Manisnya Cinta Sahabat

Manisnya Cinta Sahabat
Memperebutkan Satu Hati


__ADS_3

Beberapa hari berlalu, Lucas masih saja memikirkan perasaannya terhadap Athi.


Malam itu, Lucas sedang memandangi akun Enstagram milik Athi. Ia melihat-lihat momen apa yang Athi bagikan di linimasa miliknya.


Setelah melihat-lihat, semua fotonya hanya tentang OOTD Athi, dan juga make up yang bisa ia kenakan.


Tidak ada hal yang mencurigakan di sini.


‘Di Ensta-nya gak ada apa-apa,’ batin Lucas sembari melihat-lihat foto berikutnya.


Lucas mencari informasi lain dari akun kawan-kawannya, Belle, Sua dan Imel.


‘Sekarang, bagaimana kabar mereka, ya?’ batin Lucas yang sangat rindu bermain dengan teman-temannya.


Lucas memperhatikan foto-foto milik Belle, dan ia sangat terkejut, karena sudah melihat pemandangan yang seharusnya tidak ia lihat.


Belle mengunggah foto kebersamaannya dengan Keil dan juga Athi. Hal itu sontak membuat Lucas menjadi sangat kesal.


“Hah, Belle? Perkumpulan macam apa ini? Kenapa mereka bertiga ke caffee bersama?” gumam Lucas yang sangat kesal dengan keadaan.


Lucas memadang semua foto kebersamaan mereka, hingga ia menjadi lelah sendiri.


“Tak!”


Lucas meletakkan handphone-nya di atas lantai, karena merasa sudah terlalu lelah dengan keadaan.


Ia menyandarkan kepalanya pada dinding apartemennya, ‘Hah, cima aku yang gak tahu apa pun ... sejak kapan aku jadi sejauh ini?’ batin Lucas yang sangat menyesali keadaan dirinya.


Lucas memandang ke arah langit-langit ruangannya, ‘Seandainya kamu terus menginginkan aku, terus menunggu aku, dan mencariku ... seandainya kamu menangis dan tersenyum karena satu foto ensta-ku ... seperti aku sekarang ...,’ batin Lucas yang sedang merenungi keadaan.


‘Memang, sejak awal memang tidak ada tempat bagiku, kan? Memang aku yang masuk di antara celah hubungan mereka. Memang semua hanya keserakahanku saja!’ batin Lucas, yang menyadari tentang dirinya yang sudah menciptakan semuanya.


“Huft ....”


Lucas tersadar, dan meremas rambutnya karena kesal dengan dirinya sendiri.


“Hah ... aku sebenarnya sedang apa, sih? Payah banget!”


Lucas akhirnya mengambil handphone-nya, dan menelepon seseorang.


Tak lama waktu berselang, bell apartemen Lucas pun berbunyi, menandakan orang yang Lucas undang, ternyata sudah datang.


Dengan segera Lucas membukakan pintu untuknya.

__ADS_1


“Masuk,” ucap Lucas, orang yang ternyata adalah Keil, pun masuk ke dalam ruangan apartemen Lucas.


Keil menoleh ke segala arah, “Wah ... rumahmu bagus sekali,” ucap Keil sembari tetap melihat sekelilingnya.


Lucas melipat kedua tangannya, “Buat rookie selevel aku, rumah seperti ini wajah, dong!” ucap Lucas dengan bahasa yang cukup angkuh, membuat Keil tersenyum mendengarnya.


“Haha, hebat deh! Sekarang pergi ke mana pun, pasti terdengar lagumu!”


Keil menyodorkan seplastik minuman yang ia bawa, “Aku beli minuman, nih!”


Lucas tersenyum sembari menerimanya, “Ah, thank you!”


Lucas memandang ke arah Keil, ‘Iya, apa gunanya aku pusing sendirian. Langsung tanya saja!’ batin Lucas yang baru terpikir tentang hal itu.


Lucas mengeluarkan black card dengan angkuhnya, “Aku beruntung! Kau mau makan apa? Katakan saja, apa pun aku bisa belikan semuanya, hahah!” ucap Lucas, membuat Keil mendelik terpukau.


“Lucas, keren!” ucap Keil, sembari menunjukkan ibujarinya, sementara Lucas hanya bisa tersenyum dengan angkuh.


Mereka pun akhirnya memesan makanan, sesuai yang mereka inginkan. Di atas meja, ada banyak sekali makanan, serta minuman alkohol yang Keil bawakan untuk Lucas tadi.


Saat ini, mereka sudah menjadi setengah mabuk, efek dari minuman yang mereka konsumsi.


Hal itu membuat Lucas menjadi pusing sendiri menanyakan tentang hubungan Keil dengan Athi.


‘Kalau aku tanya, dan mereka benar-benar pacaran, gimana?’ batin Lucas yang masih sangat gusar dengan keadaan.


Sementara itu, Keil juga merasa sangat tertekan. Ia juga ingin mengutarakan pada Lucas, kalau dirinya yang masih menyukai Athi.


‘Ah ... aku harus bilang padanya kalau aku masih suka Athi,’ batin Keil yang masih bingung untuk mengutarakannya.


Mereka pun sama-sama meminum kembali alkohol yang mereka pegang pada gelas masing-masing.


‘Ah ... gimana ya?’ batin mereka secara bersamaan.


Mereka terus meminum, tanpa bisa mengutarakan maksud dan tujuan mereka.


Wajah mereka sudah berubah menjadi merah, saking terlalu banyaknya mereka meminum alkohol.


Lucas memandang ke arah Keil, “Sudah berapa lama ya sejak kau kembali ke negara ini?” tanya Lucas.


“Sudah sekitar setengah tahun.”


“Bagaimana di sini? Sudah lebih terbiasa?”

__ADS_1


“Ya, aku sedang berusaha adaptasi. Aku masih gak tahu harus melakukan apa. Jadi, sekarang aku ikut kursus memasak. Mau ambil sertifikat memasak dulu,” jawab Keil seadanya.


“Selain kursus, kau tidak melakukan apa-apa lagi?” tanya Lucas yang masih mencari timing yang tepat untuk bertanya pada Keil.


“Yah ... paling sama seperti orang lain. Jalan-jalan, bertemu teman ....”


Lucas mengerenyitkan dahinya, “Teman? Siapa?”


Keil memandang Lucas dengan datar, “Hey, aku juga punya teman selain kau, tahu!” bidik Keil, sontak membuat Lucas menjadi gugup.


“Haha, iya ya?”


Lucas tidak bisa menahan semuanya lagi. Ia merasa sudah waktunya ia mengatakan hal ini pada Keil.


‘Gak tahu ah!’ batin Lucas yang sudah tidak memedulikan apa pun lagi.


Lucas memandang Keil dengan tajam, “Hey, aku tanya secara langsung deh. Kau sekarang pacaran dengan Athanasia?” tanya Lucas.


“Enggak ....”


Jawaban Keil membuat Lucas sangat senang mendengarnya.


Keil menunduk, “Masih belum.”


Lucas mendelik kaget mendengarnya, “Apa itu maksudnya?” tanya Lucas yang heran dengan ucapan Keil.


Keil memandang Lucas dengan tegas, “Aku masih suka dengan Athi.”


Mendengar penuturan Kiel, sontak membuat Lucas mendelik kaget, dan seketika menjadi temperamental.


“Brak!” Lucas menggebrak meja yang ada di hadapannya.


“Hey, kau pikir kau punya hak untuk suka sama Athi?” teriak Lucas yang tidak bisa menerima semuanya.


Keil menatap Lucas dengan sinis, “Hak? Hak apanya? Memangnya menyukai orang, butuh hal seperti itu?” tanya Keil yang tersinggung dengan apa yang Lucas katakan.


Lucas memandang Keil dengan sebelah mata, “Hah, lihat anak egois ini. Memutuskan hubungan semaunya, kembali semaunya, dan sekarang semuanya sendiri menyukai Athi?” ujar Lucas memaparkan rasa kesalnya terhadap Keil.


Keil mendelik, “Semauku sendiri? Gak ada hal yang terjadi sesuai mauku! Aku gak tahu kapan ayahku akan bangun, dan aku harus terus ada di rumah sakit!” teriak Keil yang tidak terima dengan ucapan Lucas.


“Aku yang seperti itu, mana bisa seenaknya saja, tidak tahu malu bilang pada Athi untuk menungguku? Memangnya kau tahu betapa beratnya untukku saat itu?” cerca Keil, sontak membuat Lucas bertambah marah karenanya.


Lucas bangkit di hadapan Keil, “Memangnya kau pernah sekali saja menjelaskan dengan benar? Kau tahu tidak, betapa beratnya untuk Athi yang tidak tahu apa-apa?”

__ADS_1


Lucas semakin memandang rendah Keil, “Selama Athi bersedih, yang selalu ada di sisinya itu aku!” teriaknya, sontak membuat Keil bangkit di hadapannya.


__ADS_2