Manisnya Cinta Sahabat

Manisnya Cinta Sahabat
Bioskop Spesial Pakai Telor


__ADS_3

Akhir pekan pun tiba. Athi diajak Azekeil untuk menonton film baru, yang mereka perbincangkan sebelumnya.


Athi berdiri di hadapan Keil dengan sangat kesal, karena Keil yang tiba-tiba saja mengganti genre film yang akan mereka tonton.


Genre yang mereka ingin tonton adalah horor, membuat Athi merasa jengkel karena dia sangat malas menonton film yang membuat jantungnya berdebar.


Athi menatap Keil dengan kesal, "Kamu apa-apaan, sih? Kemarin kan kita sepakat mau nonton film romantis, kenapa malah nonton genre horor?" ketus Athi, membuat Keil menatapnya dengan datar.


"Aku lagi terobsesi dengan yang horor-horor, gara-gara novel yang kamu rekomendasikan waktu itu. Sudah deh, jangan membantah! Ikutin aja sih yang aku mau!" bentak Keil, membuat Athi mendelik, sambil menjulurkan lidahnya ke arah Keil.


"Harusnya kamu nonton film ini dengan teman kamu!" bentak Athi.


"Gak punya temen, tuh!" gumam asal Keil, membuat Athi mendadak mati gaya mendengarnya.


Suasana nampak hening, membuat Athi kembali memperhatikan jam yang ada di tiket bioskop yang ia pegang. Athi pun mendelik, karena kaget dengan jam yang tertera di tiket bioskop ini.


"Hah?! Kenapa kamu ambil jam 1? Ini kan ... masih jam 10, Keil!" bentak Athi, yang kaget dengan jam yang Keil ambil, membuat Keil menatap datar ke arahnya.


"Memangnya kenapa? Kita kan ... bisa berjalan-jalan dulu di mall ini?" bantah Keil, membuat Athi mendelik tak percaya dengan apa yang ia katakan.


"Nonton bioskop, jalan-jalan, makan siang, mirip kencan buta gak, sih?" gumam Athi bertanya-tanya, dengan tatapan kosong yang menatap ke arah hadapannya.


Mendengar ucapan Athi, wajah Keil pun memerah karena malu.


Keil menafikan pandangannya dari Athi, "Gak ada kencan buta!" bantah Keil dengan tegas, membuat Athi seketika tersadar dari apa yang baru saja ia katakan.


Athi tak sengaja menoleh ke arah pusat permainan, yang ada di sekitar bioskop. Hal itu membuat Athi menjadi terpacu untuk menyambanginya.


Athi memandangi Keil dengan tatapan seekor kelinci, "Keil, kita main ke time zone yuk!" ajak Athi, membuat Keil mendelik tak percaya dengan apa yang ia dengar.


"Hah? Enggak, ah! Males," tolak Keil dengan nada yang sangat malas, membuat Athi mengerucutkan bibirnya.


"Ayo gak? Siapa suruh kamu ambil jam 1?" ancam Athi, membuat Keil memandangnya dengan tatapan datar.


"Ya kan bukan berarti harus ke sana? Aku tuh males tau ...," bantah Keil, yang merasa malas berbincang mengenai pusat permainan yang Athi maksud.


Athi mendelik heran ke arahnya, "Udah sih, ikut aja! Kamu bisa seenaknya gitu sama aku, kenapa aku gak bisa?" bantah Athi dengan nada yang sangat memaksakan kehendaknya.

__ADS_1


"Heh, tapi--"


"Gak ada tapi, ayo ikut!" suruh Athi, yang langsung segera menarik tangan Keil dengan sangat senangnya.


Mereka menyambangi area sekitar pusat permainan. Tujuan utama yang Athi datangi, adalah tempat untuk bermain basket. Ia sangat senang, karena dirinya yang sangat menyukai basket, namun tidak pernah terealisasikan untuk bergabung dalam organisasi mana pun.


"Kita main basket dulu!" teriak Athi dengan girang, membuat Keil merasa kesal dengannya.


Athi mengeluarkan kartu tak terbatas, yang ia dapatkan saat memenangkan perlombaan yang diadakan di pusat permainan ini, sehingga Athi bisa dengan mudahnya memainkan semua permainan di sini, dengan gratis.


"Tadaa ...," gumam Athi, sembari menunjukkan kartu itu dengan sombongnya ke arah Keil, membuat Keil menatapnya dengan tatapan malas.


"Sombong sekali," umpat Keil, sembari menafikan pandangannya dari Athi.


Athi tak memedulikannya, dan malah memasang pose keren ala dirinya, sebagai tanda dirinya sangat hebat di hadapan Keil.


"Keren, gak? Ini kartu unlimited yang bisa aku pakai sepuasnya untuk bermain di toko ini!" ucap Athi dengan rasa jumawa yang tinggi, membuat Keil mengeluarkan handphone-nya.


"Aku juga punya," gumam Keil, sembari memperlihatkan foto dirinya di layar handphone-nya, ketika ia sedang memegang kartu tersebut.


"Hah?!" Athi tercengang, karena melihat pemandangan yang sangat mengesalkan itu.


'Gagal deh kerennya!' geram Athi dengan dirinya sendiri.


Athi memfokuskan dirinya ke arah Keil kembali, "Udah ah, kita main aja!" bentak Athi, setengah kesal dengan Keil yang tidak bisa ia tandingi itu.


Athi pun menempelkan kartu tersebut pada sensor alat, dan permainan pun akhirnya dimulai.


Athi melempar asal bola itu ke dalam ring, tetapi sama sekali tidak ada yang masuk ke dalamnya. Tembakannya selalu meleset, karena ring basket yang sudah mulai bergerak ke kiri dan ke kanan.


"Duh ...," gumam Athi, yang nampak kesulitan untuk memasukkan bola itu ke dalam ring.


Keil menghela napasnya panjang, sambil sesekali menggeleng kecil.


"Plashh!"


Athi mendelik, karena ia bisa memasukkan satu bola ke dalam ring, "Hah! Masuk!" pekik Athi yang merasa sangat senang karenanya.

__ADS_1


"Plashh! Plashh! Plashh!"


Athi menganga kaget, karena melihat bola-bola itu yang dengan cepat masuk ke dalam ring, membuat dirinya menoleh ke arah Keil.


Terlihat Keil yang sangat cepat memasukkan bola tersebut, sehingga membuat Athi mendelik terpukau karenanya. Athi sampai menganga kaget, karena mengetahui kalau Keil sangat mahir memainkan basket.


"Teett ...."


Waktu dalam sekali putaran habis, sehingga membuat banyak sekali kupon keluar dari alat tersebut.


Hal yang paling Athi senangi, adalah ketika ia mendapatkan banyak kupon, yang nantinya akan ia tukarkan dengan berbagai mainan lucu yang dipajang di kasir.


Athi mendelik tak percaya dengan yang ia lihat, "Wah ... aku kira cupu, ternyata ... mantap bosku!" gumam Athi, membuat Keil menatapnya dengan tatapan meninggi.


"Sudah biasa," gumam Keil yang semakin terasa kesombongannya, membuat Athi menyinyir di hadapan Keil.


...***...


Mereka pun sudah selesai bermain di pusat permainan, dan Athi yang kini sudah menukarkan kupon-kupon itu, dengan sebuah boneka beruang yang cukup cantik baginya.


"Akhirnya ... aku dapat boneka!" pekik Athi dengan rasa senang, tetapi Keil hanya terdiam memandangnya.


Athi tidak sengaja melihat sebuah booth photo di hadapannya, membuat matanya seketika berbinar.


"Keil, kita ke sana, yuk!" ajak Athi, membuat Keil melihat ke arah yang Athi tunjuk.


"Hah, tempat foto? Mau apa?" tanya Keil dengan sinis, membuat Athi mengerucutkan bibirnya.


"Ya kita foto, lah! Ayo ah!" paksa Athi membuat Keil enggan menurutinya.


"Ih, ayo Keil! Pokoknya kamu harus nurutin aku, karena kamu yang bikin aku nunggu sampai siang, gara-gara ambil jadwal nonton siang!" bentak Athi, membuat Keil membolakan matanya.


"Apa sih?" umpat Keil, yang tiba-tiba saja ditarik oleh Athi dengan sedikit paksaan.


Akhirnya, Azekeil pun mau mengikuti apa yang Athi minta padanya.


Terlihat seorang gadis asing yang terus menatap ke arah mereka. Namun, mereka tidak menyadari hal itu.

__ADS_1


"Ternyata Keil, ya?" gumamnya.


...***...


__ADS_2