
Lucas menunggu kedatangan Athi di depan rumah Athi. Ia hanya diam duduk, sembari menunggu kedatangan Athi.
“Lucas!” pekik Athi, membuat Lucas memandang ke arahnya.
Athi segera berhambur memeluk Lucas, membuat Lucas sendu karenanya.
...-Flasback on-...
Lucas memandang ke arah kartu nama yang sedang ia pegang.
‘Benar, aku harus menerimanya kalau aku mau hidupku terjamin!’ batin Lucas, yang masih berpikir untuk menerima tawaran menjadi seorang idol.
Kakak dari Athi, sudah menawarkan posisi menjadi seorang idol, karena bakat yang Lucas miliki, sehingga membuat Zenith tertarik dengannya.
Lucas mendelik, “Aku harus memperbaiki kesalahan yang aku lakukan, pada Athanasia!” gumam Lucas, yang langsung pergi menuju ke arah rumah Athi.
Sebelum sampai ke rumah Athi, Lucas menuju ke arah telepon umum. Ia berniat untuk menghubungi Athi, sebelum sampai ke rumahnya.
Lucas mengambil gagang telepon, dan menekan nomor telepon yang ingin ia tuju.
Lucas menunggu telepon terhubung, hingga akhirnya, telepon pun terhubung.
“Halo.”
Lucas sangat canggung berbicara dengan Athi, “Halo, Athanasia.”
Mendengar suara Lucas, Athi seketika mendelik kaget, karena ia sangat hapal dengan suara Lucas.
“Lucas!” pekik Athi yang sangat kaget dengan suara yang ia dengar.
Lucas menghela napasnya dengan panjang, ia berusaha tenang dan bersikap seolah-olah tidak ada apa-apa.
“Athi, bisa kita ketemu sekarang?” tanya Lucas, Athi hampir saja menitikkan air matanya.
“Bisa! Aku kangen kamu,” ucap Athi yang sedari tadi hanya bisa menangisi hubungan mereka yang sudah berakhir.
“Aku juga kangen,” ucap Lucas, yang tak bisa dipungkiri merindukan Athi.
Hanya karena permasalahan ekonominya, Lucas sampai tidak percaya dengan diriya sendiri, sehingga memutuskan hubungannya dengan Athi.
“Kamu di mana?” tanya Athi.
__ADS_1
“Dekat rumahmu. Tapi apa gak apa-apa? Ini sudah larut,” ucap Lucas yang sangat bingung dengan apa yang akan terjadi pada mereka nantinya.
Lucas khawatir, mereka semua yang masih berlalu-lalang, merasa curiga dengan dirinya, karena sudah menemui seorang gadis pada malam yang sudah sangat larut ini.
“Sebentar saja, aku kangen,” ucap Athi yang memang ingin sekali bertemu dengan Lucas.
“Ya, temui aku, ya.”
Athi tersenyum, meski dalam derai air mata.
“Ya, aku pasti datang.”
Sambungan telepon terputus.
...-Flashback off-...
“Aku kangen kamu,” gumam Athi, dengan tangisan yang sudah pecah sejak sebelum memeluk Lucas.
Lucas membalas pelukan Athi dengan sangat erat, “Aku juga kangen. Kamu baik-baik aja, kan?” tanya Lucas, Athi mengangguk.
Athi melepaskan pelukannya, dan duduk di sebelah Lucas.
Melihat Athi yang menangis, membuat hati Lucas menjadi sangat iba. Ia tidak bisa melihat Athi menangis seperti ini. Hatinya sakit, meskipun tidak ia ungkapkan.
Lucas meraih tangan Athi dengan sangat hati-hati, dan menatap wajah Athi dengan tatapan yang sangat sendu.
Athi memandangnya dengan sangat iba. Wajah Lucas sangat tidak terurus, tetapi di mata Athi, Lucas tetap yang paling tampan. Mungkin karena wajahnya yang bersih, membuat Lucas terlihat tetap tampan.
“Aku gak mau putus dari kamu,” ucap Lucas, membuat Athi menjadi tenang mendengarnya.
“Aku cuma ...,” Lucas menunduk sendu mengucapkannya, “ada sesuatu yang sangat tidak bisa aku beri tahu kamu, tentang kenapa aku menjadi seperti ini,” ucap Lucas, sontak membuat Athi mendelik kaget.
‘Ya, setiap orang pasti punya alasan,’ batin Athi, yang berusaha untuk menerima semua yang sudah terjadi pada mereka.
“Aku ingin kamu tahu, aku melakukan semua ini karena sesuatu yang benar. Tidak aku salah gunakan untuk sesuatu yang melanggar aturan. Aku hanya takut kamu malu, makanya aku memutuskan hubungan kita,” ucap Lucas mencoba untuk menjelaskan pada Athi.
Athi memandangnya dengan sendu, karena ia sudah paham tentang sikap Lucas yang tertutup.
“Iya, aku paham. Ada yang ingin aku bicarakan juga sama kamu. Tentang pekerjaan kamu, aku gak pernah mempermasalahkan. Aku tetap mencintai kamu,” ucap Athi dengan setulus jiwa dan raganya, yang sontak membuat Lucas tersentuh.
Ia hanya tidak ingin Athi memutuskan hubungan lebih dulu, karena tidak bisa menerima pekerjaan yang sedang ia jalani saat ini. Jadi, Lucas berinisiatif untuk mengakhiri hubungan lebih dulu.
__ADS_1
Akan tetapi, Lucas tidak menyangka, kalau Athi akan menerimanya, walaupun Lucas bekerja seperti itu.
“Aku sayang kamu, Athanasia,” ucap Lucas, yang menyesal karena sudah mengambil keputusan yang salah.
Mendengar ucapan itu, Athi hanya bisa menangis, karena baru kali ini ia dicintai dengan dalam seperti ini, dengan seorang laki-laki.
Mereka pun kembali meleburkan kerinduan mereka dengan saling berpelukan. Hal itu membuat hati Lucas sedikit tenang, karena menerima kehangatan dari orang yang sangat ia cintai.
Lucas melonggarkan pelukannya, dan segera mencium bibir manis Athi.
Sudah lama mereka tidak bertemu, membuat rasa rindu Lucas menggebu seketika.
Setidaknya, Athi tidak harus menangis lagi karena memikirkan hubungan mereka yang sempat putus.
Lucas menyudahi ciumannya bersama Athi, dan memandang Athi dengan sangat dalam.
“Emm ... ada yang ingin aku bicarakan juga sama kamu,” ucap Lucas, Athi hanya diam sembari memerhatikan apa yang akan Lucas katakan.
“Sepertinya, aku harus menerima tawaran menjadi seorang idol. Apa tanggapan kamu tentang itu?” tanya Lucas, sontak membuat Athi terkejut karenanya.
“Wah ... pacarku akan jadi artis terkenal?” tanya Athi, yang tak percaya dengan apa yang Lucas katakan.
Lucas mendadak menjadi sendu mendengarnya, “Itu berarti, waktu kita untuk bersama semakin sempit. Apa tidak masalah?” tanya Lucas membuat Athi juga menjadi sendu mendengarnya.
Sejujurnya, Athi sangat tidak bisa menjalani hubungan yang seperti ini. Akan tetapi, mungkin Lucas memiliki alasan yang lain, sehingga sangat menginginkan menjadi seorang idol.
Athi menghela napasnya sembari tersenyum, “Aku pasti akan mendukung kamu, apa pun yang akan kamu ambil nantinya. Aku pasti akan selalu kasih support, kalau itu hal yang baik untuk kamu,” ucap Athi, sontak membuat Lucas mendelik kaget mendengarnya.
Lucas sangat tidak menyangka, kalau ia memiliki gadis yang sangat mengerti tentang dirinya, walaupun ia tidak bisa menjelaskan seluruh permasalahan yang terjadi padanya saat ini.
Lucas yang sudah sangat sedih, seketika langsung memeluk Athi, saking senangnya ia mendengar ucapan itu dari Athi.
“Terima kasih. Aku janji, setiap aku punya waktu luang, aku pasti akan ajak kamu kencan,” ucap Lucas, membuat Athi tersenyum mendengarnya.
“Asal terus sama kamu, aku gak masalah,” ucap Athi, yang sudah benar-benar tidak bisa lepas dari Lucas.
Hatinya sudah sangat terpaku dengan Lucas, karena ia merasa kalau Lucas adalah orang yang sangat mengerti tentang dirinya, setelah ibu dan kakaknya.
Selain itu, Lucas adalah sahabatnya, yang sudah lama menemaninya. Hal itu membuat Athi menjadi sangat terpaku dengannya.
“Terima kasih,” gumam Lucas, Athi hanya tersenyum mendengarnya.
__ADS_1
...***...