


Wajah Athi sangat sedih, karena ia kehilangan foto miliknya. Hal itu membuat Keil tidak senang melihatnya. Keil pun mengambil selembar foto yang ia miliki, dan dengan ragu memberikannya pada Athi, membuat Athi mendadak diam tak bergeming.


“Pakai foto aku aja,” ujar Keil, membuat Athi semakin mendelik melihat ekspresi Keil yang aneh.


“Ada apa?” tanya Athi yang keheranan dengan sikap Keil.


“Foto ini gak penting-penting banget untuk aku. Ini, buat kamu saja!” ujar Keil, membuat Athi terkejut mendengarnya.


‘Gak penting katanya?’ batin Athi yang kaget mendengar Keil berbicara seperti itu di hadapannya.


Athi memandang heran kepergian Keil, “Hei Keil!” pekik Athi, yang tidak membuat Keil mengehentikan langkahnya.


Tak sadar, Athi pun melangkah menghampiri Keil, dan meninggalkan Lucas sendiri di sana. Lucas hanya bisa memandang ke arah mereka yang sedang bercanda bersama. Ia tidak bisa berbuat apa-apa lagi.


Lucas menghela napasnya panjang, dan segera mengambil selembar foto milik Athi yang terjatuh dan hampir saja masuk ke dalam lubang jalan. Lucas memandang ke arah foto yang sudah berhasil ia ambil itu, sembari sesekali menghela napasnya dengan panjang.


...***...


Athi melangkah menuju ke depan rumah susun, tempat tinggalnya. Ia melihat ke arah Keil yang hanya diam, tanpa berkata sedikit pun. Athi yang penasaran pun melihat ke segala arah, karena merasa keadaan yang sangat sepi.


Athi mendelik, “Hei, mana Lucas?” tanya Athi yang terkejut, karena ia yang sama sekali tidak melihat Lucas.


Keil melirik sinis ke arah Athi, “Kenapa nanya sama aku?” tanya balik Keil dengan sangat sinis, membuat Athi mendelik kaget mendengarnya.

__ADS_1


Athi memandang datar Keil, “Kamu itu punya hati nurani gak sih, Keil? Teman kita yang satu itu gak ada, kenapa kamu gak cari?” tanya sinis Athi, yang tak dihiraukan oleh Keil.


“Teman kita? Temanku maksudnya?” tanya Keil, membuat Athi seketika menjadi kaku mendengarnya.


“Dia juga temanku juga!” ujar Athi yang tak mau kalah dengan keadaan.


“Sejak kapan dia jadi teman kamu?” tanya Keil dengan sinis, Athi pun memandangnya dengan tatapan yang sama dengan yang Keil lontarkan padanya.


“Sejak--”


Ucapan Athi terpotong, karena ia tidak tahu harus menjawab apa pertanyaan Keil yang satu ini. Athi sendiri pun tidak paham, sejak kapan mereka menjalin pertemanan, seperti yang ia katakan tadi.


Athi hanya terdiam mendengar jawaban sinis Keil terhadap Lucas.


“Lagian walau dia teman kita sekalipun, dia itu laki-laki. Gak akan terjadi sesuatu yang berarti sama dia!” ujar Keil, membuat Athi terkejut mendengar ucapannya yang sepertinya memang benar tak bernurani.


Athi memandang sinis ke arah Keil, “Sini, pinjam ponselmu!” pinta Athi dengan paksa.


Keil hanya memandangnya dengan dingin, membuat Athi semakin memandang sinis ke arahnya.


“Buruan!” bentak Athi, membuat Keil terpaksa harus mengeluarkan handphone-nya dari sakunya.


Athi merebut paksa handphone itu, dan segera mencari nomor telepon Lucas di handphone Kiel. Athi mengirimkannya ke nomornya sendiri, dan segera menghapus riwayat chat terakhir bersama dengan Keil, agar Keil tidak curiga dengan apa yang ia lakukan.


Setelah sudah selesai melakukan tugasnya, Athi pun segera mengembalikan handphone Keil, dan segera meninggalkannya di sana sendirian.


Keil menatap Athi dengan tatapan bingung, “Hei!” pekik Keil yang bingung dengan tingkah Athi yang aneh.


...***...

__ADS_1


__ADS_2