Manisnya Cinta Sahabat

Manisnya Cinta Sahabat
Kencan Perdana


__ADS_3

Pagi ini, Athi pun bangun dari tidurnya. Ia merasa masih saja mengantuk, karena ia tidak bisa tidur dengan benar, efek semalaman memikirkan tentang hubungannya dengan Lucas.


Athi bangkit dari tidurnya, dan duduk di pinggir ranjangnya. Ia menggaruk-garuk rambutnya, sembari mengumpulkan kesadarannya yang masih belum terkumpul.


Athi memandang ke segala arah untuk mencari handphone miliknya. Akhirnya ia menemukannya, dan memandang ke arah gantungan yang terpasang di handphone-nya.


Athi pun tersenyum karenanya, “Ternyata aku semalam gak mimpi. Aku pacaran dengan Lucas,” gumam Athi yang sangat senang dengan hubungannya dengan Lucas.


Athi memeriksa pesan masuk di handphone-nya, dan melihat pesan yang tersemat pada bagian paling atas riwayat pesannya.


Tertera nama ‘pacar’ di sana. Dengan segera, Athi pun membaca pesan dari Lucas, dengan saksama.


“Selamat pagi, Athanasia. Aku sudah ada di depan rumahmu.”


Duarrrrrrrrrrr!!


Athi sangat terkejut, karena melihat isi pesan dari Lucas, yang katanya sudah sampai di depan rumah Athi.


“Apa? Dia udah sampai? Sejak kapan?” teriak Athi yang terkejut dengan apa yang ia lihat.


Athi melihat waktu terkirim dari pesan itu, yang ternyata sudah 1 jam yang lalu. Athi mendelik, karena merasa terkejut dengan apa yang ia lihat ini.


“Ya ampun! Sudah 1 jam lalu, dan aku baru bangun tidur?” pekik Athi, yang sangat panik dengan keadaan.


Dengan segera, Athi pun berlarian ke arah kamar mandinya, dan segera membilas tubuhnya.


Lucas melihat ke arah jam yang ada di tangan sebelah kirinya. Ia memandangi waktu, yang ternyata sudah berjalan selama 1 jam lamanya, tetapi Athi tak kunjung membalas pesannya.


Lucas melihat kembali pesan yang ia kirimkan pada Athi, dan terkejut karena pesan yang ia kirimkan ternyata sudah terbaca oleh Athi.


Lucas mengerenyitkan dahinya karena bingung, “Athi sudah baca pesanku, tapi kenapa gak ada jawaban dari dia?” gumam Lucas, yang bingung dengan keadaan Athi.


Lucas tak punya pilihan lain, selain menunggu Athi membalas pesannya.


Sementara itu, Athi yang sudah selesai membilas tubuhnya, dengan segera memakai bajunya. Ia memakai baju terbaik yang ia miliki, untuk melakukan kencan bersama dengan kekasihnya saat ini.


“Duh ... harus cepat-cepat, nih! Jangan sampai Lucas nunggu lama,” gumam Athi, sembari bersiap-siap, dan memakai make up seperti yang biasa ia lakukan.


Tak butuh waktu lama, hanya 10 menit ia menggunakan make up dan juga baju. Ia memandang dirinya ke arah cermin besar yang ada di kamarnya.


“Sempurna,” gumam Athi, yang dengan segera menyambar handphone dan juga tas kecil yang ia miliki.


Athi pergi menuju ke arah Lucas berada. Di sana, Athi melihat Lucas, yang sedang berdiri menunggunya.

__ADS_1


“Lucas!” pekik Athi dari kejauhan, membuat Lucas menoleh ke arahnya, dan membenarkan posisi ia berdiri.


Lucas memandangnya dengan senyuman, “Akhirnya kamu datang juga,” ucap Lucas, membuat Athi merasakan tidak enak dengannya.


“Maafin aku, ya. Aku kesiangan bangun, karena semalaman mikirin kamu,” ucap Athi, Lucas pun mengerenyitkan dahinya.


“Ya, karena alasannya memikirkan aku, jadi ... aku maafin deh,” ucap Lucas, membuat Athi tertawa kecil karenanya.


“Apa sih? Gak jelas,” umpat Athi, membuat Lucas tersenyum tipis karenanya.


“Ayo kita jalan?” tawar Lucas.


“Kita mau ke mana?” tanya Athi yang masih bingung dengan keadaan.


“Ke mall, kita kencan!”


“Deg!”


Mendengar jawaban Lucas, sontak membuat Athi menjadi sangat terkejut.


‘Biasanya kita pergi ke mall untuk refreshing, karena suntuk dengan pelajaran. Ternyata sekarang, semuanya sudah berbeda,’ batin Athi yang merasa sangat tersentuh dengan keadaan.


“Ayo,” ajak Lucas lagi, Athi pun mengangguk lalu berjalan beriringan dengan Athi.


Lucas merasa aneh, ‘Gimana sih? Aku kan sudah resmi jadi pacarnya. Kenapa masih canggung sendiri dengan pacar sendiri?’ batin Lucas yang masih sangat kaku bersikap dengan Athi.


Mereka tetap mereka, tetapi yang membedakan adalah statusnya.


Lucas melirik sedikit ke arah Athi. Terlihat Athi yang juga tidak melihat ke arahnya, membuat Lucas menjadi sedih sendiri.


‘Masa sih, kita harus diam seperti ini, sampai tiba di mall?’ batin Lucas, yang masih kaku menghadapi keadaan.


Lucas menghela napasnya dengan panjang, dan mempersiapkan dirinya. Ia mengulurkan tangannya ke arah Athi, lalu menggandeng tangannya dengan ragu.


Hal itu membuat Athi terkejut karenanya. Athi seketika menoleh ke arah Lucas, yang terlihat tidak memandang ke arahnya, tetapi Athi melihat dengan jelas wajah Lucas yang saat ini sudah memerah itu.


‘Lucas romantis banget,’ batin Athi yang sangat malu dengan hal romantis yang Lucas lakukan padanya.


Wajah Athi seketika memerah, karena merasa malu dengan Lucas. Akhirnya, sepanjang jalan mereka hanya bisa bergandengan tangan saja.


Mereka melewati toko perhiasan, membuat Athi menghentikan langkahnya. Lucas tersadar dengan Athi yang sudah menghentikan langkahnya itu.


Lucas pun menoleh ke arah Athi. Terlihat Athi yang sedang memandangi sebuah kalung, yang terlihat sangat bagus.

__ADS_1


Hal itu membuat Lucas sedih, karena ia belum bisa membelikan hadiah yang Athi inginkan, karena sampai saat ini, Lucas masih belum bekerja.


‘Maafin aku,’ batin Lucas, yang sangat tidak tega dengan Athi.


Mereka pun sampai di suatu restoran yang terdapat pada food court, di dalam mall yang mereka tuju.


Mereka bersenda gurau bersama, dan menghabiskan makanan yang sebelumnya sudah mereka pesan.


“Sudah selesai makan?” tanya Lucas.


“Sudah.”


“Aku bayar dulu, ya?” ucap Lucas, Athi pun mengangguk karenanya.


Lucas pun membayar tagihan makanan yang sudah ia makan sebelumnya, bersama dengan Athi.


“Totalnya jadi 300.000,” ucap sang kasir, membuat Lucas mendelik dan langsung mengeluarkan dompetnya.


Lucas terkejut, karena uang yang ada di dompetnya, ternyata cukup untuk membayar makanan yang mereka makan. Akan tetapi, sisa dari uang tersebut, tidak akan cukup untuk biaya makan dirinya sampai akhir bulan.


Lucas terdiam, dan berusaha bersikap seperti biasa kembali.


Lucas menghampiri Athi kembali, dan meninggalkan tempat itu.


...***...


Sesampainya di apartemennya, Lucas dikejutkan dengan penemuan surat-surat yang ada di depan pintu apartemennya.


Lucas dengan segera mengambilnya, dan duduk di pinggir ranjangnya.


Pandangannya tertuju pada lembaran kertas yang ia pegang, yang ternyata adalah beberapa lembar tagihan yang harus Lucas bayarkan.


Lucas menghela napasnya panjang, karena ia merasa kalau hidupnya saat ini sudah sangat terhimpit secara ekonomi.


“Dring ....”


Lucas terkejut, karena ia mendapatkan telepon dari seseorang. Lucas dengan segera mengambil handphone-nya, dan segera mengangkat telepon yang ternyata dari adik perempuannya.


“Halo Shilla,” sapa Lucas.


“Halo, Kak. Aku mau kasih kabar, kalau sakit Ibu kambuh, Kak! Obat ibu juga udah habis, dan harus minum obat itu lagi.”


Duarrrrrrrr!!

__ADS_1


__ADS_2