Manisnya Cinta Sahabat

Manisnya Cinta Sahabat
Perdebatan HQQ


__ADS_3

Lucas selalu mendengarkan perbincangan mereka, sampai akhirnya dia tak sengaja mendengar yang tidak beres dari ucapan laki-laki itu.


'Sepertinya ada yang gak beres sama orang itu!' batin Lucas, yang menatap sinis ke arah Agha.


"Terima kasih," ujar Agha pada Athi yang sudah berbaik hati untuk membayarkan semua makanan yang sudah ia pesan.


Athi memandangnya teriring senyuman, "Sama-sama," gumam Athi, membuat Agha kembali menyunggingkan tipis senyumannya.


"Oh ya, mau belanja, gak? Sepertinya ... ada baju yang mau aku beli," tawar Agha, membuat Athi mendelik senang.


"Boleh!" jawab Athi yang sangat senang dengan tawaran Agha.


Athi menatap Agha dengan tatapan mendalam, 'Ya ampun ... mimpi apa aku semalam, bisa dekat sama senior ganteng kayak dia? Kok kayak di film-film, sih?' batin Athi, yang terkesima dengan Agha.


Lucas sudah tak bisa menahan rasa kesal di hatinya, karena mendengar laki-laki itu mengajaknya untuk berbelanja sebuah baju. Bukan tidak mungkin kalau belanjaannya akan dibelikan juga oleh Athi. Lucas bergejolak, tak bisa membiarkan itu terjadi dengan Athi.


Lucas bergegas melabrak mereka, dan segera menarik Athi untuk menjauh darinya.


"Heh!" bentak Lucas sembari menarik tangan Athi, membuat Athi terkejut.


Athi merasa sangat kaget dengan kehadiran Lucas yang tiba-tiba saja membuat kacau suasana. Athi mendelik kaget ketika melihat Lucas yang sudah menarik tangannya.


"Hah! Ka-kamu!" pekik Athi yang kaget melihat Lucas, yang tiba-tiba saja menarik tangan Athi.


Lucas memandang dingin ke arah Agha, membuat Agha juga memandang dingin ke arahnya. Tidak ada keributan yang berarti antara Lucas dan Agha, namun sorot mata Lucas selalu terlontar sangat tajam ke arah Agha.


"Kamu, siapa?" tanya Agha, membuat Lucas memandangnya dengan angkuh.


Lucas tak menghiraukan ucapan Agha, dan malah menatap ke arah Athi yang sedang kebingungan itu.


Lucas menarik tangan Athi dengan kasar, membuat Athi bingung dengan keadaan.


"Eh, maksudnya, apa nih?" tanya Athi, yang semakin bingung dengan sikap aneh Lucas.


"Pulang sayang, mama aku udah pengen ketemu sama kamu," gumam Lucas dengan dingin, membuat Athi tercengang mendengarnya.

__ADS_1


"Hah?!" Athi terkejut saat mendengar Lucas berkata seperti itu.


"Yuk, nanti mama marah lho kalau kelamaan," ajak Lucas yang langsung menarik tangan Athi.


Akhirnya mereka pun meninggalkan tempat itu dengan segera. Namun, Agha menahan tangan Athi, membuat langkah Lucas terhenti jadinya.


Lucas yang mengetahui itu, segera melontarkan tatapan tajam ke arah Agha. Pandangan mereka sama-sama tajam, membuat Athi bingung karena mereka sama-sama menarik tangannya.


"Hey, jangan begitu dong. Aku kan sudah sama dia duluan. Kenapa kamu tiba-tiba aja datang ke sini?" tanya Agha, membuat Lucas semakin menajamkan matanya karena kesal dengan laki-laki yang hanya memainkan wanita polos saja.


"Jangan sentuh pacarku!" geram Lucas, membuat Agha mendelik tak percaya mendengarnya.


Agha yang terkejut, lantas melepaskan tangan Athi.


Mereka pun pergi dari sana, dengan Lucas yang selalu menggenggam tangan Athi.


Ketika sudah cukup jauh mereka pergi, Lucas pun dengan segera melepaskan tangan Athi, membuat Athi semakin kesal dengannya.


"Hey, kamu kenapa sih? Lagi-lagi datang tiba-tiba, dan ngaku-ngaku pacar aku? Kamu itu siapa, sih? Kok aneh, kita bertemu lebih dari sekali, dan kamu terus-menerus bilang kalau aku ini pacar kamu!" bentak Athi, yang kesal dengan keberadaan Lucas di hidupnya.


Lucas mendekat ke arah Athi, membuat Athi seketika mundur dari tempatnya beberapa langkah.


"Laki-laki itu mau peras kamu! Memangnya, kamu gak sadar?" gumam Lucas, membuat Athi mendelik tak percaya dengan apa yang ia katakan.


"Hah, yang benar aja kamu?" bantah Athi yang masih belum percaya dengan yang Lucas katakan.


Lucas menafikan pandangannya, "Heh, beneran gak sadar ternyata. Gadis bodoh," gumam Lucas membuat Athi mendelik tak terima dengan perkataannya.


"Apa kamu bilang?" tanya Athi dengan sinis, membuat Lucas kembali memandangnya.


"Tadi kamu sudah bayarin dia, dan dia sama sekali gak menolak. Seharusnya, sebagai laki-laki, dia gak mudah nerima pemberian cewek, dong? Lalu, dia malah ajak kamu belanja. Bukannya itu udah kelihatan jelas, ya?" ucap Lucas, berusaha menjelaskan kejadian janggal yang ia rasakan.


Athi memandangnya dengan sendu, karena pikirannya tidak sampai pada hal yang Lucas katakan tadi. Athi kemudian menunduk, karena merasa malu dengan laki-laki yang berada di hadapannya ini.


"Oh, ternyata di sini!" pekik seseorang, yang seketika membuat Athi dan Lucas menoleh ke arahnya.

__ADS_1


Terlihat seorang laki-laki dengan wajah yang standar, mendekat ke arah mereka. Lucas pun memandangnya dengan datar, membuat Athi juga ikut-ikutan memandang ke arahnya.


"Kamu dari mana aja, Cas? Karaokenya udah mulai 10 menit yang lalu!" ucap laki-laki bertubuh sangat kurus itu.


"Ya sudah. Maaf tadi ada serangga yang harus dibasmi," ucap Lucas, membuat Athi mendelik kaget mendengar ucapannya.


'Siapa yang dia maksud serangga?' batin Athi kesal mendengarnya.


Lucas melangkah bersama dengan temannya, meninggalkan Athi sendiri di sini. Hal itu membuat Athi merasa aneh, karena berdiri sendirian di tempat yang asing ini.


"Hey, tunggu!" pekik Athi, yang lalu segera menghampiri Lucas dan temannya yang sudah berjalan lebih dulu darinya.


Athi pun berhasil menyamai langkah mereka yang jenjang, membuatnya sampai kehabisan napas.


Teman Lucas memandang Athi dengan sangat keheranan, "Itu teman kamu?" tanyanya pada Lucas, membuat Lucas memandang ke arah Athi.


Athi yang mengetahui Lucas memandang ke arahnya, seketika menghentikan langkahnya.


"Bukan. Hanya seekor serangga, yang memiliki teman serangga yang tadi aku bereskan," jawab Lucas dengan sangat tajam membuat Athi sampai sesak karena perkataannya.


'Apa katanya? Aku serangga?' batin Athi yang kesal dengan kelakuan Lucas.


"Heh, aku dengar, ya!" bentak Athi, namun Lucas sama sekali tak memedulikannya.


Mereka pun masuk ke salah satu ruangan karaoke. Di sana, sudah ada dua teman Lucas lainnya yang menunggu kedatangan Lucas.


"Wah ... ada cewek cantik!" gumam salah satu temannya Lucas yang ingin menghampiri ke arah Athi.


Namun, langkahnya terhenti karena Lucas menahan dada temannya menggunakan tangannya, membuat temannya menghentikan langkahnya.


"Jangan ganggu serangga kecil itu. Nanti sosok pelindung yang selalu di belakangnya, bisa marah!" gumam Lucas, membuat Athi mendelikkan matanya, tak percaya dengan apa yang Lucas katakan.


Temannya pun bergegas kembali ke tempatnya, dan membiarkan Lucas untuk duduk di sofa yang tersedia.


'Apa katanya? Sosok pelindung yang selalu di belakang aku? Siapa?' batin Athi, yang semakin kebingungan dengan perkataan Lucas terhadapnya.

__ADS_1


__ADS_2