
Feynata Angglova yang sedang sibuk di toko jahitnya karna mereka harus segera menyelesaikan orderan pelanggan.
"Lala, apa kamu sudah menerima kain yang aku pesan kemaren?"
Lala adalah teman baik lova dari masa sekolahnya, Lala dan lova bergabung merintis toko jahit hingga toko jahit mereka berdua sudah lumayan banyak pelanggan dan mereka berdua sudah banyak memperoleh untung dan memperkejakan orang lain untuk membantu mereka berdua di toko jahit.
"Sudah lov"
"Bagus jika begitu, ini sudah mau waktu nya makan siang aku akan keluar membeli makan untuk kita makan siang bersama, kamu tolong bilang ya sama anak-anak untuk cepat menyelesaikan bagian punya mereka" Lala mengangguk tersenyum dengan lova.
Lova keluar dan menyebrang jalan untuk ke warung makan membeli makanan Bungkus. Ibu mertuanya tidak sengaja lewat dengan Luna yang akan menuju parkiran dia melihat lova yang dengan pakaian sedikit lusuh dan membawa kantong plastik besar berisi bungkusan makanan. Ibu mertuanya dan luna menghampiri lova
"Tante bukan kah ini menantu Tante yang akan segera dicerai oleh Kaka Ron.?" Luna menunjuk lova
Dan lova pun berhenti melangkah karna di depan nya ada mertuanya
"selamat siang ma?" Lova menundukan kepalanya
"Kau tidak pantas memanggilku mama, aku tidak punya menantu orang kampung seperti kamu" dengan suara tegas ibu Ron berbicara dengan lova. Namun Lova tersenyum
"jika begitu suruh anak Tante cepat menceraikan saya!" Lova menjawab dengan suara ketus.
"Lihat Tante dia sedang mengejek Tante" Luna menunjuk lova dengan jarinya
"nggak usah nunjuk-nunjuk ya, kamu yang berpenampilan cantik seperti itu saja juga tidak bisa menikahi tuan muda Ron Sinhe Fan itu" lova tersenyum nakal.
"Kamu!"
Luna tidak sempat melanjutkan kalimatnya karna ibunya tiri ron duluan menghentikan dia untuk berbicara panjang lagi. "Sudah jangan pedulikan dia, tidak akan lama lagi Ron juga akan menceraikan dan menendangnya seperti gelandangan"
Luna dan ibu tiri Ron tertawa terbahak-bahak dan langsung melangkah pergi meninggalkan lova.
"Belum 3 hari aku jadi istri nya sudah dapat cemohan dari ibunya, jika bukan karna utang ayah aku tidak akan sudi jadi istri tuan muda Ron sial itu"
lova berbicara dengan nada kesal dan menendang kaleng yang tepat ada di depan kakinya. Dia pun kembali ke toko jahit.
Hari sudah mulai sore lova pun kembali kerumah Ron dengan mengendarai ojol. Dia heran melihat sekertaris Kris ada di ruang tamu. Kris berdiri dan melihat lova.
__ADS_1
"Apakah tuan Ron sudah pulang?" Kris hanya menjawab dengan lirikan matanya menunjukan ke atas yaitu maksudnya kamar lova dan Ron.
"Kenapa kau tidak bilang kalo dia akan pulang lebih awal, bukannya di kertas hapalan dia pulang setengah jam lagi?" Kris hanya menaikan pundaknya tanda bahwa dia tidak tau alasannya
"sial"
lova sambil berlari menaiki tangga dan sampai di depan pintu kamar mereka berdua, dia menarik nafasnya panjang dan perlahan membukakan pintu kamar. Terlihat Ron yang duduk di sofa.
"Tuan anda sudah pulang" Ron menatap lova dengan dingin.
"Tuan maafkan saya, saya benar-benar tidak tahu anda hari ini akan lebih awal pulang nya"
ekspresi wajah lova sangat menggemaskan dengan wajah muramnya.
kenapa dia sangat menggemaskan dengan wajah panik seperti itu, aku harus mengerjainya
Ron tersenyum nakal. Lova mencoba lagi memberanikan diri untuk berbicara.
"Apa tuan belum mandi?" Lova menatap Ron yang masih tidak bergeming
Bisa tidak sih tuan muda anda menjawab dengan jelas jangan menjawab dengan hmm terus.
"Kalau begitu saya akan siapkan air buat anda mandi tuan"
Lova bergegas pergi ke kamar mandi. Tiba-tiba Ron masuk dan mengagetkan lova
Kenapa anda suka sekali masuk dengan seenaknya dan mengagetkan saya tuan muda sialan.
Lova menatap Ron dengan kesal.
"Kau berani menatap ku ya"
Lova cepat menundukkan kepala.
"Maafkan saya tuan muda, saya tadi benar-benar terkejut anda masuk secara tiba-tiba"
"Ini rumahku terserah aku mau masuk kemana pun itu bukan urusan mu"
__ADS_1
"Baik tuan muda, maafkan saya"
"Haiisss sudah lah, aku bosan mendengar kata maaf dari mu, sekarang gosok punggungku dengan spon itu"
Sebenarnya Ron tidak suka di sentuh orang lain namun tanpa dia sadari dia refleks menyuruh lova menyentuh tubuhnya
"Baik tuan"Lova sudah memulai menggosok punggung Ron dengan spon, dengan lembut sekali lova menggosok punggung Ron sampai Ron mendengus kesal.
"Apa kamu tidak diberi makan, gosok punggung ku dengan benar" Ron protes karna lova sangat lemah dan lamban menggosok punggung nya.
"Baik tuan"
Dasar tuan muda yang seenaknya.
Lova sudah mulai menggosok pundak dan punggung Ron dengan cepat. Lova benar-benar takjub saat menyentuh pundak Ron yang putih dan berotot itu.
Apa dia sering olahraga ya, tubuh nya benar-benar berotot apalagi dia punya wajah tampan dia benar-benar sempurna beruntung sekali aku menjadi istrinya hehe.. tetapi sayang sekali dia sangat kejam dan seenaknya nya huhh..
Lova melamun dengan pikirannya sampai-sampai tidak mendengar Ron menyuruhnya untuk berhenti.
"Heiii,!!Apa kau tuli, aku menyuruh mu membilas pundak ku kenapa kau masih menggosoknya"
Lova tersadar dari lamunannya
"Maafkan saya tuan"
Lova cepat membilas pundak Ron dengan air dan lova mengambil handuk untuk mengelap pundak Ron yang putih bersih itu.
Ingat tekan like guys, harus tulis KOMENTAR kalian di bawah kolom komentar ya.
Dan
Bantu dukung Instagram Vevem ya teman-teman
Follow Ig : @nvmlesttt
Kalo ada yang mau DM dan curhat Vevem layanin deh hihi
__ADS_1