
Pagi yang gerimis di kota itu
Kesejukan menyeruk ke dalam rumah. Semua orang di kota merasakan kesejukan dari hujan
Dengan iringan angin menambah kesejukan nya lebih dingin.
Lova masih melahap sarapannya, seperti nya dia benar-benar lapar. Sarapan dipiringnya benar-benar lova lahap semua tanpa tersisa.
Pak Rut menghampiri lova yang sudah berdiri dan hendak berbalik untuk melangkah pergi.
Lova terkejut ternyata di depan nya sudah ada pak Rut didepannya.
"Nona tidak usah bekerja hari ini, karna anda harus menyelesaikan hukuman ringan yang di beri tuan muda" ucap pak Rut.
Lova menautkan kedua alisnya dengan tatapan heran.
Aahh, dia mengingatnya, jahat sekali batin lova menangis.
Lova mengembangkan senyum nya secerah matahari. Menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskan secara perlahan.
"Pak Rut aku sudah siap" ucap lova sambil tersenyum lebar.
Lova berjalan mengikuti pak rut yang menuju arah taman belakang. Pak Rut memerintah kan lova untuk membantu tukang kebun untuk menanam tanaman bunga. Lova dengan segera melaksanakan apa yang di perintahkan pak Rut. Lalu pak Rut pergi untuk mengerjakan pekerjaannya yang lain.
Lova sangat senang bisa diajari oleh tukang kebun cara menanam bunga matahari yang benar setidaknya hukuman ini sangat berguna. Lova juga sangat menyukai Bunga matahari, karna menurut nya kecerahan matahari selalu memancarkan kebahagiaan untuknya melakukan setiap aktivitas nya. Walau dalam keadaan kalang kabut.
Bunga matahari selalu mengingat kan ku dengan kak Vito. Batin lova berucap kerinduan pada Vito Corleone.
__ADS_1
"Aku Poto saja bunga matahari ini dan aku kirim untuk kak Vito" lova langsung mengambil ponsel nya yang berada di saku bajunya.
Lalu dengan segera dia mengirim Poto bunga matahari dan juga Poto dirinya dengan Bunga matahari, pesan itu terkirim dan langsung di lihat oleh sang penerima. Lova langsung melanjutkan menanam bunga mataharinya.
"Dasar gadisku yang nakal" ucap Vito Corleone saat melihat Poto lova dengan bunga matahari yang baru di kirim kan oleh pujaan hatinya.
Vito pun membalas pesan lova.
"Bunga yang cantik, namun kau lebih cantik dari bunga ituš„°" balas Vito, namun lova masih belum membalasnya karna dia sudah disibukkan menanam bunga matahari.
Lova sangat antusias mengikuti arahan tukang kebun yang telah mengajar nya menanam bunga matahari. 30menit lova sudah selesai menanam bunga, pak Rut menghampiri nya memberi tahu bahwa dia harus membersihkan kolam renang karena Ron akan menggunakan nya.
***
Ron sudah sampai di rumahnya tidak seperti biasa Ron pulang lebih awal. Dia kan CEO, terserah dia lah mau pulang lebih awal atau lambat.
Ron sudah di kamar utama dia dilayani pak Rut karna lova sedang melaksanakan hukuman.
Ron sangat menikmati tontonan tersebut sehingga senyum itu terus mengembang di bibirnya.
Dia terlihat menggemaskan. Batin Ron
Ron pun turun kebawah untuk melihat lova lebih dekat. Ron sangat ingin melihat wajah cemberut lova yang sudah dipenuhi kekesalan.
Lova tidak menyadari bahwa ada seseorang yang diam-diam memperhatikan dirinya dengan senyum.
"Akhirnya selesai juga" ucap lova sambil mengusap keningnya yang berkeringat dengan punggung tangannya.
__ADS_1
Ron yang sudah melihat lova yang sudah selesai, dengan segera dia berjalan menghampiri lova yang berkacak pinggang. Terlihat lova begitu bangga pada dirinya karna sudah menyelesaikan hukumannya.
Saat lova berbalik kebelakang dia terkejut melihat Ron yang sudah berdiri di didepannya. Akibat keterkejutan nya lova hampir jatuh ke kolam renang namun dengan sigap Ron memegangi pinggang nya hingga mereka berpelukan dengan tangan lova menempel pada dada bidang milik ron dan pandangan mereka bertemu.
Deg
Ron menatap manik mata lova yang hitam pekat terlihat kepolosan terpancar dari mata lova. Sedangkan lova merasakan detak jantung nya semakin cepat seperti akan melompat keluar. Namun belum sempat lova membukakan mulut Ron sudah melepaskan pelukannya dan lova terjatuh ke kolam renang itu.
Lova malah berteriak.
"Tolong aku, tolong tolong tolong!!!!!" Teriak lova yang didalam air.
"Hngg, tidak usah bersandiwara wanita udik" ucap Ron dengan acuh memulai melangkah kan kakinya untuk pergi
"Tuan!!! Aku tidak bisa berenang" teriak lova lagi dengan histeris.
Langkah kaki Ron terhenti. Dan berbalik melihat sosok cantik itu yang sudah tidak terdengar lagi suara nya. Dengan cepat Ron membuka jubah mandi nya berlari dan langsung melompat ke kolam.
Ron langsung membawa lova untuk naik dari kolam. Lova sudah tidak sadar kan diri.
Ron membuncang tubuh lova sambil menepuk nepuk pipi lova.
"Heii bangun!! Heiiii, ini perintah, heiii " namun hasilnya nihil, pak Rut menghampiri Ron dan lova. Dia hanya dia dan menunggu perintah dari tuan mudanya itu. Ron sudah panik dan gugup sekali.
Ron menekan dada lova seperti yang biasa orang lakukan untuk menyelamatkan orang yang tenggelam air. Namun hasilnya nihil.
Dengan sigap Ron memberikan lova Nafas buatan ke mulut lova.
__ADS_1
Pak Rut dan Para pelayan yang melihatnya hanya berpaling ke samping untuk tidak melihat Ron Yang sedang mencium lova.
Lalu Ron menekan dada lova lagi. Dan itu berhasil menyadarkan lova, dengan terbatuk-batuk dan banyak air yang keluar dari mulutnya. Ron bernafas lega melihat lova sudah terasadar.