Manisnya Cinta Sahabat

Manisnya Cinta Sahabat
Galau


__ADS_3

Athi menyeringai ke arah Sua, yang sedang memandangnya dengan sinis.


"Itu ... emm ... handphone," jawab Athi, membuat Sua semakin mendelik kaget mendengarnya.


"Athi, serius!" bentak Sua, membuat Athi sampai kaget mendengar teriakannya.


"Duh ... kalau ngomong tuh jangan teriak-teriak, Sua!" bentak Imel, yang kembali fokus ke sakit yang terasa di punggungnya.


"Kamu beneran mau temenan sama Belle?" tanya Sua dengan nada menyelidik, membuat Athi terdiam bingung harus menjawab apa.


Mendengar Sua berbicara seperti itu, Imel pun mendelik kaget, dan segera menghampiri ke arah Sua, dan merebut handphone Sua.


"Eh ...."


Imel mendelik, "Hah!! Kamu temenan sama Belle sekarang, Thi?" tanya Imel yang terkejut melihat foto yang Sua tunjukkan, membuat Athi mengangguk kecil karenanya.


"Aduh!" gumam Sua dan Imel secara bersamaan, membuat Athi menyeringai bingung.


"Kenapa dia ambil foto sengaja begini, sih? Kamu jadi kelihatan gendut banget kalau di depan begini. Mukamu juga jadi kelihatan lebar!" bentak Imel pada Athi, membuat Athi menjadi agak takut padanya..


"Mmm ... tapi kan memang begitu adanya. Belle juga cantik banget kok," gumam Athi dengan ragu, membuat Sua dan Imel geram di hadapannya.


"Gak bisa begini! Ini tuh sama aja dia mau permalukan kamu di hadapan teman-temannya yang lain!" teriak Imel, membuat Sua mengangguk setuju.


"Aku gak merasa begitu, kok!" bantah Athi dengan ragu, membuat Sua menepuk keningnya pelan.


Imel mendelik, "Btw, kenapa kamu berteman sama Belle di Ensta?" tanya Imel yang baru tersadar akan hal itu, membuat wajah Sua seketika memerah karena malu.


Satu per satu teman-teman mereka berdatangan, membuat Sua dan yang lainnya segera duduk kembali pada tempatnya, dan melupakan pertanyaan yang dilayangkan dari si manis Imel.


Pelajaran dimulai, semua murid seketika kembali melanjutkan pelajaran karena guru yang juga masuk ke dalam kelas.


...***...


Pelajaran selesai, Athi pun menunggu balasan pesan dari laki-laki yang saat ini sedang dekat dengannya. Ya! Siapa lagi kalau bukan Agha.


Sejak kejadian kemarin, ia menghilang tanpa kabar, membuat Athi menjadi sangat sedih.


'Dia mana ya? Kok nggak jawab pesan dari aku sih?' batin Athi, sembari terus memperhatikan layar handphone-nya.

__ADS_1


Athi menatap layar handphone-nya dengan sendu, karena laki-laki yang dikenalkan oleh Belle padanya, tidak memberinya kabar sejak kemarin. Bahkan pesan singkat Athi pun sama sekali tidak ia lihat.


"Huft ...."


Athi menghela napasnya panjang, karena merasa dirinya sangat sesak. Padahal, saat ini ia sedang berada di ruangan yang semangat luas baginya.


Imel dan Sua memandangnya dengan sangat sendu, karena ini adalah pertama kalinya mereka melihat Athi yang sedang gundah gulana.


"Kamu kenapa?" tanya Imel yang penasaran dengan keadaan Athi.


"Iya, gak biasanya kamu begini," sambar Sua tiba-tiba, membuat Athi semakin menghela napasnya dengan panjang.


"Agha ... cowok yang dikenalin sama aku waktu itu, sepertinya dia gak terlalu sibuk sampai chat aku pun gak dibalas," jawab Athi dengan sendu, membuat mereka tercengang mendengarnya.


"Dasar! Masa sama cowo aja kalah, sih!" bentak Sua, yang sangat kesal jika Athi ada yang berbicara tentang laki-laki di hadapannya.


Imel memandang Sua dengan malas, "Alah kamu, kenapa sih setiap ada orang yang ngomongin cowok, kamu selalu males? Memangnya, ada apa dengan cowok?" tanya Imel yang terlihat membela Athi.


Sua menyedekapkan tangannya, "Ya iyalah, ngapain juga ngomongin cowok? Gak penting tahu nggak! Sekarang tuh, yang penting kita belajar yang bener, supaya bisa banggain kedua orang tua kita!" bentak Sua, membuat Imel memandangnya dengan sinis.


"Iya aku tahu. Cuma kan ... apa salahnya kita ngomongin sesekali?" bantah Imel, yang tak mau kalah dengan Sua.


Pikiran mereka memang tak sejalan. Bagai minyak dan air.


"Sudahlah, mungkin ... cuma lagi sibuk aja!" ucap Athi, yang masih fokus dengan rasa galaunya.


"Ya udah! Aku mau ke kantin, kalian mau ikut, gak?" tawar Sua.


"Aku ikut!" sambar Imel.


Athi memandang mereka dengan ragu, "Aku nanti aja deh, nunggu ilham dari Tuhan!" ucap Athi, membuat mereka membolakan matanya.


"Terserah kamu ya, Thi," gumam Sua, yang lalu meninggalkan Athi di kelas seorang diri.


Athi yang sangat galau, sampai tak habis pikir dengan rasa galau yang melandanya.


...***...


Sepulang sekolah, Athi pun sampai di ruang klub mereka. Karena Sua dan Imel yang mendadak ada keperluan, membuat Athi datang sendiri ke ruangan itu.

__ADS_1


Athi menoleh ke segala arah, tetapi ia tidak menemukan siapa pun di ruangan ini.


"Ke mana mereka?" tanya Athi, yang kebingungan dengan ruangan kosong ini.


Athi mencari tempat untuk dirinya duduk, sembari menunggu anggota lainnya berdatangan.


Athi pun mengeluarkan peralatan menulisnya. Tak sengaja, Athi mendelik karena majalah yang Imel berikan padanya pagi tadi, ada di dalam tasnya.


"Ah, ternyata terbawa juga majalah ini," gumam Athi, yang kebingungan melihat majalah idol yang Imel berikan padanya.


Ia memperhatikan dengan saksama, para member idol yang sangat tampan baginya. Entah kenapa, Athi sangat bersemangat melihat orang-orang yang baginya sangat tampan.


"Duh ... ganteng banget!" gumam Athi, yang terpesona dengan ketampanan kelima idol tersebut.


"Cklekk ...."


Athi terkejut, karena seseorang yang sepertinya sedang membuka pintu ruangan ini. Athi pun menoleh ke arah pintu masuk ruangan.


Di sana, terlihat Keil yang baru saja masuk ke dalam ruangan klub, membuat Athi hanya memandanginya saja.


Keil tak sengaja memandang ke arah majalah yang ada di hadapan Athi, membuatnya mendelik tak percaya dengan yang Athi lihat.


"Apa-apaan ini?" umpat Keil, dengan tatapan jijik memandang ke arah idol tersebut.


Athi yang menyadari tentang Keil yang memperlakukannya seperti itu, langsung saja mendelik ke arahnya.


"Heh, maksud kamu apa?" tanya Athi dengan sinis, membuat Keil melangkah melewatinya, dan duduk di samping tempat duduk Athi.


"Gak ada, tuh!" jawab Keil dengan nada dingin, membuat Athi semakin kesal dibuatnya.


"Kamu sirik kan sama mereka? Mereka ganteng banget, apalagi gaya rambutnya yang poninya belah pinggir, makin meleleh aku dibuatnya!" goda Athi, membuat Keil merasa sedikit jengkel mendengarnya.


Keil meletakkan bukunya, dan segera menuliskan pembahasan yang akan ia bahas nanti, bersama teman-teman yang lain.


"Jangan berisik! Cepat keluarin buku!" bentak Keil tanpa melihat ke arah Athi, membuat Athi sampai terlupa dengan buku yang niatnya ingin ia ambil tadi.


Athi mendelik, "Ah! Aku kan mau ngambil buku, kenapa malah ambil majalah, sih!" gumam Athi dengan geram, terhadap dirinya sendiri.


Keil melirik sedikit ke arah idol yang ada di majalah itu, membuatnya terdiam sejenak sembari menatap tajam ke arah majalah itu.

__ADS_1


...***...


__ADS_2