Marriage On Agreement

Marriage On Agreement
Awalan Yopa dan Lala


__ADS_3

Persiapan penampilan sudah selesai, namun kekawatiran Lala masih belum selesai. Wajah pucat Lala membuat dirinya terlihat tidak baik-baik saja. Perasaan gugup nya bercampur dengan rasa kawatir. Sesekali Lova melihat raut wajah Sabahat nya itu hanya bisa menggeleng kan kepala.


Beberapa kali kalimat yang keluar dari mulut lova untuk membantu menenangkan kekawatiran Lala. Namun senyum canggung yang di balas Lala.


Memang ya kalo gugup tentang perasaan sangat berpengaruh sakali dengan emosi sifat.


"Lova? Menurut mu penampilan ku ada yang kurang tidak?" Lala menoleh pada lova yang sedang memperhatikan jalanan dari jendela mobil.


Lamunan lova terbuyar karna pertanyaan Lala. Beberapakali Lala bertanya dengan kalimat yang sama, seperti tidak puas dengan jawaban yang akan lova berikan.


"Ohhastaga lala, sudah beberapakali kau bertanya kalimat yang sama padaku, jelas saja kau sudah perfect." Dengan senyuman secerah mentari lova mencoba menyakini Lala.


Lala tersenyum canggung. Rasanya jawaban lova masih terdengar belum membuat Lala puas.


"Ah iya kau benar lova" senyuman manis penuh paksaan Lala.


Lova menoleh pada sahabatnya itu. Cantik dan manis yang ada dipikiran lova saat melihat sahabatnya itu.


30menit perjelanan mereka untuk sampai ke kedai dekat universitas mereka dulu. Perbincangan Lala dan lova di mobil berlangsung sangat antusias karna lova ingin membuat Lala melupakan ke gugupan nya dengan berbincang hal yang menarik.


Tentu saja itu berhasil mengalihkan kekawatiran Lala. Lova senang melihat sahabatnya ini begitu antusias untuk menyatakan perasaannya pada yopa yang sejak lama sudah dipendam. Lova sangat tahu betul sahabat nya itu.


Lova juga berharap yopa bisa menerima Lala dan tidak membuat harapan Lala rapuh.

__ADS_1


Mereka berdua sudah turun dari taksi. Dan hendak masuk ke kedai. Terlihat yopa sudah duduk di pojok dekat jendela, tempat mereka sering berkumpul jika habis pulang dari kampus. Yopa melambaikan tangannya pada Lala dan lova.


Rona merah di wajah Lala langsung aktif karna melihat lambaian antusias dari yopa yang Lala sukai. Lova menoleh melihat sahabatnya itu yang hanya menunduk menyembunyikan rona wajahnya.


"Heii ayo, berhentilah salah tingkah" lova menyenggol lengan Lala. Dan sontak saja Lala menoleh pada lova dan membalas dengan anggukan.


Mereka berdua berjalan menuju tempat dimana yopa sedang duduk menunggu.


Lala hanya menundukkan kepalanya. Mereka bertiga sudah duduk.


Pandangan yopa tertuju pada lova. Lala melihat itu, perasaan kecewa bergemuruh di hati Lala. Dia berharap pandangan itu hanya untuknya. Namun Lala tidak akan menyerah, dia akan berusaha membuat pandangan itu beralih hanya untuknya.


"Hmm, Lala, yopa? Kita pesan menu yang sama saja ya?" Lova menatap Lala dan yopa secara bergantian dan dengan balasan anggukan yang di berikan mereka berdua.


Senyum miring terukir di bibir manis lala.


Lova terus memandangi pintu masuk kedai itu seperti sedang berharap orang yang dia tunggu lewat pintu ke masuk kedai itu.


"Kamu juga hari sangat cantik Lala" senyuman manis penuh terukir di bibir yopa.


Deg


Sontak saja itu membuat Lala terbelak, pujian yang diharapkan nya muncul seperti nomor undian beruntung. Rona merah di wajah Lala langsung aktif. Dia hanya menundukkan kepalanya untuk menyembunyikan rona merah di wajah nya.

__ADS_1


"Ahh, benarkah, lova yang membantu ku berpenampilan" dengan senyum manis lala membalas pujian dari sang pujaan hati.


Sedangkan lova hanya mencerna perbincangan mereka berdua tanpa perlu merespon, karna dia masih setia menatap pintu masuk kedai itu.


memandang pintu masuk kedai itu menjadi kesukaan lova sejak kuliah. Karna jelas dia senang menunggu kekasihnya.


Makan siang pun berlangsung dengan menyenangkan, tidak ada canggung lagi di antara mereka bertiga. Namun lova merasa dirinya seperti sebuah penonton saja. Karna beberapa kali Lala dan yopa melempar canda dan tawa kenyamanan antara satu sama lain.


Hal itu membuat lova sangat bahagia, mungkin yang terbaik untuk yopa adalah Lala. Karna lova tidak ingin memberi harapan pada yopa. Berhenti adalah keputusan terbaik sebelum terlanjur terlalu jauh dan membuat sakit yang teramat parah.


Lova akan berusaha membantu Lala untuk mendapatkan hati yopa. Misi lova harus berhasil dan membuat kedua sahabatnya ini bersatu dengan cinta.


Senyum bahagia mengembang di bibir lova melihat ekspresi bahagia Lala yang begitu antusias membuat yopa nyaman dengan topik pembicaraan yang dia berikan. Yopa juga begitu antusias merespon Lala. Mundahan saja dengan begini yopa bisa cepat nyaman dan membalas perasaan Lala yang sudah menunggu untuk di sambut yopa.


"Eh, aku ketoilet sebentar ya" anggukan yang yopa dan Lala responkan.


Aku harus memberikan mereka ruang untuk berkalbu rasa. Gumam lova dalam hati dengan senyum nakalnya.


Ingat tekan like guys, harus tulis KOMENTAR kalian di bawah kolom komentar ya.


Dan


Bantu dukung Instagram Vevem ya teman-teman

__ADS_1


Follow Ig : @nvmlesttt


__ADS_2