Manisnya Cinta Sahabat

Manisnya Cinta Sahabat
Seleksi Audisi


__ADS_3

Pagi hari menyapa, Lucas segera memenuhi panggilan, untuk menjadi seorang idol yang terkenal.


Lucas segera mempersiapkan dirinya, dan segera menuju ke arah gedung yang tertera pada kartu nama Zenith, yang tak lain adalah kakak dari Athi.


Lucas berlarian menuju ke arah gedung, yang letaknya cukup jauh dari apartemen Lucas. Ia terpaksa harus berlarian ke sana, karena ia sudah tidak memiliki uang sepeser pun di dalam dompetnya.


Lucas menoleh ke arah kiri dan kanan, melihat pemandangan yang sangat ramai orang berlalu-lalang. Ia tidak menyangka, akan menerima tawaran seperti ini lagi, setelah sekian lama vacum dari dunia entertainment.


...-Flashback on-...


“Kalau kita gak tampil bertiga, aku gak akan mau tampil!” ucap Kia, yang sangat bersikukuh dengan kemauannya.


Hari ini adalah hari yang sangat menegangkan bagi Lucas, Kia dan juga Keil. Mereka ingin memenuhi panggilan dari produser musik, yang akan menerbitkan mereka menjadi band yang sangat sukses.


Hal itu membuat mereka sangat bersemangat mendengarnya. Akan tetapi, karena suatu hal, Keil tidak bisa hadir bersama mereka.


Saat ini di ruang tunggu, Kia masih saja setia menunggu kedatangan Keil, meskipun Keil sudah mengatakan kalau dirinya tidak bisa menghadiri acara ini.


Lucas hanya bisa menghela napasnya panjang, karena Kia yang masih bersikukuh dengan keinginannya.


Lucas memandang Kia dengan sendu, “Ki, sebentar lagi kita tampil. Mau sampai kapan kau menunggu Keil yang gak akan pernah datang?” tanya Lucas, sontak membuat Kia memandang Lucas dengan tajam.


“Keil pasti datang!” teriak Kia dengan sorot mata yang sangat tegas, membuat Lucas hanya bisa terdiam mendengarnya.


Sebelum acara ini dimulai, Keil sudah berjanji akan datang menghadiri panggilan ini. Namun, tak disangka sesuatu yang mendadak, membuat Kiel tidak bisa hadir bersama mereka.


Kia hanya bisa mondar-mandir, karena ia tidak ingin tampil, jika tidak bersama dengan Keil. Ia sangat ingin mereka bertiga yang tampil bersama, bukan masing-masing seperti yang Lucas ucapkan padanya.


Lucas memberi opsi pada Kia tentang band mereka. Mereka maju berdua tanpa Keil, atau tidak sama sekali, dan Kia memilih tidak sama sekali.


Hal itu yang membuat Lucas menjadi sangat iba dengannya.


Lucas berpikir, kalau Kia sudah sangat menjunjung rasa solidaritasnya, sementara dirinya?


‘Apa aku harus mengurungkan niat untuk menjadi idol, hanya karena masalah seperti ini?’ batin Lucas, yang sangat menyayangkan tentang impiannya yang sudah menggebu itu.


Karena Keil yang tak kunjung datang, membuat Lucas menjadi sangat bingung dibuatnya.

__ADS_1


Lucas menghampiri Kia yang masih terlihat sibuk menghubungi Keil, “Ki, bagaimana ini? Sudah lewat 20 menit untuk kita tampil. Tidak masalah jika tanpa Keil, aku bisa bermain gitar, kok!” ucap Lucas, yang berusaha membujuk Kia untuk tampil saat ini juga.


Kia menatap Lucas dengan tajam, “Yang namanya sahabat, harus bersama, bukan?” tanya Kia, membuat Lucas mendelik kaget karenanya.


Hal itu yang membuat Lucas mengurungkan niatnya, untuk menjadi seorang idol. Hanya karena ia menghargai Kia.


...-Flashback off-...


‘Apa aku bisa bersinar tanpa mereka di sisiku?’ batin Lucas, yang agak pesimis dengan kemampuan yang ia miliki.


Padahal, suara emas milik Lucas, mampu menggetarkan hati setiap jiwa yang mendengarnya. Lucas yang memang terbiasa tampil bersama, menjadi sangat aneh jika ia harus tampil seorang diri.


Lucas sudah sampai pada gedung yang ia tuju. Ia memandang gedung tersebut dengan senyuman yang dipaksakan, karena ia merasa sangat gugup saat ini.


‘Aku akan menjadi yang paling bersinar kali ini. Aku akan membayar, semua yang sudah terjadi dulu, saat kita tidak lolos seleksi,’ batin Lucas, yang lalu melangkah ke dalam gedung, dengan langkah yang sangat berani.


Lucas sudah tiba pada suatu ruangan, dan menempelkan nomor dada yang diberikan oleh bagian pendaftaran.


Lucas menunggu dengan sangat cemas, karena ia khawatir jika ia gagal dalam seleksi idol kali ini.


Lucas melihat ke arah mereka yang juga sudah mengantre, dengan setiap looks dan style yang berbeda-beda.


‘Kenapa semuanya percaya diri sekali? Mereka terlihat tampan,’ batin Lucas, yang sangat tidak percaya dengan apa yang ia lihat ini.


“1298!” teriak seseorang dari dalam ruangan, membuat Lucas berdiri dengan sangat percaya diri.


‘Saatnya telah tiba,’ batin Lucas, yang sangat siap untuk menampilkan bakat yang ia miliki.


Lucas melangkah menuju ke arah ruangan tersebut, dan berhasil berhadapan dengan beberapa juri di hadapannya.


“Silakan.”


Lucas menunjukkan bakat yang ia miliki, sehingga membuat mereka semua tercengang mendengar suara khas yang Lucas miliki.


Mereka tersentuh, karena lagu yang Lucas bawakan, sangatlah mellow.


Dengan sangat menghayati lagu, Lucas pun menyudahi lagu dengan suara yang sangat bagus, hingga semua orang bersorak dan menepuk tangan untuk Lucas.

__ADS_1


“Wow ... it’s amazing! Tolong kamu temui direktur Cha, di ruangannya sekarang,” ucap salah satu juri, yang sudah tidak ingin mengomentari suara Lucas lagi.


Ia memberikan golden ticket pada Lucas, membuat Lucas menjadi terkejut bukan main. Ia dengan segera mengambil tiket itu, dan segera menunduk pada mereka semua yang sudah melihat penampilan terbaiknya.


Lucas keluar ruangan, dan segera menemui direktur Cha, seperti yang juri ucapkan tadi.


Lucas sangat gemetar, karena ini adalah kali pertama ia memenangkan seleksi menjadi idol.


“Tok ... tok ... tok ....”


Lucas mengetuk pintu ruangan direktur Cha, dengan tangan yang sudah sangat gemetar.


“Masuk,” ucap seseorang dari dalam ruangan, membuat Lucas segera masuk ke dalam ruangan.


Lucas berhadapan dengan sangat direktur. Di hadapannya, tertulis jelas nama dan juga jabatan orang yang ada di hadapannya ini.


“Silakan duduk, Lucas ya?” ucapnya.


“Ya, salam kenal Pak direktur,” ucap Lucas, yang langsung duduk pada kursi yang tersedia di hadapannya.


Lucas memandang direktur Cha dengan sangat mantap.


“Saya sudah dengar suara kamu, dan saya sangat menyukainya,” ucapnya membuat Lucas tersenyum mendengarnya.


“Terima kasih.”


“Apa ada keahlian lain selain bernyanyi, yang bisa kamu lakukan?” tanyanya.


“Saya bisa memainkan drum, gitar, dan juga piano. Saya bisa dance juga,” jawab Lucas, membuat sang direktur tercengang karenanya.


“Wow ... paket lengkap sekali,” ucap direktur, membuat Lucas tersipu malu jadinya.


“Saya sudah terbiasa, Pak. Dulu, saya hampir menjadi seorang vocalis band, tetapi karena satu atau dua hal, saya jadi mengurungkan niat saya untuk mengikuti seleksi,” ucap Lucas menjelaskan.


Sang direktur berpikir sejenak, “Memangnya, kalau boleh tahu, dulu itu kapan?” tanyanya bingung.


“Dulu, saat saya masih duduk di bangku SMP. Sekarang, saya baru saja lulus SMA. Sudah sekitar 3 sampai 5 tahun lalu,” jawab Lucas, membuat direktur terkejut karenanya.

__ADS_1


Sang direktur memandang Lucas dengan tajam, “Kamu mau mulai kapan dikarantina?”


“Deg!”


__ADS_2