Marriage On Agreement

Marriage On Agreement
Rasanya lega sekali


__ADS_3

"Aku sangat puas tadi malam" ucap Ron dengan senyum devil diwajah tampan nya.


Apa.


Rona merah di wajah lova langsung terbit dan Ron melihat nya tambah semakin senang.


Itu memalukan sekali.


"Nanti malam persiapkan dirimu lagi!" Ron langsung berdiri dan melangkah meninggalkan lova yang masih berlutut dengan wajah merah padam.


Apa dia gila, berbicara hal memalukan seperti itu secara spontan.


Ron keluar dari kamar utama dengan wajah senyum semangat. Pak Rut dan Kriss yang melihat nya hanya bisa saling pandang karna tidak biasa nya Ron keluar dari kamar utama dengan wajah tersenyum.


Dia menggemaskan sekali, aku jadi senang mengerjai nya terus.


Ron turun tidak menggunakan lift tapi menggunakan tangga, pak Rut dan Kriss hanya menurut. Tingkah Ron pagi ini sangatlah aneh.


Seperti nya suasana hati tuan muda sedang bagus. Batin Kris dan pak Rut.


Lova berlari menyusul Ron. Ternyata dia baru tersadar dari lamunan nya.


Ron menoleh ke belakang tapi yang malah dia lihat adalah pak Rut dan Kris sungguh tidak sesuai harapan.


Kenapa dia lama sekali turunnya, apa jangan-jangan dia masih terlalu senang.


Ternyata Ron sengaja turun menggunakan tangga karna ingin menunggu lova turun bersama.


Tapi Ron kembali turun sambil tersenyum senyum.


Lova sudah berada di belakang pak Rut dan Ron mendengar lova berbicara maaf pada pak Rut dan Kris.


Ron berbalik dan benar ternyata itu lova.


"Kau lambat sekali" bentak Ron yang pura-pura, menyembunyikan ekspresi senang nya.


"Maafkan saya tuan" lova hanya menunduk.


"Hehh, sudah lah, cepat kesini!!" Setengah berteriak pada lova.

__ADS_1


"Baik, tuan muda" dengan cepat lova turun dan mendekati Ron. Mereka berdua berjalan sejajar layak nya seperti orang normal biasanya.


Apa yang sedang tuan rencana kan. Batin Kris yang mulai mencurigai sesuatu.


Sampai mereka di ruang makan dan duduk di meja makan. Pak Rut langsung memerintahkan pelayan menghidangkan makanan di meja makan besar tersebut.


Lova juga dengan siap menyiapkan sarapan untuk Ron. Saat lova hendak menyendok roti lapis untuk Ron. Tiba-tiba saja tangannya di cekal oleh Ron. Lova begitu terkejut bukan hanya lova tapi beberapa pelayan dan Kris


"Duduk dan makan lah disini mulai sekarang!" Titah Ron pada lova


Apa yang dia rencana kan.


"Ba-baik tuan muda" jawab lova dengan gugup, lalu lova langsung duduk di kursi meja makan dekat dengan Ron.


Sarapan pagi yang begitu hening seperti biasanya. Tiada yang berani membuka suara kecuali suara peralatan makan yang sedang di Operasi kan.


Lova begitu canggung, karna untuk yang ketiga kalinya dia duduk dan makan semeja dengan Ron.


Rasanya makanan ini hambar sekali.


Suasana yang mencekam yang lova rasakan, makanan yang terlihat enak tidak memiliki rasa di lidah milik lova.


"Makanlah yang banyak" ucap Ron pada lova.


Lova mendongak melihat kearah ron yang juga melihat kearahnya.


"Ahh, baik tuan muda, eeh maksud saya terima kasih."


"Fyuhh" Ron menahan tawa nya saat melihat lova sudah mengaktifkan mode menggemaskan nya.


Kriss, pak Rut, dan beberapa pelayan sangat terkejut mendengar Ron bereaksi seperti itu. Aneh


"Paman, perintah beberapa pelayan untuk membantu dia bersiap untuk nanti malam"


Apa!


Batin Kriss terkejut mendengar perintah Ron yang begitu spontan.


"Siapkan dirimu lagi untuk nanti malam, kau akan di bantu oleh beberapa pelayan" ucap Ron dengan nada sedikit lembut.

__ADS_1


Rona merah di wajah lova langsung aktif.


Menahan malu karna kalimat yang Ron ucapkan di pagi hari.


Kenapa dia merasa mudah sekali mengucapkan nya, dia pikir orang disini tidak mengerti apa.


Beberapa pelayan hanya bisa diam mendengarkan apa yang Ron perintah kan dan pak Rut juga mengerti apa yang Ron perintah kan.


"Apa wajahmu selalu berwarna merah secara tiba-tiba?"


"Hah" lova mendongak melihat Ron dengan begitu polos.


"Aaa, anu, ti-tidak tuan" jawabnya dengan gugup.


"Fyuhh"


Ron pun berdiri dan langsung melangkah pergi meninggalkan lova yang masih terduduk di meja makan dengan wajah yang merah merona karna tersipu malu.


Kris dan pak Rut juga pergi mengikuti Ron.


Lova yang baru tersadar sudah ditinggal kan juga langsung bergegas menyusul Ron untuk mengantar nya berangkat bekerja.


Sampai di depan rumah seperti biasa Ron langsung masuk ke dalam mobil nya untuk mengantar nya melakukan kegiatan bekerja nya.


Mobil yang Ron tumpangi sudah melaju untuk keluar dari pintu gerbang.


Huhh, rasanya lega sekali.


Lova menghela nafas panjang, pagi yang mencekam akan drama sudah berakhir. Sekarang saatnya dia juga harus melaksanakan aktivitas nya yaitu bekerja di toko Jahit kecil miliknya dan Lala.


Sudah beberapa hari dia tidak bekerja, rasanya dia juga sangat merindukan Lala dan mesin jahit nya. Lova bergegas melangkah kakinya keluar gerbang dan menunggu ojol yang sudah di pesan sedari tadi.


Menaiki ojol sudah menjadi kebiasaan lova.


Lova menghirup udara pagi yang segar dan menghembusnya perlahan. Demi merilekskan pikiran nya yang begitu serasa berat. Tubuhnya masih saja sedikit lemah tapi dia paksakan untuk selalu terlihat baik-baik saja.


Mari semangat lova, untuk masa depan yang cerah dan kebahagiaan yang akan datang.


Kau pasti bisa.

__ADS_1


Huhh segarnya.


Semoga keputusan mu sekarang adalah awal yang baik untuk dirimu kedepannya.


__ADS_2