Marriage On Agreement

Marriage On Agreement
Ulang tahun Rando


__ADS_3

Hari ulang tahun Rando. Lova yang sudah bersiap-siap pergi ke kampusnya Rando karna sedari tadi dia sudah membuat janji pada Rando untuk merayakan ulang tahun adik laki-lakinya itu.


Lova berangkat dari toko Jahit nya 30 menit sebelum janji.


Lova sudah terlihat cantik menggunakan dres selutut berwarna biru muda bermode tali kecil, dengan rambutnya dia kepang seperti ekor kuda, menampakkan leher jenjang nya yang putih bersih dan kaki jenjang nya menggunakan haels berwarna senada. Sekarang lova sudah Berani menunjukkan penampilan nya karna dia harus menjaga penampilan nya sebagai desainer. Supaya tidak ada netizen yang mudah menjatuhkan nya. Sejak memenangkan kompetisi lova jadi sering mendapatkan kontrak dan tawaran tawaran dari berbagai sumber untuk di ajak kerja sama.


Tentu saja lova tidak menolaknya. Dan mencoba mengsanggupi semuanya karna baginya semua ini adalah berkat dari Tuhan yang begitu besar.


Ternyata turun lova di taksi dia melihat Rando sudah menunggu nya didepan gerbang kampus. Rando menyambut lova dengan senyum yang merekah di bibirnya. Merasa senang sekali karna beberapa bulan ini dia hampir tidak pernah bertemu dengan Kaka kesayangan nya ini. Tentu saja lova memeluk adik laki-lakinya ini karna merasa sangat merindukan adik kecil nya ini.


Tanpa mereka sadari ada seseorang yang mengambil momen mereka saat itu dengan memotret nya.


"Huhh, adik ku ini sudah besar" lova melepas kan pelukan nya dan langsung berjinjit untuk mengacak rambut Rando. Karna Rando sangat tinggi membuat lova harus berjinjit.


"Haha, dan Kaka ku yang tambah cantik ini makin pendek saja" ucap Rando menggoda lova.


"Hussh, dulu kau itu sangat pendek dari ku, mengambil gelas saja tidak sampai" ucap lova cemberut sambil menyilang kan kedua tangannya didada


"Haha, ayolah kak, jangan cemberut begitu, kamu kan jadi jelek" Rando sambil mencolek pipi lova ya g terlihat menggemaskan


"Hnngg" lova masih mengaktifkan mode cemberut nya nan imut.


"Haha, Kaka makin imut saja" cubit Rando dengan gemas di pipi lova yang makin kelihatan tembem.


"Kaka masih ingin cemberut atau tidak mau merayakan ulang tahun ku" lirih Rando dengan nada dibuat sendu.


"Haiss anak ini, baiklah mari kita rayakan." Ucap lova sambil menggandeng Rando untuk berjalan.


"Nah, begitu kan Kaka jadi cantikk kalo tersenyum" Rando menggoda lova lagi.


"Iyaiya terimakasih" ucap lova mendongak menatap Rando.


"Kaka terlihat cantik berpakaian seperti ini" ucap Rendo.


Mereka berdua hanya berjalan kaki menuju restoran dekat kampus rando


"Kamu ini bisa saja" ucap lova bersemu malu.

__ADS_1


"Selamat ya kak atas penghargaan nya" ucap Rando sambil memegang erat tangan lova nya yang sedang menggandeng lengan kekar nya


"Iya adikku yang tampan." Lova dan Rando terkekeh bersama.


Setelah berjalan kaki, mereka berdua sampai di restoran yang lumayan ramai pengunjung, untung saja Rando sudah memesan 1 meja khusus untuk dirinya dan lova. Di pojok dekat jendela adalah tempat favorit lova dan Rando jika sedang mampir ke restoran itu.


Mereka berdua duduk berhadapan. Dengan lova sudah memesan 1 kue kecil dengan lilin satu. Mereka berdua mulai untuk merayakan ulang tahun Rando.


"Sekarang sebelum tiup lilin berdoa dulu" ucap lova tersenyum pada Rando


Rando pun mengangguk dan langsung berdoa.


Tidak begitu lama Rando berdoa dan selesai.


"Apa yang kau doakan?" Tanya lova kepo.


"Hmm, untuk orang yang aku cintai" ucap Rando menatap lekat lova.


"Kau sudah punya seseorang yang kau sukai?" Tanya lova lagi.


Lova yang melihat tangan Rando tiba-tiba mengelus tangan nya membuatnya langsung menarik tangan. Rando mengerti itu


"Baiklah, semoga kau bisa bersama orang yang kamu cintai" senyum lova dengan canggung.


"Sekarang tiup lilin mu" sambung lova.


Rando pun langsung meniup lilin nya


"Aku juga berharap begitu" lirih Rando yang masih terdengar oleh Rando


Rando sudah memotong kue nya dan akan menyuapi lova.


"Suapan pertama ku untuk Kaka ku tersayang" ucap Rando sambil mengarahkan sendok ke mulut lova dan Rando langsung mencium pipi kanan lova. Lova tentu saja tidak ada menolak karna bagi nya itu adalah hal biasa


"Sekarang giliran ku menyuapi mu" lova langsung menyuapi rando dan lova langsung mencium pipi Rando juga , Rando tersenyum bahagia.


Kau adalah orang yang aku cintai Kaka, setelah kau bercerai aku akan menikahi mu, aku tidak peduli kau Kaka ku karna kita berdua bukan saudara kandung. Aku telah menyiapkan mu kejutan Kaka ku tersayang. Batin Rando sambil menatap lekat lova.

__ADS_1


Rando sangat bahagia karna setiap hari ulang tahun nya lova selalu jadi orang pertama merayakan dan mengucapkan selamat padanya. Pengaruh lova di hati Rando begitu besar dia rela melawan orang tua kandung nya demi membela lova yang sering di tindas oleh keluarga nya. Tumbuh bersama membuat Rando memilik perasaan lain terhadap lova.


"Beberapa bulan lagi aku akan wisuda Kaka" ucap Rando sambil memegang tangan lova dan mengelusnya.


"Semoga kau bisa wisuda dengan nilai yang memuaskan." Ucap lova tersenyum pada adiknya


"Pasti, aku punya kejutan untuk mu nanti" ucap Rando. Yang membuat lova mengerutkan dahi nya.


"Tunggu lah Kaka ku yang comel" Rando langsung mengusap coklat yang berada dekat bibir lova dengan ibu jarinya.


Tanpa mereka sadari lagi 1 gambar telah di ambil dimoment itu.


"Kaka ini makan Sampai belepotan gitu" ucap Rando. Lova hanya menunduk malu, adiknya ini mengingat lova pada mantan kekasih nya.


"Aku punya hadiah untuk mu" ucap lova.


"Taaraaa" lova langsung memberikan kotak kecil berbentuk persegi kotak itu ke pada Rando


"Wahh apa ini" ucap Rando penuh antusias rasanya dia tidak sabaran.


"Bukalah" ucap lova


Dengan antusias Rando membuka kado yang di berikan lova.


"Selamat ulang tahun adikku tersayang" ucap lova. Yang membuat Rando begitu terharu.


Saat Rando melihat isi kado tersebut matanya berbinar melihat sapu tangan berwarna biru dengan sulaman tangan lova.


Rando Grivany ( ◜‿◝ )♡ (tulisan sulaman di sapu tangan)


"Kaka, ini sangat indah sekali, terima kasih Kaka, aku suka sekali" ucap Rando memegang sapu tangan itu


"Syukurlah kalo kau suka aku senang sekali" ucap lova.


Mereka berdua bercanda tawa sambil menikmati santapan mereka.


Tiba-tiba ada tiga orang gadis yang seumuran dengan Rando menghampiri mereka berdua.

__ADS_1


__ADS_2