Manisnya Cinta Sahabat

Manisnya Cinta Sahabat
Keputusan


__ADS_3

Keil mendelik, “Karena itu kau pacaran dengan Athi? Padahal kau tahu, aku suka sekali sama dia!” teriak Keil yang menimpali ucapan Lucas yang membuatnya emosi.


“Seorang kau, yang bahkan ikut datang juga ke bandara saat itu!!” tambah Keil.


Saking kesalnya, Lucas merampas kerah kemeja Keil dan memelototinya.


“Bisa saja aku yang suka lebih dulu darimu!! Aku juga suka sama Athi, sejak SMA!” teriak Lucas.


Keil hanya tersenyum, “Tapi kau tahu kan, kalau Athi suka sama aku?” tanya Keil yang lelah menarik ototnya.


Lucas semakin geram, “Itu kan masa lalu! Yang pacaran dengan Athi itu aku!” teriak Lucas, Keil segera menarik juga kaos yang Lucas kenakan.


“Itu karena kau merebutnya dari aku!!” timpal Keil.


“Buk!!”


Karena sudah sangat kesal dengan keadaan, Lucas pun memukul wajah Keil dengan sangat geram.


“Brengsek!!” teriak Lucas, Keil memandang tak percaya ke arah Lucas.


“Kau barusan memukul??” tanya Keil yang segera memandang sinis ke arah Lucas.


“Buk!!”


Tak tinggal diam, Keil pun memukul kembali Lucas, sehingga membuat Lucas menangkis segerangan Keil.


Lucas segera melayangkan pukulan tangan yang satu, ke arah wajah Keil. Tak tinggal diam, Keil pun membalasnya dengan yang lebih kencang dari yang Lucas berikan padanya.


Terjadilah perkelahian yang tidak bisa dihindarkan.


Hingga akhirnya mereka lelah, karena masih di bawah pengaruh alkohol, mereka pun akhirnya terkapar lemas di atas lantai.


Napas yang memburu, membuat mereka tidak bisa melanjutkan perkelahian ini.


Lucas memejamkan matanya, “Hey, relakan saja Athi,” ujarnya.


Keil juga memejamkan matanya, “Kau saja yang relakan dia.”


“Aku gak bisa merelakannya.”


“Aku juga.”


...***...


Karena sudah terlalu lelah, mereka sampai tertidur di atas lantai.


Pagi itu, mereka sama-sama terbangun dari tidurnya. Mereka melihat keadaan ruangan Lucas, yang sudah sangat berantakan, akibat perkelahian mereka semalam.


Lucas memandang tidak percaya, “Rumahku jadi berantakan banget,” tuturnya.


“Ayo bereskan seadanya, lalu makan untuk meredakan mabuk,” ajak Keil, yang mendapatkan anggukan dari Lucas.

__ADS_1


Mereka pun merapikan semua barang-barang yang berantakan, dan langsung memasakkan makanan untuk mereka makan.


Mereka pun makan dengan sangat hikmat.


“Ah ... pertuku terasa lebih lega. Memang makanan kuah panas untuk menghilangkan mabuk, paling enak,” ucap Lucas.


“Hah ... kepalaku sakit,” gumam Keil.


Suasana menjadi canggung, membuat Lucas menjadi sangat malu berhadapan dengan Keil.


Lucas menghela napasnya, “Kemarin, maaf, ya!” ucap Lucas, yang tidak bisa menghindari pertikaian bersama Keil.


Bukan hanya Lucas yang merasa seperti itu, tetapi juga Keil.


“Gak, aku juga minta maaf,” ucap Keil.


Mereka melanjutkan makan dengan sangat canggung.


Keil meletakkan sumpit di atas meja, “Kalau dipikir-pikir, percuma kan kita bertengkar saling pukul begini? Bukannya perasaan Athi lebih penting?” tanyanya.


Lucas menunduk sendu, “Ya, Athanasia lebih penting.”


Mereka sejenak saling berpikir, tentang jalan tengah yang akan mereka ambil.


“Hei, Keil, seperti kau yang gak bisa melepaskan Athi, aku juga gak bisa. Aku akan terus berusaha. Karena itu, ayo kita lakukan ini dengan adil. Kalau Athi memilih aku, kau relakan saja dia sepenuhnya. Aku juga akan seperti itu,” ucap Lucas, yang berusaha memberikan penawaran.


Keil memandang ke arah Lucas, “Iya, begitu saja.”


...***...


Athi baru saja bangun dari tidurnya. Ia merasakan dirinya sangat segar, karena ia bisa bangun siang di hari ini.


Tidak seperti Lucas, yang siang ini bahkan jadwalnya sangat padat. Ia melakukan semuanya seperti biasa.


Melakukan pemotretan, melakukan syuting video klip, dan melakukan pemotretan untuk endorse.


‘Athi gimana kabarnya, ya? Aku mau ketemu sama dia,’ batin Lucas, yang masih saja bersikeras untuk membuat Athi kembali lagi padanya.


Lucas mengirimkan pesan singkat pada Athi, membuat Athi yang ada di sana menjadi sangat terkejut melihat chat dari Lucas.


“Hei Athi, apa kabar? Udah lama kita gak ketemu. Kau mau ketemu gak malam ini?” Isi pesan singkat dari Lucas, sontak membuat Athi senang melihatnya.


“Ya, kalau dipikir-pikir, sudah lama juga aku gak jalan sama Lucas,” gumam Athi yang sangat senang dengan keadaan.


“Tring!”


Lucas melihat balasan pesan dari Athi. Ia pun membacanya, dan mendadak senang sampai mengagetkan asistennya yang sedang duduk di sebelahnya.


“Yes! Yuhu!” teriak Lucas, yang melakukan selebrasi kecil karena merasa sangat senang dengan jawaban Athi.


Sekertarisnya memandang Lucas dengan heran, “Kau kenapa?” tanyanya.

__ADS_1


Lucas tersenyum ke arah asistennya, “Gak apa-apa!” jawab Lucas dengan wajah yang sangat berseri-seri.


“Ya sudah, ayo kita lanjut pemotretan lagi.”


“Ya!”


“Tring!”


Di sana, Athi pun melihat balasan pesan yang Lucas kirimkan padanya.


“Tunggu aku di caffee biasa, ya! Aku gak lama, jam 5 aku sudah pulang!” Isi balasan pesan dari Lucas.


Membaca balasan pesan dari Lucas, sontak membuat Athi menjadi sangat senang.


“Ah, sore ini harus dandan yang lebih cantik!” gumam Athi yang sangat senang bisa bertemu Lucas kembali.


Lucas sangat sibuk dengan syuting dan pemotretan yang ia jalani. Sepanjang hari ia lakukan tanpa istirahat, agar ia bisa dengan cepatnya bertemu dengan Athi.


“Kau gak istirahat dulu?” tanya asistennya.


“Gak usah, ayo kita lanjut!” tolak Lucas, membuat mereka semua kebingungan karenanya.


Detik demi detik pun berlalu, tak terasa kini waktunya sudah tiba. Pukul 5 sore, dan Lucas pun akhirnya sudah menyelesaikan pekerjaannya dengan sangat sempurna.


“Good! Hari ini selesai!” teriak sang sutradara.


Lucas memandang ke arah jam yang ada di tangannya, ‘Sudah jam segini ... aku harus cepat pergi ketemu Athi!’ batin Lucas yang tidak sabar ingin bertemu dengan Athi.


Tiba-tiba saja, tanpa kuasanya, tubuhnya mendadak lemas sehingga tidak mampu lagi menumpu berat tubuhnya.


“Bruk!”


Beberapa orang melihat ke arah Lucas yang tersungkur di atas lantai.


“Lucas!” teriak mereka yang bingung dengan keadaan yang terjadi dengan Lucas.


Saking terlalu bersemangat Lucas, ia sampai tidak sadar kalau dirinya yang ternyata sudah mengabaikan kesehatannya.


Mereka pun membawa Lucas ke rumah sakit, untuk diberikan perawatan.


“Lucas!!”


Teriakan seseorang membuat Lucas terbangun dari keadaan pingsannya. Ia mendelik, karena ketika ia sadar, dirinya sudah berada di rumah sakit, dengan jarum infus yang menempel di lengannya.


Lucas pun bangun dari tempat ia berbaring, membuat sekertarisnya terkejut memandang Lucas yang sudah sadar dari pingsannya.


“Syukurlah kau sudah sadar!” ucap sang sekertaris.


“Kak, ini di mana? Kenapa aku sekrang ada di sini?” tanya Lucas yang masih bingung dengan keadaan.


“Hei, sepertinya kau terlalu memaksakan diri, selesai syuting tiba-tiba saja kau pingsan, dan kita langsung membawa kamu ke rumah sakit,” ucap sekertaris itu menjelaskan.

__ADS_1


Lucas mendelik kaget, “Rumah sakit?!”


__ADS_2