
Ron tidak melihat Lova di ruang makan atau pun di dapur, Ron menanyai pelayan dimana keberadaan lova, namun semuanya menjawab tidak tahu keberadaan lova, akhirnya Ron ke atas dan mencari lova didalam kamar, namun Ron juga tidak menemukan lova.
"sial, kemana diaa.." Ron sudah cemas pada lova karna sudah keliling didalam rumah mencari nya.
Ron juga memanggil pelayan untuk membantu mencari kan lova, namun keadaan sudah larut malam, Ron tidak ingin terlihat heboh mencari lova.
Di taman Ron menemukan lova sedang duduk sendiri melihat air mancur.
Ron berjalan mendekati lova yang sedang duduk dibawah sinar rembulan.
Cantik sekali. batin Ron
"kenapa kau duduk disini, suhu nya dingin sekali" ucap Ron pada lova
lova sontak kaget mendengar suara bariton Ron dari belakang, lova langsung berdiri " tu-tuan.." ucap lova gugup
"kenapa kau masih memanggil ku seperti itu?"
"Ron..ada apa?, apakah latihan nya sudah selesai?" tanya lova canggung. Ron mendekati lova "jika kita sedang berdua tidak perlu Se canggung itu, hmm?" ucap Ron menatap lova
lova tersenyum pada Ron dengan tulus
sungguh ciptaan Tuhan paling Istimewa
batin lova
"Baiklah, aku berjanji" lova mengajukan jari kelingking nya pada Ron.
Ron mengerutkan dahinya menatap nya dengan kebingungan karna tidak mengerti
__ADS_1
"seperti ini tuan muda Ron" lova menarik tangan Ron untuk menautkan jari kelingking Ron ke jari kelingking nya
"ini apa maksudnya?" tanya Ron dengan kebingungan
lova menggeleng gelengkan kepalanya "Ini tandanya aku berjanji dan tidak akan mengingkarinya pada mu" jelas lova
"Cih sangat kekanak-kanakan" ucap Ron dengan wajah tersipu maluu
"jika aku sudah berjanji menautkan kelingking ku padamu aku berjanji tidak akan mengingkari janji ku" ucap lova
Ron pun mengangguk mengerti.
"kenapa kau duduk disini malam malam?" tanya Ron
"Aku suka sekali melihat bulan, dia sangat menenangkan dimalam hari" ucap lova tersenyum
"kau lihat, itu bunga mawar white yang aku tanam di sana sangat cantikan? jika sudah dipancarkan sinar matahari?" ucap lova menunjukkan pada Ron dan menarik lengan Ron untuk melihat nya.
"aduhh sakit" ucap lova berbohong
"hah, apakah terluka, aku akan memanggil dokter untuk memeriksa nya?" ucap Ron waspada memegang dahi lova
"ehh tidak perlu, masa cuman begitu panggil dokter, aku hanya perlu obat dari mu" mata lova genit
"obat dari ku?" Ron bingung. " iya obat dari mu adalah cukup kau meniupi dahi ku" ucap lova bersemangat
"cih itu kekanak-kanakan " Ron gengsi
"Hm yasudah kalo begitu" lova pasrah
__ADS_1
"haiss, baiklah chuuhh" dengan pelan Ron meniupi dahi lova
deg
deg
suara jantung lova
Perasaan ini benar benar nyata. batin lova
*Deg deg deg
ada apa dengan jantung ku. batin Ron*
lova dan Ron saling menatap satu sama lain. perasaan sungguh nyata dan nampak sudah mereka berdua rasakan
kini hanya menunggu proses. lova memejamkan matanya sedangkan Ron terhanyut dengan perasaan nya membuat Ron ingin mencium lova. tiba tiba...
"Tuan muda, tamu anda mencari anda." ucap pak Rut
membuat Ron dan lova terkejut dan kembali ke posisi duduk yang canggung
Haduh perasaan itu tadi datang lagi huhhh. lova
"Baik saya akan segera menemui mereka" ucap Ron langsung berdiri dan meninggalkan lova sendiri yang lagi duduk
Ada apa sih dengan jantung ku, tapi kenapa rasa keinginan ku pada lova sangat besar. batin Ron
pak Rut menatap lova dengan tajam, lova hanya menundukkan kepalanya.
__ADS_1
pak Rut masih sangat waspada pada lova, padahal lova tidak membuat Ron bahaya.
jelas saja perjalanan hubungan lova dan Ron ditentang pak Rut, karna mengira lova sama dengan wanita diluar sana.