
Dipagi yang cerah lova dan Ron sudah siap untuk turun kebawah dan sarapan pagi.
Seperti biasa lova mengerjakan tugas yang harus dia laku sebagai istrinya Ron.
Lova sedang memasangkan dasi untuk Ron.
Ron menatap lova dengan dingin.
"Kenapa kamu jelek dan kampungan sekali, baju apa yang kamu gunakan?"
Lova tertegun dalam hatinya mendengar penghinaan Ron.
Di memang tidak berani menggunakan baju yang telah di sediakan di lemarinya. Karna dia merasa sangat tidak pantas
"Maafkan saya tuan muda, saya hanya sangat menyukai penampilan saya seperti ini"
Lova sudah selesai dengan dasinya
Ron mengerutkan dahinya sambil menatap lova yang hanya menunduk kepala sambil menjawab pertanyaan Ron.
"Apa kau ingin mempermalukan ku dengan penampilan mu seperti ini! Gunakan kartu yang aku berikan untuk ubah penampilan mu"
Lova hanya menunduk dan mengepal jemari tangannya.
"Tapi tuan muda saya..."
Belum habis lova bicara sudah terpotong oleh Ron yang mendahului nya berbicara.
"Aku tidak ingin mendengar kata tapi atau bantahan mu, kamu sudah tau aku tidak menyukai orang yang membantah aturan ku!"
Lova hanya menunduk dan diam sejenak untuk mencerna perkataan Ron .
Dia sedang memperingati mu lova, bahwa dia rajanya dan kamu bawahannya.
"Gunakan kartu yang aku beri sebanyak 20 kali sebulan, jika kau tidak menggunakan nya aku akan menghukum mu."
__ADS_1
Lova hanya menundukan kepala.
"Baik tuan muda"
Ron pun melangkah pergi meninggalkan lova yang masih terdiam.
Tidak lama kemudian lova pun tersadar bahwa Ron sudah tidak ada di depannya. Dia pun bergegas pergi mengejar Ron yang sudah turun menggunakan lift dan diikuti pak Rut.
Lova berlari turun menggunakan tangga.
Lova sudah diperingatkan oleh pak Rut bahwa dia tidak boleh menggunakan lift. Karna lova tidak lebih hanya seseorang pelayan dirumah itu yang sedikit beruntung. Lift hanya bisa digunakan oleh Ron dan orang terdekat Ron saja.
Ron sudah sampai di dibawah. Lova baru sampai di bawah. Dia mengambil nafas dalam-dalam karena tadi dia berlari menuruni tangga untuk mengejar Ron.
Lova mengikuti Ron dari belakang nya pak Rut.
Pak Rut menarik kursi untuk Ron duduk. Lova langsung menyedok nasi dan mengambil lauk pauk yang Ron tunjuk.
Lova pun ikut duduk dan ingin menyedok nasi dipiringnya, Tiba-tiba.
Ron berbicara tanpa menoleh pada lova.
Lova terkejut dan seluruh tubuhnya gemetar saat mendengar kalimat yang Ron lontarkan padanya.
"Baik tuan muda, kalo begitu saya permisi ke dapur dulu"
Lova berdiri dan menundukan kepalanya pada Ron lalu dia langsung pergi ke dapur dengan tangan yang masih bergetar. Pelayan wanita yang berada di samping pun tersenyum mengejek kepada lova.
Kris yang duduk dipojok hanya fokus ke Ipad-nya.
Lova benar-benar terasa terhina atas perilaku Ron padanya hari ini.
Kau sudah bilang aku jelek dan kampungan sekarang kau bilang tidak sudi 1 meja makan denganku, lalu kenapa kau masih sudi satu kamar dan kamar mandi denganku. dari awal aku juga sudah sadar diri tuan muda. Baiklah lova, Seharusnya sekarang kau harus bisa sadar diri bahwa kamu adalah pelayan dan dia rajanya.
Lova duduk di meja makan di dapur. Dia mengambil nasi dan langsung memakan nya. Dia harus cepat menghabiskan sarapannya. Karna dia harus mengantar Ron berangkat bekerja.
__ADS_1
Selesai lova menghabiskan sarapan nya dia langsung bergegas pergi mendatangi Ron.
Ron sudah selesai dengan sarapannya dan segera berangkat bekerja.
Lova sudah mengantarkan Ron dia langsung ke kamarnya untuk mengambil tas kerjanya.
Lova pergi dengan menggunakan ojol dan menuju toko jahitnya.
Didalam mobil Ron fokus melihat iPad yang menunjukkan pasar saham nya melonjak naik. Sekarang Ron sudah resmi menjadi CEO Sinhe Fan group. Bisnis nya sudah menyebar di penjuru eropa.
"Tuan muda, dylondrin mengundang anda untuk datang ke penerimaan penghargaan nya malam ini."
"Ternyata dia sudah dapat penghargaan ya" Ron berbicara tanpa berhenti memandang Ipad-nya.
"Tanpa bantuan anda yang telah menyoponsori filmnya mungkin dia tidak akan bisa mencapai penghargaan ini tuan muda"
"Semua wanita datang pada ku demi kehidupan sosialita, cih! lucu sekali"
Kris melirik Ron dari kaca spionnya. Ron memang memiliki segala nya yang membuat orang berpikir dia selalu bahagia. Namun pada kenyataannya dia adalah orang yang kesepian.
"Sampaikan pada dylondrin aku akan menjemputnya pada jam yang ditentukan"
"Baik tuan muda".
Mobil Ron melaju menuju perusahaan nya.
Dylondrin adalah teman Ron yang telah menyelamatkan Ron disaat kecelakaan panggung 2 tahun lalu. Dylondrin dulu hanyalah seorang artis yang hanya berperan sebagai pembantu dalam film. Dengan bantuan Ron dia dalam setahun bisa mencapai keberhasilan. Menurut kemampuan nya dia tidak pantas mendapatkan penghargaan. Karna bantuan Ron dari belakang dia dapat dengan mudah mendapatkannya. Ron hanya membantu karna merasa utang Budi namun siiring berjalannya waktu Dylondrin sedikit tidak tau malu, dia sering menggoda Ron dengan cara yang licik. Ron hanya diam mengikuti arah permainan nya.
Ingat tekan like guys, harus tulis KOMENTAR kalian di bawah kolom komentar ya.
Dan
Bantu dukung Instagram Vevem ya teman-teman
Follow Ig : @nvmlesttt
__ADS_1
Kalo ada yang mau DM dan curhat Vevem layanin deh hihi