
Hari mulai sore dan jam pulang Ron sudah akan tiba. Lova membawa Lala dan anak-anak karyawan memesan makanan untuk mereka bawa pulang kerumah untuk makan malam.
Lova pun membagi begitu banyak bungkusan makanan pada mereka. Dengan maksud itu akan mereka makan bersama keluarga mereka dirumah.
Lova mengantarkan mereka 1 persatu kerumah mereka masing-masing. Ucapan terimakasih tidak terlewatkan dari anak-anak karyawan nya. Dan sisa Lala yang terakhir di antar.
Lala keluar dari mobil.
"Lova makasih ya, dan kamu berhutang penjelasan padaku"
"Maka sudah aku jelaskan kau dapat berkat tadi pagi"
Lova tersenyum nakal pada lala dan membuat lala sangat kesal dengan jawaban lova.
"Kamu!"
Belum habis Lala berbicara sudah terpotong eh lova.
"Sudah sana, pergi tidur, aku pulang dulu ya"
"Baiklah hati-hati"
Lala melambai pada lova.
Dia benar-benar ingin tahu apa yang terjadi pada lova. Namun lova benar benar tidak ingin memberi tahunya. Lova selalu menutup rahasia dari Lala. Bukan berarti lova tidak percaya pada Lala. Namun karna lova tidak ingin merepotkan Lala karna masalah pribadinya.
Lova pun sampai dirumah. Dia cepat bergegas ke kamar dan mandi. Dia harus cepat karna dia sudah dapat pesan singkat dari pak Rut bahwa Ron akan segera tiba dirumah.
Selesai lova mandi dia hanya menggunakan jubah mandi, dia membuka lemari nya. Yang penuh dengan baju-baju bagus. Sejak lova tiba dirumah ini dia tidak berani menyentuh baju tersebut apalagi memakai nya.
Namun karna perkataan Ron tadi pagi padanya dia paksa tidak paksa dia harus memakainya.
Lova mengambil piyama. Dan ternyata baju-baju di lemari tersebut semuanya sesuai ukuran badannya.
"Ukurannya ko bisa pas semua di badan ku, ah mungkin ini hanya kebetulan sama"
Lova memang sedikit heran. Namun dia tidak akan terpikirkan gara-gara masalah ini.
Selanjutnya lova membuka laci di lemarinya, dan Ternyata isinya aksesoris perhiasan dan jam tangan.
Lova sangat terkejut bahwa di laci yang tidak pernah ada niat untuk dia buka itu ternyata isinya benda-benda yang begitu mewah dan mahal.
"Ini, bagus sekali tapi aku tidak boleh menyentuh nya karna ini tidak pantas aku gunakan atau mungkin ini disiapkan untuk nyonyo sesungguhnya dirumah ini."
Ketukan pintu terdengar ternyata itu pak Rut memanggil lova untuk turun menyambut Ron pulang.
__ADS_1
"Baik pak saya akan segera turun"
Lova merapikan bajunya dan bergegas turun ke bawah.
Pulang harus disambut, emang tidak bisa langsung masuk aja gitu. merepotkan sekali
Lova benar-benar kesal karna harus setiap hari menyambut Ron pulang.
Selesai menyambut Ron pulang. Ron langsung masuk ke lift untuk naik ke atas.
Lova hanya bisa mengikuti Ron menggunakan tangga.
Huhh capek sekali, aku kan juga mau naik lift
Lova menangis dalam hati karna hari ini begitu melelahkan baginya.
Ron dan lova masuk ke kamar, lova berlutut melepaskan sepatu Ron.
Di ruang ganti lova menyiapkan baju untuk Ron. Tiba-tiba Ron masuk dan melemparkan jasnya ke muka lova.
Sudah kebiasaan Ron berbuat seperti itu.
"Aku mau mandi"
Ron pun pergi ke kamar mandi.
Lova keluar dari ruang ganti dan duduk di sofa merilekskan dirinya. Rasanya kakinya begitu pegal. Karna berkeliling mall seharian.
Tidak lama kemudian Ron berteriak.
"Heiii kau!" Dengan nada yang tinggi dan keras
Lova terkejut dan langsung berlari menuju kamar mandi.
"Ada apa tuan muda, ada yang perlu saya bantu"
Lova terkejut melihat Ron telanjang dada dan hanya menggunakan handuk di pinggangnya.
Namun lova segera mungkin memalingkan pandangannya ke arah lain.
"Apa kau tidak bisa bekerja, kenapa air di software dan bak mandi ini begitu panas" setengah berteriak.
"Maafkan saya tuanmuda" lova mencelupkan tangan nya ke bak mandi untuk merasakan suhu airnya. Dan ternyata suhunya hangat bukan panas
"Tuanmuda suhu airnya hangat tidak panas"
__ADS_1
Lova hanya menunduk kepala.
"Sudah ku bilang panas ya panas" dengan nada berteriak.
"Maafkan saya tuanmuda tapi kan ini hangat tidak panas dan ini sudah saya atur seperti biasanya" lova mencoba menjelaskan bahwa yang ia rasa memang hangat tidak panas.
"Apa kau begitu tidak percaya"
Dengan tatapan dingin Ron memandang lova yang hanya tertunduk.
"Bukan begitu maksud saya tuanmuda" nada suara lova sedikit gemetar.
Haduh bagaimana ini. Aku seharusnya tidak usah membantah tadi. Tapi kan emang benar suhu yang ku rasa memang hangat.
Ron mengambil software dan langsung menyalakan dengan mengarah ke tubuh lova.
"Apa yang kau rasa hangat, biar kau rasa bahwa ini panas" setengah berteriak.
Lova terkejut, dan merasa air di software sangat panas.
"Ahhhh, maafkan saya tuan muda, benar kata anda ini benar panas"
Lova meringis kesakitan karna air yang dia rasa memang panas. namun Ron tidak menghentikan air yang mengalir dari software
Lova akhirnya berlutut didepan Ron. Dan akhirnya Ron menghentikan air dari software.
Ron terkejut melihat paras tubuh lova yang begitu indah seluruh air membasahi baju lova dan membuat piayama yang lova gunakan tembus pandang.
Ron sempat menelan ludahnya melihat paras lekuk tubuh lova yang begitu menggoda.
"Maafkan saya tuan muda"
Lova hanya tertunduk dan menangis
"Ganti airnya dengan air dingin" Ron pun pergi meninggalkan lova yang masih tertunduk.
Ingat tekan like guys, harus tulis KOMENTAR kalian di bawah kolom komentar ya.
Dan
Bantu dukung Instagram Vevem ya teman-teman
Follow Ig : @nvmlesttt
Kalo ada yang mau DM dan curhat Vevem layanin deh hihi
__ADS_1