Marriage On Agreement

Marriage On Agreement
Memperjelas Posisi


__ADS_3

Dipagi hari yang gerimis tepat jam 4 pagi


Lova sudah bangun dan dia melihat Ron yang masih tertidur pulas dikasurnya.


Lova membuka sedikit tirai yang menutupi jendela kaca besar itu karna kasur lova sangat dekat dengan jendela, lova melihat pemandangan belakang rumah dari jendela tersebut, dia melihat taman bunga yang bermekaran cantik karna hujan gerimis yang membasahi bunga tersebut. Dia ingin sekali pergi ke taman itu tapi dia akan menutup niatnya karna dia dilarang kesana.


Bunganya mekar semua, cantik sekali andai aku diizinkan kesana mungkin akan ku petik bunga itu, huhhh tapi aku pasti tidak akan pernah di izinkan kesana. Sudahlah mungkin kita tidak berjodoh bunga yang cantik.


Lova bangun dari tempat tidurnya dan langsung ke kamar mandi untuk mandi.


Selesai sudah lova mandi dia masuk keruang ganti dia membuka lemari pakaian.


Bajunya bagus-bagus sekali, huuuhh mungkin aku tidak akan lama bisa menikmati memakai baju ini. Tapi untuk sekarang aku akan memakai semuanya.


Lova memilih dres santai berwarna pastel dan ukuran nya pas sekali di badan lova dan kesan dres itu membuat lova menjadi tambah cantik dan anggun. Seperti nya itu memang dibuat khusus sesuai ukuran badan lova.


Bajunya bagus sekali, dilaci ini juga ada perhiasan, sudahlah aku tidak pantas menggunakan itu, mungkin ini disediakan untuk nyonya asli dirumah ini bukan aku yang hanya seorang pelayan.


Lova kembali menutup laci tersebut. Dia langsung pergi ke lemari Ron untuk menyiapkan baju kerja Ron.


Selesai sudah dia menyiapkan baju Ron.


Seperti nya dia belum bangun, aku akan pergi ke dapur dan sarapan.


Lova pergi kedapur, dan ternyata didapur dia bertemu dengan ibu mertuanya. Ibu mertuanya nya menoleh padanya dengan tatapan dingin.


"Selamat pagi nyonya ma"


Ibunya Ron memberikan raut wajah tidak senang pada lova yang menyapa nya.


"Jangan panggil aku ma, panggil aku nyonya besar." Dengan tatapan dingin ibunya Ron menatap lova.


Lova gemetar mendengar peringatan ibu Ron padanya.

__ADS_1


"Maafkan saya nyonya besar"lova


Dengan menunduk kepalanya.


"Dan asal kamu tahu 1 hal, kamu dirumah ini tidak di anggap, jadi kamu harus tahu diri bahwa kamu tidak lebih hanya seorang pelayan. Ohh iya 1 lagi, kamu harus melakukan pekerjaan pelayan seperti mereka karna makan dan tidur disini tidak gratis"


Dengan tatapan penuh ancaman ibunya Ron menatap lova.


Lova hanya menundukkan kepalanya dia tidak berani menjawab karna itu benar adanya. Dia hanya perlu menurut sampai dia pergi dari rumah ini.


Hampir semua pelayan dirumah itu melihat lova di beri peringatan oleh ibu Ron, banyak pelayan tidak menyukai nya karna dia bebas keluar masuk kamar Ron.


"Baik nyonya besar saya mengerti" lova hanya menunduk kan kepalanya dan mengepal tangan nya meremas baju dipaha nya, dia benar-benar tidak punya keberanian menjawab ataupun membela diri.


"Pak Rut?" Dengan cepat Rut menghampiri ibu nya Ron.


"Iya nyonya besar ada yang bisa saya bantu"


"Tolong kau awasi pelayan ini jangan sampai dia berulah" sudah menyelesaikan perintah nya pada pak Rut ibunya Ron langsung pergi meninggalkan tempat itu.


"Apa yang kalian lihat ayo kembali bekerja" teriak pak Rut dan dia langsung pergi.


Sedangkan lova hanya terdiam ditempatnya berdiri. Miya pun menghampiri dia.


"Lova kamu tidak apa-apa kan"


Lova pun tersadar dalam diamnya dan langsung menoleh pada miya.


"Aaahh tidak apa-apa ayok kita kedapur" lova langsung mengajak Miya kedapur.


"Miya aku mau sarapan, kalian para pelayan sudah makan kan"


"Iya kami sudah makan, sebentar aku ambilkan untukmu ya"

__ADS_1


Lova tersenyum pada miya.


Tidak lama miya membawa 1 porsi sarapan di piring. Dia memberikan nya pada lova. Dengan cepat lova mengambil nya. Dia langsung menyantap sarapannya dengan cepat.


"Terimakasih ya Miya, maaf sudah merepotkan mu, ahh iya aku perlu mengerjakan apa hari ini"


"Lovaa, sebenarnya kamu tidak perlu seperti ini, kamu kan istri sah tuan muda"


"Miya, kamu tidak dengar apa kata nyonya besar bahwa aku tidak lebih hanya seorang pelayan"


Miya menghela nafasnya, dia benar-benar merasa kasian dengan lova yang tidak diakui ibu mertuanya dan suaminya juga tidak pernah memperlakukan nya dengan baik.


"Sudahlah kamu jangan memprihatinkan ku, aku bahagia dengan cara ku sendiri, dan nanti aku juga tidak akan lama lagi pergi dari rumah ini".


Miya mendesah lagi.


"Huuuhhh, iya nanti kamu jangan lupa aku ya"


"Iya kamu tenang saja aku akan selalu mengingat mu, ayok kita kerjakan pekerjaan kita"


Miya tersenyum melihat lova yang begitu ceria dan setegar karang. Mereka berdua pergi ke belakang untuk membantu mencuci piring.


Selesai sudah mencuci piring, lova langsung pergi ke kamar. Dia melihat Ron yang sudah bangun dan sedang berada di kamar mandi.


Lova pergi keruang ganti untuk menyiapkan pakaian santai untuk Ron, karna hari ini akhir pekan.


Keluar lova dari ruang sepatu ternyata Ron sudah duduk di sofa dengan menggunakan jubah mandi sambil melihat iPad .


Ingat tekan like guys, harus tulis KOMENTAR kalian di bawah kolom komentar ya.


Dan


Bantu dukung Instagram Vevem ya teman-teman

__ADS_1


Follow Ig : @nvmlesttt


Kalo ada yang mau DM dan curhat Vevem layanin deh hihi


__ADS_2