
Ron duduk dan menikmati teh hijau buatan lova, Daniel menghampiri Ron dan ikut duduk bersama Ron, terlihat Ron sangat menikmati teh hijau tersebut. sesekali Daniel melihat ron suka menghirup aroma teh herbal itu.
"Setahu ku, kau sangat menyukai Kopi dari teh, apalagi berbau herbal kau sangat anti sekali" ucap Daniel
Ron hanya tersenyum sambil meletakkan gelas yang berisi kan teh tersebut
"tapi sekarang kau sudah beralih menyukai hal sehat, kau sangat ter urus dari sebelum nya" ucap Daniel
Ron mengerutkan keningnya melihat Daniel. menandakan Ron sangat kebingungan.
"Ron, jika kau sudah menyukai nya, itu bukan masalah jantung mu yang bermasalah, tapi..." Daniel tidak melanjutkan kalimatnya karna Ron memotong pembicaraan
"Berhenti lah berbicara omong kosong, dia hanya pelayan ku dirumah ini" Ron menegaskan pada Daniel.
"hahaaa, astaga teman ku satu ini sangat sulit menerima kenyataan.."
"ku peringati kau berhati hatilah dia sangat rapuh seperti pasir!" Ron sudah mulai paham arah pembicaraan Daniel.
"bisa saja kau beruntung bisa menggenggam pasir itu sangat lama dan bisa saja kau tidak Beruntung karna tidak bisa menggenggam pasir tersebut sesuai keinginan mu dan..."
__ADS_1
"bom! pasir itu menghilang dari genggaman mu" Ron menatap Daniel dengan tajam, karna kata kata Daniel membuat nya sensitif.
"jadi jangan buat dirimu menyesali nya nanti kawan" ucap Daniel sambil menepuk pundak Ron.
Bahkan jika dia punya kesempatan untuk pergi aku akan mematahkan kaki nya. batin Ron
Daniel hanya tersenyum melihat teman nya yang sedang berpikir keras, mencerna apa yang dia bilang tadi.
"Lalu aku harus bagaimana?" tanya Ron pada Daniel
Daniel terkejut akan pertanyaan tak terduga dari teman nya ini.
"hmm, perlakukan dia dengan lembut, itu kunci kenyamanan seorang wanita agar betah disisimu" ucap Daniel
"Astaga teman ku ini,. benar benar payah"
"apa kau bilang?" Ron emosi " heii kau itu payah, membentak nya dengan nada tinggi tadi apakah perilaku lembut hah?" ucap Daniel yang juga emosi
"Itu karna aku melindungi nya supaya kalian tidak tertarik pada nya" ucap Ron dengan pelan
__ADS_1
"Aduh, kau ternyata cemburu?" Daniel mulai meledeki Ron, membuat wajah Ron merah merona karna malu.
"Cihh, kau mau ku bunuh hah" ucap Ron pada Daniel.
"Sudahlah kau benar-benar tidak berguna " ucap Ron dan berlalu pergi.
"Dasar tidak berperasaan " ucap Daniel
kemudian mereka melanjutkan latihan menembak.
Ron terpikir apa yang dikatakan Daniel, tapi dia juga bingung akan perasaan nya pada lova, dia juga merasa sekarang sering merasa rindu pada lova. tapi tetap saja dia masih bingung dengan perasaannya yang sebenarnya
apakah aku sudah jatuh cinta pada nya. batin Ron
ya benar Ron sudah jatuh cinta pada lova, semoga saja Ron cepat menyadari nya.
Cihhh kenapa aku harus peduli pada nya, tapi apakah aku sudah berlebihan tadi. batin Ron
Mundahan saja Ron sudah mulai mengerti bagaimana kenyamanan lova, di part ini perasaan Ron akan terlihat lebih jelas, bagaimana konflik yang akan datang nanti akan menentukan seberapa kuat cinta Ron pada lova.
__ADS_1
Ron keluar dari ruang latihan dan pergi untuk menghampiri lova dibawah, sampai panggilan Telpon Ron abaikan
Happy Readers(◍•ᴗ•◍)❤