Marriage On Agreement

Marriage On Agreement
Sebuah kecupan


__ADS_3

"heii, lova kau sedang melakukan apa?" Tanya Miya pada lova, dan itu membuat lova terkejut.


"Ehh, kamu mengejutkan ku saja" ucap lova mengusap dada nya.


"Hehe, maafkan aku"


"Aku sedang menyulam sapu tangan untuk adikku ya sebentar lagi ulang tahun" ucap lova.


"Oh begitu, wahh ini bagus sekali lova" puji Miya "kau berbakat sekali" sambung Miya dengan mata berbinar-binar saat melihat hasil sulaman sapu tangan lova.


"Kau ini bisa saja, terimakasih ya" ucap lova sambil tersenyum dan Miya juga ikut tersenyum.


"Lalu, yang ini untuk siapa?" Tanya Miya sambil menunjuk satu sulaman lova yang separuh nya belum jadi.


Lova terdiam dan sedikit kaget mendengar pertanyaan Miya.


"Aah ini.., ini untuk teman ku" jawab lova dengan kaku. Namun Miya tidak menaruh rasa curiga dari jawaban lova. Dia malah mengangguk mengerti.


Lova tidak ingin orang di rumah itu tau bahwa dia mempunyai kekasih. Walau dia istri nya Ron. Pernikahan mereka juga semua orang rumah itu tau bahwa pernikahan mereka berdua hanyalah pernikahan di atas kertas. Lova juga tidak lebih hanyalah seorang pelayan bagi Ron bukan seorang istri.


"Lova, ini cantik sekali" ucap Miya dengan mata berbinar-binar melihat hasil sulaman lova yang begitu cantik dan rapi.


Lova Hanya membalas dengan senyuman manis nya.


"Tolong ajari aku juga lova" tawar miya


"Baiklah, aku akan mengajari mu. Jadii begini.." lova memulai mengajari Miya menyulam salah satu sapu tangan. Sambil melemparkan canda tawa, lova sangat senang karna di rumah sebesar ini dia punya teman setulus Miya, jadi dia tidak merasakan kesepian di rumah yang bagaikan semak berduri ini.


"Kenapa ini susah sekali" keluh Miya.


"Semangat dong miya, kalau kau sudah mengerti pasti ini tidak akan susah." Jawab lova dengan sabar. Memang menyulam tidak semudah seperti yang kita ucapkan.


***

__ADS_1


Waktu sudah menunjukkan sore hari, lova sudah berada di kamar utama untuk melayani Ron. Seperti biasa tugas lova yaitu menyiapkan keperluan Ron.


Lova sudah berada di ruang ganti. Tiba-tiba dia terkejut saat melihat Ron masuk hanya dengan menggunakan handuk yang terlilit di pinggang nya dadanya yang terbuka sampai keperutnya menunjukkan roti sobek milik Ron yang begitu sickpak dan rambut yang masih basah.


Lova melihat nya dari atas sampai bawah dengan mata yang setia memandang Ron yang sedang berdiri di depannya.


Lova menelan Saliva nya.


"Sudah puas melihat nya?" Ucap Ron dengan senyum nakalnya melihat lova yang hanya kaku.


"Ma-maaf kan saya tuan" ucap lova sangat gugup


Namun Ron hanya mengacuhkan ucapan lova lalu


berjalan mendekati lova dan itu membuat jantung lova semakin berdebar-debar. Dengan sigap lova menundukkan kepalanya.


Ya Tuhan pemandangan apa itu tadi, begitu hampir sempurna. Batin lova.


Ron mengambil handuk kecil, dan melamparnya tiba-tiba ke wajah lova. Lova sangat terkejut dengan sigap juga dia mengambilkan handuj tersebut dan menyingkirkan nya dari wajahnya yang cantik.


Lova mengikuti Ron dari belakang dan tiba-tiba saja Ron menoleh kebelakang dengan mendadak dan lova menabrak dada bidang milik Ron.


"Aduh" ringis lova sambil memegang pangkal hidungnya yang telah menabrak dada bidang milik Ron, dada yang keras dan kekar


"Tuan kenapa anda tiba-tiba berbalik sih" ucap lova dengan wajah cemberut.


Ron yang melihat wajah cemberut lova yang sangat menggemaskan baginya. Dengan segera juga Ron merubah ekspresi nya menjadi datar seperti biasa.


"Hem, kau berani" ucap Ron dengan dingin. Lova membelakan matanya. Dia benar-benar tidak sadar sudah mengeluh pada siapa.


Aduh lova, kenapa kau begitu bodoh sekali. Batin lova.


"Ti-tidak tuan muda, saya tidak berani" ucap lova dengan menundukkan kepalanya "ma-maaf kan saya" sambung nya lagi.

__ADS_1


"Ha-ha-ha". Tawa ron, dan lova memandang Ron dengan sangat heran. Lova menaikkan sebelah alisnya.


Aneh gumam lova melihat Ron yang tiba-tiba tertawa.


Ron melangkah mendekati lova dan lova berjalan mundur dan..


Bruk.


Punggung lova terbentur pintu lemari pakaian yang besar itu. Langkah Ron pun terhenti di depan lova, Ron menundukkan kepalanya sedikit untuk melihat wajah lova dan tangan kanannya dia tempelkan di pintu lemari belakang lova guna untuk memapah tubuhnya supaya lebih sedikit berjarak pada lova. Namun lova hanya menunduk kan kepalanya.


Apa yang akan dia lakukan.


Batin lova sudah mulai panik dan degup jantung nya juga sudah terpacu sangat cepat.


Ron menaikan dagu lova dengan telunjuk jari nya untuk melihat wajah lova dengan seksama, hidung yang mancung, bola mata yang berwarna hitam pekat dengan bulu mata yang lentik, alis yang rapi alami, Dan bibir mungil yang berwarna merah muda alami. Ron memandangi nya dengan sangat intens.


Cantiknya. Batin Ron dalam hati.


Lova sangat gugup sekali karna pandangan mereka bertemu, apalagi jarak tubuh mereka berdua sangat dekat. degup jantung lova semakin cepat dan mungkin akan keluar. Namun lova tidak berani melakukan apa-apa bahkan melawan untuk mendorong Ron juga tidak berani, hingga pada akhirnya nya dan..


Cup.


Satu kecupan dari bibir Ron menyatu di bibir mungil lova. Lova membelakkan matanya, dia tidak percaya bahwa Ron mencium bibir nya Secara tiba-tiba.


"Itu hadiah untuk mu" ucap ron dengan senyum puas nya.


Apa? Batin lova


lova tidak berani mengeluh atau pun protes, bahkan untuk melawan juga tidak memiliki keberanian.


Ron melangkah pergi meninggalkan lova yang masih termenung kaku karna habis di cium olehnya, dengan tersenyum puas, Ron merasa dirinya seperti di beri nutrisi yang dibutuhkan nya hingga.


Perasaan apa ini. Batin Ron.

__ADS_1


Ron sambil memegang dadanya yang sedikit gugup karna baru saja mencium lova.


Ron merasa sangat senang. Berbeda dengan lova dia malah dibumbui rasa bersalah dan kesedihan.


__ADS_2