Marriage On Agreement

Marriage On Agreement
Hukuman selesai


__ADS_3

Di ruangan CEO Ron yang bersantai setelah melaksanakan meeting, dia tersenyum tipis sambil memikirkan lova menyelesaikan hukuman menyirami semua tanaman dirumah belakang.


Pasti lucu sekali melihat dia bolak balik mengambil air untuk menyirami tanaman, harus nya tadi aku memperhatikan nya aku benar-benar penasaran melihat wajah kesalnya.


Kris masuk dan membawakan secangkir kopi, dia benar-benar heran melihat Ron yang senyum-senyum sendiri karna tidak biasa nya Ron tersenyum begitu.


Apa dia sedang menghayal ya. Gumam Kris dalam hati.


"Tuan muda ini kopi anda" Kris meletakkan secangkir kopi di atas meja Ron namun Ron benar benar masih melamun dipikirannya.


Kris pun mengambil sebuah dokumen yang perlu Ron tanda tangan lalu dia menyodorkan dokumen tersebut di meja Ron.


"Tuan muda, tolong tanda tangan disini" namun Ron benar-benar masih melamun dipikirannya


"Tuan muda?" Kris memanggil Ron lagi yang ke dua kali nya. Namun Ron masih belum bergeming


"Tuan muda?" panggil Kris yang ketiga kali dengan suara agak meninggi. Ron pun terbangun dari lamunannya.


"Ahh, iya Kris ada apa?" Ron benar-benar terkejut melihat Kris didepannya.


"Mengantarkan secangkir kopi untuk tuan muda dan menyuruh tuan muda menanda tangani dokumen ini." Kris berbicara tanpa ekspresi


"Ohh, baiklah" Ron pun mulai menandatangani  dokumen tersebut


" Apa tuan muda sedang memikirkan sesuatu?"


"Tidak" Ron hanya menjawab singkat dia tidak mau Kris tau apa yang sedang dia pikirkan tadi, Ron benar-benar ingin mengerjai lova lagi dan lagi, dia benar-benar suka melihat wajah kesal lova karna menurutnya itu sangat menggemaskan.


Sore hari lova sudah pulang dan bersiap menunggu Ron dia tidak mau terlambat lagi menyambut Ron karna kalau dia terlambat lagi dia akan dihukumi lagi.

__ADS_1


Mobil Ron masuk ke gerbang rumah, pak Rut mengetok pintu kamar Ron dan lova.


"Nona muda turun lah kebawah bersama saya untuk menyambut tuan muda pulang"


"Aahh,baiklah pak" lova pun bangun dari sofa dan bergegas turun kebawah menyambut Ron pulang.


"Selamat malam tuan muda" pak Rut dan lova serentak. Ron hanya lewat dan mengacuh mereka berdua, jangan heran karna itu sudah biasa dia tidak akan menghiraukan orang yang menurut nya tidak penting. Lova pun bergegas mengikuti Ron ke kamar.


Di kamar Ron melepas jas nya dan melemparkan jas nya ke wajah lova. Dengan singgap lova menangkap jas Ron dan meletakkan nya di keranjang pakaian untuk baju kotor. Ron duduk di sofa lova bergegas berlutut didepan Ron untuk melepas sepatu ron dengan hati hati


"Apa kau sudah menyelesaikan hukuman mu?" Ron bertanya disaat lova sedang melepas sepatunya.


"Saya sudah menyelesaikan nya tuan muda, jika anda tidak percaya silakan bertanya dengan pak Rut." Lova masih fokus melepaskan sepatu Ron.


Ron tergelak


"Saya tidak akan melakukan kesalahan lagi tuan muda" selesainya lova melepaskan sepatu Ron dia pun pergi meninggalkan Ron membawa sepatu Ron dengan hati hati ke ruangan sepatu.


"Aku mau mandi"


"Baik tuan" lova pun bergegas ke kamar mandi menyiapkan air mandi untuk Ron. Dia keluar dari kamar mandi dan melihat Ron di ruang ganti Ron melepas kemeja putihnya dan melemparnya lagi kemuka lova. Lova mencekram kemeja Ron , dia sangat marah karna Ron begitu tidak sopan dengan nya, tetapi dia tidak berani komplain atas sikap Ron dia hanya bisa mengikuti apa yang di mau Ron agar Ron tidak menghukumnya lagi.


Kamu kan bisa melemparnya ke keranjang pakaian tuan muda, kenapa harus melemparnya ke wajah ku, dasar tuan muda yang seenaknya.


Ron pun masuk ke kamar mandi, seperti biasa lova menyiapkan pakaian untuk Ron tidur.


Setelah 15 menit lebih Ron keluar dari ruang ganti dan keluar dari kamar, lova mengikuti Ron dan pak Rut sudah menunggu di depan pintu kamar. Ron pun pergi menuju ke meja makan dan diikuti pak Rut dan lova dari belakang.


Di meja makan ibu Ron sudah duduk menunggu. Ron duduk dan lova ikut duduk.

__ADS_1


Lova menyedok nasi untuk Ron. Ron menunjuk lauk apa yang dia mau. Lova mengambil lauk yang di tunjuk Ron.


"Ron? Mama melihat istri mu ini memiliki pekerjaan yang bisa memalukan keluarga kita."


Lova menghentikan sendoknya saat hendak menyuapi ke mulutnya.


"Asal dia tidak memberitahu indentitas nya itu tidak masalah ma" Ron menjawab tanpa melihat ibu tirinya.


"Tetapi kita tidak bisa mempercayai dia Ron, bisa jadi dia mau menikahi mu karna ingin memanjat popularitas"


Ibu Ron membicarakan lova di depan lova. Itu membuat lova benar-benar merasa tidak tahu malu.


"Kris akan mengurusnya ma" Ron masih fokus menyantap makan malam nya


"Saya tidak punya maksud begitu ma, saya janji tidak akan pernah mempermalukan keluarga ini" lova berani membalas perkataan mertuanya itu


"Baiklah Ron jika begitu" ibu Ron tidak menjawab lova.


Aku tidak akan pernah mengukupkan indentitas ku selamanya, karna aku tidak sudi menjadi bagian dari keluarga ini. Lova benar-benar merasa di permalukan oleh ibu Ron perkataan ibu Ron menjadi tamparan dipipi lova.


Selesai makan malam Ron dan lova kekamar dengan di antar pak Rut lova tidak berani melangkah sejajar dengan Ron, karna dia tidak lebih dari seorang pelayan dirumah itu .


Ingat tekan like guys, harus tulis KOMENTAR kalian di bawah kolom komentar ya.


Dan


Bantu dukung Instagram Vevem ya teman-teman


Follow Ig : @nvmlesttt

__ADS_1


__ADS_2