
"pijitin kakiku!!" ucap Ron dengan memerintahkan lova.
Lova terkejut lagi karna ron memerintahkan dia yang aneh lagi menurut nya.
Apa? Batin lova protes
Lova menoleh kebelakang melihat Ron.
"Tidak mau?" Ucap Ron penuh penekanan
"Ti-tidak tuan, saya hanya ingin izin mengantarkan nampan ini ke dapur dulu baru sa-saya kembali untuk me-memijit anda" jawab lova dengan terbata dan gugup.
Ron menyeringai.
"Baiklah" jawab Ron dengan seringai di wajahnya.
Lova mengangguk dan langsung berjalan keluar.
"Apa-apaan dia, masa menyuruh ku memijitkan dia, padahalkan dia tidak suka di sentuh-sentuh." Ucap lova berbicara sendiri dengan kesal
"Dia kan banyak uang, kenapa tidak sewa pemijit prefisional saja, malah menyuruh aku" sambung lova lagi dengan kesal. Kris yang mendengar lova berbicara sendiri dengan kesal hanya menggeleng kan kepala.
Wanita aneh. batin Kris.
Saking kesalnya lova sampai tidak melihat Kris yang dia lewati. Sampai di dapur dia meletakkan nampan berisi alat makan dengan kasar sampai terdengar bunyi.
Brak
Untung didapur tidak ada orang, jadi tidak ada yang melihat sifat konyol lova yang sedang kesal. Lova langsung bergegas menuju kamar utama, kalo dia tidak cepat dia pasti akan dimarahi Ron karna terlalu lama.
__ADS_1
Lova duduk di tepi kasur, Ron langsung mengangkat kakinya dan meletakkan ke paha lova. Lova begitu terkejut melihat tingkah seenaknya Ron.
Dasar tuan muda yang seenaknya. batin lova yang begitu ingin protes pada Ron.
Lova langsung memijitkan betis Ron.
Dengan perlahan lova memijiti Ron supaya Ron tidak merasa kesakitan jika dia memijit dengan penuh penekanan.
"Kenapa pelan sekali, ini malah tidak terasa" protes Ron.
"Maaf tuan"
"Lebih kuat! Kau terlihat tidak pernah di beri makan saja" Titah Ron.
"Ba-baik tuan"
Ron tersenyum tipis, dia senang sekali menjahili lova
"Ma-maaf kan saya tuan ,saya akan melakukan nya dengan benar" lova dengan nada yang memohon
"Sudah cepat lakukan" Ron begitu menikmati pijitan lova. Lova benar-benar pandai memijit. Sebenarnya tadi hanya akal-akalan Ron saja dia sengaja menjahili lova. Karna baginya itu kesenangan tersendiri melihat nada memohon lova dan begitu lebih penurut padanya.
Dia sangat menyukai lova yang begitu penurut seperti seekor kucing yang polos. Apalagi melihat ekspresi lova yang begitu menggemaskan. Membuat Ron jadi merasa candu menggoda lova.
Ron tidak henti-hentinya tersenyum sambil melihat lova yang sangat fokus memijit nya.
Kris yang sempat mengintip Ron dan lova yang lagi main-main pijit-pijitan hanya menggelengkan kepalanya apalagi saat dia melihat ekspresi Ron yang tersenyum sambil melihat lova.
Seperti nya tuan akan menjalani hari yang baik. batin Kris yang melangkah pergi dari depan pintu kamar utama.
__ADS_1
Lova tidak berani menatap Ron. Padahal Ron dari tadi tersenyum menatap nya.
Aku tidak pernah menyuruh orang semberangan untuk menyentuhku, tetapi aku sangat senang dan ingin dia selalu menyentuhku, rasanya senang sekali menjahili nya dan melihat ekspresinya yang menggemaskan. Apalagi melihat dia penurut seperti seekor kucing kecil dan mata itu selalu membuatku lemah, begitu indah untuk selalu di pandangi. Batin ron
Seperti nya Ron sudah memiliki perasaan pada lova. Namun ron masih belum menyadarinya.
Aduh melelahkan sekali, dia benar-benar menyiksaku hiks hiks. Lihat saja ya nanti kalo aku sudah kaya raya aku bakal mengalahkan kekayaan mu, tuan muda sialan, jahad, bodoh, jelek, sok keren, sok dingin. Batin lova yang sedang marah.
"Kau mengutuk ku" tanya Ron pada Lova
Lova membelakkan matanya
Bagaimana dia tau, atau dia bisa mendengar aku berbicara pada batin ku sendiri. Batin lova yang sudah gugup
"Hehe, ma-mana sa-saya berani tuan" jawab lova dengan gugup.
"Lalu kenapa kau memijitku dengan kasar, meremas-remas betis ku seperti kau ingin menghancurkan nya, dan ekspresi mu melototi betis ku tadi" tanya Ron dengan nada intimidasi
Apa! Dia hanya mengira karena ekspresi dan tingkahku, ohh lova bodoh kau.
"Ti-tidak tuan, saya hanya memberikan pijatan khusus buat anda, bukannya maksud saya memijit anda dengan kasar" nada lova sedikit gemetar karna gugup.
Ron tersenyum tipis "oh benarkah, kalau begitu lakukan" jawab Ron Dengan senang
"Ba-baik tuan" lova begitu ketakutan dan gugup, sampai dia tidak menyadari bahwa Ron sangat senang melihat kebodohan nya.
Sudah selesai drama pijit-pijitan mereka berdua. Lova keluar dari kamar utama itu meninggal kan Ron yang sudah terlelap. Dia turun kebawah langsung melangkah ke belakang. Dia melihat Maya yang begitu kesusahan mengangkat barang. Dia pun membantu Maya. Dengan hari ini dia tidak bekerja ke kios jahitnya. Karna Ron yang sakit tidak memungkinkan dia meninggalkan kewajiban sebagai istri eh sebagai pelayan tepatnya.
Jadi untuk hari ini dia akan membantu membersihkan rumah seperti pelayan.
__ADS_1
Karna ibu mertua nya sendiri yang memerintah kan nya hidup dirumah ini tidaklah gratis walau sebenarnya dia nyonya sah dirumah ini pelayan sementara maksudnya.
Lova juga tidak terlalu mengharap kan lebih, setelah selesai tugas nya disini dan dicerai. Pasti lah dia akan di tendang dari rumah ini. Jadi untuk memberikan kesan sebelum waktunya dia pergi nanti dia akan berperan sebaik mungkin seperti yang tertera di surat perjanjian yang ia tanda tangani dan Ron.